Perjuangan yang Terabaikan
Pematang Siantar, Menelusuri kisi-kisi kehidupan sangat melelahkan, ketidak pastian membuat rasa kejenuhan bertambah dan terkadang memberikan sayatan hati yang hampir membuat kita sendiri tidak mampu untuk bertahan. Perjalanan ini memang sungguh melelahkan. Namun dikala hati sedang terbentur persoalan, maka kenyataan akan berlari dari kita.
Kemunafikan, egois, rasa tidak peduli, kepura-puraan, merupakan penghianatan untuk merubuhkan tembok hati yang terluka. Dunia memang memikirkan dirinya sendiri, tak pernah mengerti dengan yang terjadi disekitarnya, rasa ketidak-tahuan ini, dipelihara insan untuk meraup untung pribadi.
Berkata jujur adalah kebohongan, dengan sifat yang selalu berkata “ia” sudah tentu ia akan dibarengi dengan kata “tidak”. Memuluskan jalan adalah sasaran insan manusia, dengan cara apapun, walau dengan menghancurkan teman, rasa pandang dengan perasaan yang sesungguhnya ibarat tanah dan bumi, sudah sangat sulit menemukan rasa percaya, kecuali rasa percaya pura-pura.
Jika seseorang menunjukkan kepura-puraan dengan kita, dia sendiri sudah mempersiapkan seribu alasan. Air mata, senyum, tangis adalah sesuatu yang dia tunjukkan untuk memperdayai kita. Kita berjuang, tetapi akan di lilit dengan kepalsuan, dan akan menyebabkan luka hati buat “pejuang”.
Pejuang mungkin hanya mendapatkan pujian saja, setelah itu dia akan terabaikan, Lihat saja dengan keadaan saat ini, para pejuang-pejuang kita yang mempertahankan Negara Republik ini, dari janda-janda, pensiunan mengalami penggusuran, berapalah harga satu buah rumah, dibanding pengabdian mereka dengan mengorbankan hidup mereka untuk perjuangan, dari kata hati biarlah mereka yang mengetahui apa yang mereka perjuangkan selama mereka mengabdi, namun untuk hal ini, perjuangan mereka harus kita hargai, rona perjuangan mungkin dapat ternoda akibat kepentingan-kepentingan pribadi. Saat kita kuat kita akan dihargai, namun setelah kita tua kita tidak dapat berbuat, mungkin saja akan selalu beripikir kita akan dihargai, tetapi hal ini tidak akan kita terima. Lihat kenyataan yang ada di tempat kita, Saat perlu kita disanjung.
Akankah hal ini kita biarkan, jika “ ia”selamat menikmati kecewa". (jps rakom diakoni)
- Diakoni FM
- Sastra
- dibaca 1521x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


