3.500 Pengungsi Sinabung Kecewa Dipindahkan
Hotline Tapanuli FM - Hotline Tapanuli FM
Karo - Pemerintah tidak bisa berbuat banyak atas pemindahan 3.500 jiwa pengungsi korban letusan Gunung Sinabung yang mengungsi di Jambur Lige Kabanjahe ke tempat lain yang tidak jauh dari lokasi sebelumnya.
Pemindahan ini karena hari ini diadakan pesta perkawinan di jambur tersebut. Sebulan sebelumnya, jambur tersebut sudah dipesan untuk acara pesta.
Menurut koordinator pengungsi di Jambur Lige, Kiniulin Surbakti, pengungsi ini dipindahkan ke dua lokasi berbeda hanya satu hari. "Hari ini mereka bisa kembali ke Jambur Lige setelah pesta usai."katanya.
Para pengungsi dibagi dua, Warga Desa Berastepu, Desa Simacem dan Desa Bekerah dipindahkan ke Jambur Haloho di Jalan Irian Kabanjahe.
Sementara warga Desa Guru Kinayan dipindahkan ke GPDI Jalan Kutacane Kabanjahe.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo Makmur Ginting, Jambur Lige merupakan milik pribadi yang biasa disewakan untuk acara-acara adat.
"Hanya karena pesta kami yang harus dikorbankan,” kata Sitepu, pengungsi dari Desa Guru Kinayan,Kecamatan Payung.
Keluhan yang sama juga diungkapkan F.Sembiring,warga Desa Simacem, Kecamatan Naman Teran. Dia hanya bisa bergegas meninggalkan jambur bersama seorang anaknya [ISPT > LNWGT ]
Pemindahan ini karena hari ini diadakan pesta perkawinan di jambur tersebut. Sebulan sebelumnya, jambur tersebut sudah dipesan untuk acara pesta.
Menurut koordinator pengungsi di Jambur Lige, Kiniulin Surbakti, pengungsi ini dipindahkan ke dua lokasi berbeda hanya satu hari. "Hari ini mereka bisa kembali ke Jambur Lige setelah pesta usai."katanya.
Para pengungsi dibagi dua, Warga Desa Berastepu, Desa Simacem dan Desa Bekerah dipindahkan ke Jambur Haloho di Jalan Irian Kabanjahe.
Sementara warga Desa Guru Kinayan dipindahkan ke GPDI Jalan Kutacane Kabanjahe.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo Makmur Ginting, Jambur Lige merupakan milik pribadi yang biasa disewakan untuk acara-acara adat.
"Hanya karena pesta kami yang harus dikorbankan,” kata Sitepu, pengungsi dari Desa Guru Kinayan,Kecamatan Payung.
Keluhan yang sama juga diungkapkan F.Sembiring,warga Desa Simacem, Kecamatan Naman Teran. Dia hanya bisa bergegas meninggalkan jambur bersama seorang anaknya [ISPT > LNWGT ]
- Hotline Tapanuli FM
- Berita
- dibaca 1115x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


