Jalur Alternatif Mulai Dipadati Pemudik
Wanayasa, Jawa Barat. Kepadatan kendaraan yang melintas di jalur alternatif dari Jakarta menuju kota-kota bagian timur Pulau Jawa, mulai terlihat sejak Rabu (8/9) di wilayah Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Jalan raya yang biasa lengang, kini dilalui berbagai jenis kendaraan mulai sepeda motor hingga bis-bis yang besar sehingga terkadang mengalami antrean hingga beberapa ratus meter, terutama di bagian jalan yang menyempit atau perlintasan yang padat.
Namun demikian, Kapolsek Wanayasa AKP Edy Prayitno, SH. M.MPd. ketika ditemui di Pos Jaga Operasi Ketupat Lodaya 2010 di Terminal Wanayasa mengatakan bahwa situasinya masih aman terkendali. "Tidak ada masalah berarti dan tidak ada laka-lantas yang fatal di wilayah kami," ujarnya kepada SK.
Jalur alternatif melalui Wanayasa ini setidaknya dapat menghindari kemacetan dari arah Cikampek-Cirebon jika melalui jalur pantura (pantai utara). Biasanya para pemudik keluar dari pintu Tol Sadang, kemudian belok ke kanan menuju Pasar Rebo Purwakarta, diteruskan ke arah selatan menuju Wanayasa. Perjalanan dilanjutkan ke arah Jalan Cagak Kabupaten Subang. Dari sini terus menuju Sumedang-Kadipaten-Cirebon dan seterusnya. Jika mau menuju jalur selatan, bisa juga dari Jalan Cagak dilanjutkan ke arah Lembang, masuk Kota Bandung-Cileunyi-Tasikmalaya dan seterusnya.
Menurut pantauan SK, jalan di wilayah ini cukup bagus tetapi harus waspada karena banyak tikungan tajam dan sering turun hujan sehingga jalan menjadi licin. Wilayah yang berbukit dengan pemandangan yang indah setidaknya dapat mengendurkan ketegangan selama perjalanan.(tim)
- Ramanea FM
- Berita
- dibaca 1183x
- [0] komentar




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah. 

-t.jpg)
