Pengemis Ramaikan Kota P.Siantar
Diakoni FM - Diakoni FM
P.Siantar - Ketua MUI Kota Siantar, Drs HM Ali Lubis menyebutkan, bagi setiap muslim yang memiliki kesehatan jasmani dan rohani serta mampu untuk bekerja, tidak mengalami cacat, dianjurkan dalam agama untuk tidak meminta-minta.
Hal itu diungkapkan Ketua MUI P.Siantar mengomentari banyaknya pengemis yang turun ke jalanan menjelang Hari Raya Idul Fitri di P.Siantar.
"Mungkin tidak bisa dicegah keberadaan pengemis. Kalau orang yang memberikan akan mendapat pahala. Dianjurkan untuk melakukan hal seperti ini lagi," jelas Ali.
Disebutkannya, dalam ajaran agama ada anjuran kepada orang kaya atau berkecukupan memberikan sedekah, infak, dan zakat kepada orang yang berhak menerima. Salah satu yang berhak menerima ini yaitu golongan fakir miskin.
Miskuddin (35), warga Jalan KSAD Kelurahan Bukit Sofa, Siantar Sitalasari, menyebutkan, selama bulan suci Ramadan ini ada peningkatan pengemis yang berkunjung ke rumah-rumah warga dibanding bulan biasa, termasuk di tempat tinggalnya. "
"Kalau saya pribadi mengasih aja, meskipun alasan mereka bermacam-macam, niat baik sajalah itu," ungkap Miskuddin, Disebutkannya, ada beranekaragam alasan yang dikemukakan para pengemis yang datang ini,kebanyakan alasannya untuk membantu pembangunan panti asuhan dan membantu anak yatim.
"Dalam satu hari sekitar 10 orang yang datang, ada anak-anak, bapak-bapak, dan juga ibu-ibu, katanya mereka berasal dari luar Siantar," jelasnya.
Senada Khairul, warga Jalan Kompi, di kelurahan yang sama juga menyebutkan selama bulan Ramadan ini ada peningkatan jumlah pengemis yang terlihat di lampu merah persimpangan jalan. "Pada hari biasa, biasanya ada satu atau dua orang saja, tapi sekarang saya lihat di persimpangan lampu merah ada sampai enam orang," ungkapnya.(MJS)
Hal itu diungkapkan Ketua MUI P.Siantar mengomentari banyaknya pengemis yang turun ke jalanan menjelang Hari Raya Idul Fitri di P.Siantar.
"Mungkin tidak bisa dicegah keberadaan pengemis. Kalau orang yang memberikan akan mendapat pahala. Dianjurkan untuk melakukan hal seperti ini lagi," jelas Ali.
Disebutkannya, dalam ajaran agama ada anjuran kepada orang kaya atau berkecukupan memberikan sedekah, infak, dan zakat kepada orang yang berhak menerima. Salah satu yang berhak menerima ini yaitu golongan fakir miskin.
Miskuddin (35), warga Jalan KSAD Kelurahan Bukit Sofa, Siantar Sitalasari, menyebutkan, selama bulan suci Ramadan ini ada peningkatan pengemis yang berkunjung ke rumah-rumah warga dibanding bulan biasa, termasuk di tempat tinggalnya. "
"Kalau saya pribadi mengasih aja, meskipun alasan mereka bermacam-macam, niat baik sajalah itu," ungkap Miskuddin, Disebutkannya, ada beranekaragam alasan yang dikemukakan para pengemis yang datang ini,kebanyakan alasannya untuk membantu pembangunan panti asuhan dan membantu anak yatim.
"Dalam satu hari sekitar 10 orang yang datang, ada anak-anak, bapak-bapak, dan juga ibu-ibu, katanya mereka berasal dari luar Siantar," jelasnya.
Senada Khairul, warga Jalan Kompi, di kelurahan yang sama juga menyebutkan selama bulan Ramadan ini ada peningkatan jumlah pengemis yang terlihat di lampu merah persimpangan jalan. "Pada hari biasa, biasanya ada satu atau dua orang saja, tapi sekarang saya lihat di persimpangan lampu merah ada sampai enam orang," ungkapnya.(MJS)
- Diakoni FM
- Berita
- dibaca 1371x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


