Gondang , Warisan Yang Kurang Dihargai (3)
Oleh : Mark Kenyton
Aspek-Aspek Sejarah- Ansambel musik yang memakai alat-alat terbuat dari perunggu, di Sumatera biasanya terdiri dari perlengkapan yang punya empat sampai dua belas gong kecil, satu atau dua gong besar yang digantung,dua sampai sembilan kendang, satu alat tiup, penyari dan gembreng. Satu Ansambel yang khas jenis ini ada gondang sabangunan dari batak toba. Ansambel ini masih dipakai dalam upacara agama Parmalim. Gondang sabangunan punya peran yang penting sekali dalam upacara agama tersebut.
Seperti pada catatan di atas, Ansambel terdiri dari 4 gong yang main siklus irama gongan yang singkat, perlengkapan lima kendang yang dikunci, satu sarune (alat tiup/ obo), satu kendang besar dan satu alat perkusi (biasanya botol) untuk memperkuatkan irama.
Musik gondang sabangunan dipakai dalam upacara agama untuk menyampaikan doa manusia ke dunia atas. Waktu musik dimainkan, pemain sarune dan pemain taganing dianggap sebagai menifestasi Batara Guru.
Musik ini dipergunakan untuk berkomunikasi dengan dunia atas dan rupanya tranformasi pemain musik ini terjadi untuk memudahkan hubungan dengan dunia atas.
Transformasi paradigma ini di mitos Batak sangat mirip yang ada di Bali menunjuk bukti tidak langsung bahwa ada hubungan purbakala diantara kebudayaan Batak Toba dan kebudayaan Bali.
Biarpun hal ini tidak dapat dibuktikan, ada kemungkinan yang berhubungan dengan sejarah, karena kedua kebudayaan masing-masing berhubungan paling sedikit sebagai batas keluar kerajaan majapahit.
Bersangkut dengan konsep kosmos bertingkat tiga ada konsep tentang faktor mediasi; pohon kosmos atau pohon hidup. Pohon mitos ini yang menghubungkan tiga dunia punya hubungan simbolis dengan pohon Bodhi dalam agama Budha, kayon di wayang Bali dan Jawa, dan barangkali konsep ini lebih tua dari agama Budha dan agama Hindu.
Dalam konsepsi Batak peran musik mirip peran pohon kosmos; musik juga menguhubungkan dunia masing-masing. Melalui musik gondang batasan diantara dunia dapat ditembus, doa manusia dapat sampai kepada debata, dan berkah debata dapat sampai kepada manusia.
Dengan kedatangan agama Kristen ke Tanah Batak, pokok kebudayaan Batak sangat diubah sekali. Interaksi dengan agama baru ini dan nilai-nilai barat menggoncangkan kebudayaan tradisi batak toba sampai ke akarnya.
Menurut gereja Kristen musik gondang berhubungan dengan kesurupan, pemujaan roh nenek moyang, dan agama Batak asli, terlalu bahaya untuk dibolehkan terus dimainkan lagi. Pada awal abad kedua puluh Nommensen minta pemerintah kolonial Belanda untuk melarang upacara bius dan musik gondang.
Larangan ini bertahan hampir empat puluh tahun sampai pada tahun 1938. Itu merupakan suatu pukulan utama untuk agama tradisi Batak Toba dan musik gondang yang sangat terkait dengan agama tsb.[Bersambung]
- Hotline Tapanuli FM
- Pengalaman
- dibaca 1215x
- [0] komentar




KLU, Suarakomunitas.net - Kerusakan jalan penghubung beberapa dusun di Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum juga diperbaiki. Salah satu dusun yang jalannya
KLU, Suarakomunitas.net - Dari jauh tampak bangunan ini tidak terawat. Karena disamping atap bangunannya terbuat dari terpal robek, bertiang bambu lapuk dengan pagar bedeg, juga lantai
Manado, SK - Pengembangan Bio Gas sebagai sumber energy alternatif masyarakat menjadi cikal bakal
Medan (Suara Komunitas.Net)- Warga Kecamatan Medan Perjuangan meminta lokasi langganan banjir di kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Pelita II dan Jalan Letda Sujono Medan diatasi sesegera mungkin agar masyarakat
Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar, SE,MM saat melakukan reses Sabtu (2/6) di lokasi posko Warga Jalan Ngumban Surbakti memuji semangat juang 33 warga Jalan Ngumban Surbakti
Medan (Suara Komunitas.Net)-Minat masyarakat mengkosumsi kuliner semakin meningkat. Ini ditandai munculnya berbagai usaha kuliner di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia, terutama Medan. Suasana
Medan (Suara Komunitas.Net) Puluhan pesepeda dikomandoi lembaga Pusaka Indonesia, AJI Medan dan Forum Sadar, Minggu pagi (3/6) memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan berkeliling kota Medan 



