Kebutuhan Beras Di Tapteng Aman
Hotline Tapanuli FM - Hotline Tapanuli FM
Tapteng – Pihak Bulog memastikan persediaan beras bagi kebutuhan masyarakat di kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) aman hingga Lebaran 1431 H.
Persediaan (stok) beras di gudang Bulog Sibolga mencapai 3.000 ton. Jumlah itu akan meningkat melalui tambahan beras dari Jawa Timur sebanyak 1.000 ton.
"Jadi, stok beras kita mencapai 4.000 ton. Itu sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Sibolga dan Tapteng hingga Lebaran nanti,” sebut Kepala Seksi Logistik (Kansilog) Sibolga, Maidana Aulia Siregar.
Sejauh ini, lanjutnya, ketersediaan beras di gudang Bulog Sibolga belum dimanfaatkan pihak Pemko Sibolga dan Pemkab Tapteng untuk menanggulangi lonjakan harga melalui Operasi Pasar (OP).
”Tugas utama kita, memenuhi kebutuhan raskin warga Kota Sibolga dan Tapteng. Tapi, jika diperlukan, kita bisa juga melakukan OP. Hanya saja, sampai sekarang belum ada permintaan," paparnya.
Secara psikologis, kata Maidana, pendistribusian beras khususnya raskin untuk masyarakat Sibolga dan Tapteng, merupakan salah satu cara menjaga stabilisasi harga beras di pasaran.
Sesuai pengalaman, ketika harga beras naik di pasaran, harganya seketika akan menurun (stabil) saat OP digelar. "Tentunya, harga beras yang didistribusikan itu jauh lebih murah dibanding harga beras dipasaran,” sebutnya.[u >lnwgt]
Persediaan (stok) beras di gudang Bulog Sibolga mencapai 3.000 ton. Jumlah itu akan meningkat melalui tambahan beras dari Jawa Timur sebanyak 1.000 ton.
"Jadi, stok beras kita mencapai 4.000 ton. Itu sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Sibolga dan Tapteng hingga Lebaran nanti,” sebut Kepala Seksi Logistik (Kansilog) Sibolga, Maidana Aulia Siregar.
Sejauh ini, lanjutnya, ketersediaan beras di gudang Bulog Sibolga belum dimanfaatkan pihak Pemko Sibolga dan Pemkab Tapteng untuk menanggulangi lonjakan harga melalui Operasi Pasar (OP).
”Tugas utama kita, memenuhi kebutuhan raskin warga Kota Sibolga dan Tapteng. Tapi, jika diperlukan, kita bisa juga melakukan OP. Hanya saja, sampai sekarang belum ada permintaan," paparnya.
Secara psikologis, kata Maidana, pendistribusian beras khususnya raskin untuk masyarakat Sibolga dan Tapteng, merupakan salah satu cara menjaga stabilisasi harga beras di pasaran.
Sesuai pengalaman, ketika harga beras naik di pasaran, harganya seketika akan menurun (stabil) saat OP digelar. "Tentunya, harga beras yang didistribusikan itu jauh lebih murah dibanding harga beras dipasaran,” sebutnya.[u >lnwgt]
- Hotline Tapanuli FM
- Berita
- dibaca 1089x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


