Rakom Harosuhta 107.8 Fm Sumber Hiburan Dan Jembatan Informasi Bagi Daerah Pedalaman di Kecamatan Raya
Pam.Raya-Simalungun, Rakom Harosuhta Fm mempunyai peranan penting sebagai sarana hiburan dan sumber informasi bagi masyarakat pedalaman di Kabupaten Simalungun khususnya yang berlokasi di daerah pedalaman.
Seperti saat Pewarta Suara Komunitas dari Rakom Harosuhta, sedang menjalankan hobby memikat burung Jumbak-Jumbak (Cucak Jenggot) ke daerah hutan Siagong yang berada diperbatasan Kecamatan Raya dengan Kecamatan Purba, hutan belantara yang pernah terkenal di daerah Simalungun karena Illegal Loging beberapa tahun lalu. Disaat pewarta menemukan perkampungan terletak diatas pebukitan ditengah hutan, namanya Siagong atau pun Sinar Purba, di kampung ini hanya ada 5(lima) kepala keluarga saja. Tidak ada air leding apalagi listrik.
Setelah berkenalan dan bincang-bincang dengan ibu boru Sidauruk bersama 2(dua) orang temannya, mereka sangat kaget bercampur senang disaat mereka mengetahui yang datang adalah penyiar di Rakom Harosuhta Fm.
"Tanpa sadar mereka memeluk dan mencium saya" kata penyiar Rakom Harosuhta dengan gembira.
Disela-sela pembicaraan, Ibu boru Sidauruk mengatakan, Rakom Harosuhta adalah satu-satunya yang menjadi teman penghibur dan sumber informasi bagi mereka baik siang waktu bekerja diladang maupun malam disaat istirahat.
"Disini tidak ada surat kabar,televisi, yang ada hanyalah Radio, itu pun kami harus mempunyai betere basah (aki) agar kami bisa menghidupkan radio. Jadi hampir setiap waktu kami tidak lepas dari Harosuhta Fm ini. Bahasa dan lagu-lagu yang diputar adalah bahasa daerah Simalungun yang membuat kami sangat terhibur. Banyak siaran radio lain yang bisa sampai ke Siagong ini,tetapi kami selalu memutar di 107.8 Fm. Tiap hari Sabtu kami harus membawa batere basah kami ke pekan Raya dimana kami harus jalan kaki sejauh 7 Km. Walaupun berat kami tidak lupa membawa batere,takut ngga bisa dengar radio nanti,"ungkap ibu Boru Sidauruk.
Hampir satu setengah jam kami berbincang-bincang, akhirnya kami pamit pulang mengingat hari yang mulai gelap dan medan jalan yang akan kami tempuh sangat sulit dan jauh. Sungguh berat perjuangan beban yang harus diterima masyarakat Siagong itu. 56 tahun Indonesia merdeka,namun mereka belum menikmati apa itu arti kemerdekaan, tidak ada penerangan(Listrik) di malam hari dan tidak bisa kenderaan roda dua sampai ke kampung tersebut merupakan salah satu penyebab ketertinggalan masyarakat Siagong.
Beberapa puluh tahun lalu, ada 15 rumah tangga, tetapi sekarang tinggal 5 rumah tangga.Listrik dan sarana jalan yang menjadi penghambat dan kekurangan buat mereka, padahal lahan pertanian mereka sangat luas dan subur.tetapi untuk pemasaran hasil tani mereka sangat sulit.Sampai kapan mereka teman-teman yang tinggal dipedalaman harus menerima kenyataan seperti itu? Bukan hanya masyarakat Siagong,.
Ternyata masih banyak daerah di kecamatan Raya yang bernasib sama seperti itu. (Jhones Girsang)
- Harosuhta FM
- Pengalaman
- dibaca 1150x
- [3] komentar




Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPD RI, DR.H.Rahmat Shah berharap pelaksanaan E-KTP, sebagai salah satu pelaksanaan Undang-undang dapat dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, khususnya ketelitian
Medan (Suara Komunitas.Net)- Anggota DPD RI DR. H. Rahmat Shah menilai pelaksanaan Elektronik-KTP (E-KTP) yang ada hendaknya disempurnakan, baik dari jumlah peralatan maupun kesiapan sumber daya manusia
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada 



