142 Desa Tertinggal dI Toba Samosir
Hotline Tapanuli FM - Hotline Tapanuli FM
Tobasa - Dari 192 desa di Kabupaten Toba Samosir (Tobasaq), 142 desa tergolong desa tertinggal. Masih banyak desa tertinggal atau terisolir di Kabupaten Tobasa.
Hal itu juga diakui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perempuan (PMDP), Wasir Simanjuntak.
Oleh sebab itu, katanya, pemerintah daerah (pemda) selalu berupaya untuk merubah kategori tersebut dengan berbagai cara.
Di antaranya, pemerintah memperdayakan masyarakat desa tertinggal dengan memberikan berbagai pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan menjahit, memangkas, memberikan modal usaha dan sebagainya.
"Dengan usaha yang kita berikan, kita berharap masyarakat bisa membangun atau memajukan daerahnya masing-masing," terang Wasir sembari mengakui pihaknya masih mengalami banyak kesulitan.
Wasir membeberkan, dirinya memiliki program-program baru yang dinilai mampu mempercepat kemajuan desa-desa tertinggal, yaitu membina pemerintah desa dengan cara meningkatkan wewenang pemerintah desa, mencipatakan program keuangan desa, yaitu hasil alam atau retribusi dari desa harus tinggal sebahagian di desa itu.
"Seperti retribusi galian C, sewa tempat iklan dan parkir, harus disisakan sebagian untuk desa. Dengan demikian, biaya pembangunan desa itu akan bertambah," ucapnya sembari menerangkan pihaknya pada saat ini sedang mengupayakan hal itu sehingga setiap tahunnya jumlah desa tertinggal berkurang.
Sebanyak 192 desa yang ada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), 142 Kategori desa tertinggal. Desa yang terisolir, nilai jasa belum dihargai, rawan kesehatan, rawan pendidikan dan masyarakatnya miskin pemikiran, miskin modal dan tenaga [u>lnwgt]
Hal itu juga diakui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perempuan (PMDP), Wasir Simanjuntak.
Oleh sebab itu, katanya, pemerintah daerah (pemda) selalu berupaya untuk merubah kategori tersebut dengan berbagai cara.
Di antaranya, pemerintah memperdayakan masyarakat desa tertinggal dengan memberikan berbagai pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan menjahit, memangkas, memberikan modal usaha dan sebagainya.
"Dengan usaha yang kita berikan, kita berharap masyarakat bisa membangun atau memajukan daerahnya masing-masing," terang Wasir sembari mengakui pihaknya masih mengalami banyak kesulitan.
Wasir membeberkan, dirinya memiliki program-program baru yang dinilai mampu mempercepat kemajuan desa-desa tertinggal, yaitu membina pemerintah desa dengan cara meningkatkan wewenang pemerintah desa, mencipatakan program keuangan desa, yaitu hasil alam atau retribusi dari desa harus tinggal sebahagian di desa itu.
"Seperti retribusi galian C, sewa tempat iklan dan parkir, harus disisakan sebagian untuk desa. Dengan demikian, biaya pembangunan desa itu akan bertambah," ucapnya sembari menerangkan pihaknya pada saat ini sedang mengupayakan hal itu sehingga setiap tahunnya jumlah desa tertinggal berkurang.
Sebanyak 192 desa yang ada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), 142 Kategori desa tertinggal. Desa yang terisolir, nilai jasa belum dihargai, rawan kesehatan, rawan pendidikan dan masyarakatnya miskin pemikiran, miskin modal dan tenaga [u>lnwgt]
- Hotline Tapanuli FM
- Berita
- dibaca 1316x
- [0] komentar




KLU, Suarakomunitas.net - Kerusakan jalan penghubung beberapa dusun di Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum juga diperbaiki. Salah satu dusun yang jalannya
KLU, Suarakomunitas.net - Dari jauh tampak bangunan ini tidak terawat. Karena disamping atap bangunannya terbuat dari terpal robek, bertiang bambu lapuk dengan pagar bedeg, juga lantai
Manado, SK - Pengembangan Bio Gas sebagai sumber energy alternatif masyarakat menjadi cikal bakal
Medan (Suara Komunitas.Net)- Warga Kecamatan Medan Perjuangan meminta lokasi langganan banjir di kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Pelita II dan Jalan Letda Sujono Medan diatasi sesegera mungkin agar masyarakat
Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar, SE,MM saat melakukan reses Sabtu (2/6) di lokasi posko Warga Jalan Ngumban Surbakti memuji semangat juang 33 warga Jalan Ngumban Surbakti
Medan (Suara Komunitas.Net)-Minat masyarakat mengkosumsi kuliner semakin meningkat. Ini ditandai munculnya berbagai usaha kuliner di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia, terutama Medan. Suasana 


