BMPD Sibolga Subsidi Sembako Rp.4.000/ Kg
Sibolga, Sampai 31/8 lalu bahan sembako disubsidi Pemko Sibolga melalui pasar murah. Di antaranya, gula pasir Rp 4 ribu per kg, sehingga dijual seharga Rp 7 ribu per kg dari harga pasar Rp 11 ribu per kg.
Minyak goreng kemasan disubsidi Rp.4 ribu per kg menjadi Rp 8 ribu per kg dari harga pasar Rp 12 ribu per kg, tepung terigu sebesar Rp3 ribu per kg menjadi Rp 6 ribu per kg dari harga pasar Rp 9 ribu per kg.
Selanjutnya, kacang tanah disubsidi Rp 2.225 per kg menjadi Rp 14 ribu per kg dari harga pasar sebesar Rp 16.225 per kg. "Mentega juga disubsidi sebesar Rp 2 ribu per kg menjadi Rp 32 ribu per kg dari harga pasar Rp 34 ribu per kg, susu kental manis sebesar Rp 2.500 per kaleng menjadi Rp 6 ribu per kaleng dari harga pasar Rp 8.500 per kaleng, sirup disubsidi Rp 3 ribu per botol menjadi Rp 6 ribu per botol dari harga pasar Rp 9 ribu per botol," beber Benjamin.
Benjamin dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), tahun ini Pemko Sibolga menambah satu item bahan yang disubsidi yakni beras ketan (pulut), tetapi pihaknya belum dapat memastikan subsidi harganya lantaran masih harus dirumuskan terlebih dahulu.
Total dana untuk pasar murah sebesar Rp.117.375.000, katanya, digunakan untuk pengadaan gula pasir sebanyak 8.000 kg, minyak goreng kemasan sebanyak 5.000 kg, kacang tanah 5.000 kg, mentega 2.000 kg, susu 2.000 kaleng, sirup 5.000 botol dan beras ketan.
Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sibolga merasa terpanggil berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pasar murah ini.
"Kalau sebelumnya Pemko Sibolga melaksanakan pasar murah sendiri, maka tahun ini melibatkan lembaga perbankan di antaranya, BI, BNI dan Bank Sumut. [u>lnwgt]
- Hotline Tapanuli FM
- Berita
- dibaca 968x
- [0] komentar




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah. 

-t.jpg)
