Diperlakukan Tidak Senonoh, Pegawai Camat Diadukan ke KPAID
Hotline Tapanuli FM - Hotline Tapanuli FM
Pahaejulu - Tapanuli Utara, Seiring waktu dan oknum MH semakin menjadi-jadi, MG bersama tiga rekannya, GH, NS dan MS menemui guru pembimbing meminta agar dipindahkan dari kantor Camat Pahaejulu dengan alasan telah dilecehkan.
Permintaan MG dan kawan-kawan untuk dipindahkan lokasi PKL masih dalam proses, "Kata guru pembimbing
Menurut Kepala Sekolah SF Siregar Spd, atas tindakan tak senonoh dari oknum MH tersebut, keempat siswi minta dipindahkan dari kantor camat dengan alasan trauma. Dan rencananya keempat siswi akan ditempatkan di sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Luatpahae.
Dua orangtua siswa Tidak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh oleh MH,pegawai camat Pahaejulu dan lansung melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tapanuli Utara
Hal itu dibenarkan wakil ketua KPAID, S br Panggabean didampingi R br Hutabarat, staf KPAID Taput, Dua orang tua dimaksud merupakan perwakilan dari keempat siswi yang merasa dilecehkan MH.
Menurut laporan yang mereka terima dan hasil pengakuan kedua orangtua korban, pihaknya dengan MH masih memiliki hubungan famili.
"Karena itu pula, mereka sepertinya mengarah keperdamaian. Jika mereka mengarah keperdamaian, kita akan memfasilitasinya," jelasnya seraya mengatakan kedua orangtua siswi yang melapor tersebut adalah OH (50) dan H (40).[u >lnwgt]
Permintaan MG dan kawan-kawan untuk dipindahkan lokasi PKL masih dalam proses, "Kata guru pembimbing
Menurut Kepala Sekolah SF Siregar Spd, atas tindakan tak senonoh dari oknum MH tersebut, keempat siswi minta dipindahkan dari kantor camat dengan alasan trauma. Dan rencananya keempat siswi akan ditempatkan di sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Luatpahae.
Dua orangtua siswa Tidak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh oleh MH,pegawai camat Pahaejulu dan lansung melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tapanuli Utara
Hal itu dibenarkan wakil ketua KPAID, S br Panggabean didampingi R br Hutabarat, staf KPAID Taput, Dua orang tua dimaksud merupakan perwakilan dari keempat siswi yang merasa dilecehkan MH.
Menurut laporan yang mereka terima dan hasil pengakuan kedua orangtua korban, pihaknya dengan MH masih memiliki hubungan famili.
"Karena itu pula, mereka sepertinya mengarah keperdamaian. Jika mereka mengarah keperdamaian, kita akan memfasilitasinya," jelasnya seraya mengatakan kedua orangtua siswi yang melapor tersebut adalah OH (50) dan H (40).[u >lnwgt]
- Hotline Tapanuli FM
- Berita
- dibaca 921x
- [0] komentar




Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPD RI, DR.H.Rahmat Shah berharap pelaksanaan E-KTP, sebagai salah satu pelaksanaan Undang-undang dapat dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, khususnya ketelitian
Medan (Suara Komunitas.Net)- Anggota DPD RI DR. H. Rahmat Shah menilai pelaksanaan Elektronik-KTP (E-KTP) yang ada hendaknya disempurnakan, baik dari jumlah peralatan maupun kesiapan sumber daya manusia
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada 



