Tabung Gas 3 Kg, Baru Dibagi Sudah Karatan
Wahyu MK - n/a
Dewantara, Aceh Utara – Warga Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara hari Rabu (1/09) baru saja menerima tabung gas 3 kilogram dan kompor gas dalam program konversi minyak tanah subsidi dari pemerintah.
Dari hasil pantauan Radio Komunitas Dewantara FM banyak tabung gas 3 kilogram tersebut yang sudah berkarat dan cat nya tergores. Menurut Nasri, Sekretaris Desa Bangka Jaya Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara mengatakan, ”tabung gas 3 kilogram dan kompor gas telah kita terima, ada kekhawatiran warga kepada tabung gas dan kompor tersebut, karena tabung tersebut sudah berkarat dan tergores serta kompornya yang berlainan merk”. Ujarnya.
Ditambahkan Nasri, ”tabung gas 3 kilogram dan kompor gas tersebut dari desa langsung kita distribusikan ke tingkat dusun, nanti kepala dusun yang akan membagikan kepada warga”. Tambahnya.
Ketika di tanya, apakah warga telah mendapat sosialisasi tentang tata cara penggunaannya, Nasri mengatakan, “ belum pernah dilakukan sosialisasi oleh pihak terkait, namun kami akan melakukannya pribadi dari kami selaku penanggung jawab di desa, sosialisasi dasar apa yang kami ketahui akan kami sampaikan pada saat pembagian tabung dan kompor gas tersebut kepada warga”. Jelasnya.
Ketika di tanya kembali tentang ada tidaknya dana sosialisasi untuk hal tersebut dari pemerintah, dia mengatakan, ” tidak ada, kami berharap pihak terkait untuk dapat melakukan sosialisasi tentang hal tersebut, agar warga tidak risau dan takut nanti tabung gas dan kompor tersebut meledak, sehingga warga karena takut kemudian menjual kembali tabung gas 3 kilogram tersebut dan kompornya”. Pintanya.
Menurut Tarmizi warga Desa Uteun Geulinggang Kecamatan Dewantara kabupaten Aceh Utara, dia mengatakan, ”setelah saya menerima tabung gas 3 kilogram, saya merasa tidak nyaman, dan saya menyimpannya jauh dari rumah, sekitar 10 meter dari rumah, hal itu saya lakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak kami inginkan seperti yang kami tonton di televisi, apalagi melihat tabung gas 3 kilogram tersebut sudah berkarat dan tergores seperti tabung bekas”. Ujarnya.
Ditambahkan Tarmizi, ”kompor yang diberikan untuk saya tidak ada label SNI, saya merasa ragu terhadap kompor tersebut, yang saya heran, warga lainnya kompornya ada label SNI nya, apakah memang dari pemerintah diberikan begini dengan 2 jenis kompor yang berbeda atau ada pihak lain yang melakukannya, saya berharap pemerintah dapat melakukan pengecekan ke lapangan, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari”. Pintanya.
Tarmizi berharap, pihak terkait dapat turun ke lapangan baik melakukan pengecekan, maupun melakukan sosialisasi kepada warga terhadap tata cara penggunaan maupun hal – hal lainnya yang berkenaan dengan keselamatan dalam menggunakan tabung dan kompor gas tersebut, agar program benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pantauan terakhir dari Radio Komunitas Dewantara FM di lapangan, banyak warga masyarakat yang telah menjual tabung gas 3 kilogram kepada penadah, karena takut akan meledak. Harga jualnya juga bervariasi, tabung gas 3 kilogram tersebut dijual dengan harga antara Rp. 50 ribu sampai Rp. 70 ribu. Sedangkan kompor masih dipertahankan oleh warga. (fazil) www. Radioaceh.blogspot.com
Dari hasil pantauan Radio Komunitas Dewantara FM banyak tabung gas 3 kilogram tersebut yang sudah berkarat dan cat nya tergores. Menurut Nasri, Sekretaris Desa Bangka Jaya Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara mengatakan, ”tabung gas 3 kilogram dan kompor gas telah kita terima, ada kekhawatiran warga kepada tabung gas dan kompor tersebut, karena tabung tersebut sudah berkarat dan tergores serta kompornya yang berlainan merk”. Ujarnya.
Ditambahkan Nasri, ”tabung gas 3 kilogram dan kompor gas tersebut dari desa langsung kita distribusikan ke tingkat dusun, nanti kepala dusun yang akan membagikan kepada warga”. Tambahnya.
Ketika di tanya, apakah warga telah mendapat sosialisasi tentang tata cara penggunaannya, Nasri mengatakan, “ belum pernah dilakukan sosialisasi oleh pihak terkait, namun kami akan melakukannya pribadi dari kami selaku penanggung jawab di desa, sosialisasi dasar apa yang kami ketahui akan kami sampaikan pada saat pembagian tabung dan kompor gas tersebut kepada warga”. Jelasnya.
Ketika di tanya kembali tentang ada tidaknya dana sosialisasi untuk hal tersebut dari pemerintah, dia mengatakan, ” tidak ada, kami berharap pihak terkait untuk dapat melakukan sosialisasi tentang hal tersebut, agar warga tidak risau dan takut nanti tabung gas dan kompor tersebut meledak, sehingga warga karena takut kemudian menjual kembali tabung gas 3 kilogram tersebut dan kompornya”. Pintanya.
Menurut Tarmizi warga Desa Uteun Geulinggang Kecamatan Dewantara kabupaten Aceh Utara, dia mengatakan, ”setelah saya menerima tabung gas 3 kilogram, saya merasa tidak nyaman, dan saya menyimpannya jauh dari rumah, sekitar 10 meter dari rumah, hal itu saya lakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak kami inginkan seperti yang kami tonton di televisi, apalagi melihat tabung gas 3 kilogram tersebut sudah berkarat dan tergores seperti tabung bekas”. Ujarnya.
Ditambahkan Tarmizi, ”kompor yang diberikan untuk saya tidak ada label SNI, saya merasa ragu terhadap kompor tersebut, yang saya heran, warga lainnya kompornya ada label SNI nya, apakah memang dari pemerintah diberikan begini dengan 2 jenis kompor yang berbeda atau ada pihak lain yang melakukannya, saya berharap pemerintah dapat melakukan pengecekan ke lapangan, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari”. Pintanya.
Tarmizi berharap, pihak terkait dapat turun ke lapangan baik melakukan pengecekan, maupun melakukan sosialisasi kepada warga terhadap tata cara penggunaan maupun hal – hal lainnya yang berkenaan dengan keselamatan dalam menggunakan tabung dan kompor gas tersebut, agar program benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pantauan terakhir dari Radio Komunitas Dewantara FM di lapangan, banyak warga masyarakat yang telah menjual tabung gas 3 kilogram kepada penadah, karena takut akan meledak. Harga jualnya juga bervariasi, tabung gas 3 kilogram tersebut dijual dengan harga antara Rp. 50 ribu sampai Rp. 70 ribu. Sedangkan kompor masih dipertahankan oleh warga. (fazil) www. Radioaceh.blogspot.com
- n/a
- Berita
- dibaca 936x
- [0] komentar
Script timer: 0.365231 seconds.




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
