Membangun Ekowisata di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW)
KONAWE SELATAN - (04/09/2010) Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara (sULTRA), membentang seluas 105.194 hektar, menyimpan berbagai pesona yang patut dikunjungi. Kawasan ini ditetapkan sebagai Taman Nasional berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 756/kpts-II/1990 ini, telah ditata batas sejak tahun 1985 s/d 1987, dengan panjang batas keseluruhan 366.647 km yang terletak di empat wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Konawe, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kabupaten Bombana.
Kawasan Rawa Aopa Watumohai menampilkan empat ekosistem, yakni ekosistem rawa, ekosistem savana dengan luas sekitar 30.000 hektar, dan ekosistem hutan mangrove (bakao) yang luasnya sekitar 6000 hektar, setiap ekosistemnya memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi baik berupa flora (tumbuhan) maupun fauna (satwa). keindahan alam hutan bakau di Muara Lanowulu masih dalam kondisi alami dengan zonasi yang teratur rapi, karena keanekaragaman hayati yang di miliki oleh hutan mangrove TNRAW ini, membuat daerah ini sangat cocok bagi kegiatan ekowisata.
Di kawasan ini, kita dapat melihat secara dekat perkampungan tradisional suku Bugis yang hidup di atas air, mereka adalah masyarakat yang menjadi mitra dari balai TNRAW dalam pelestarian hutan bakau yang telah lama bermukim di sepuluh muara sampai di kawasan ini, mereka hidup dengan kondisi yang serba tradisional dan alami dengan mata pencaharian utama adalah nelayan dengan menggunakan alat tangkap tradisional. Di kawasan ini kita dapat melihat mereka menangkap ikan,kepiting dan udang dengan menggunakan alat tradisional seperti togo, bubu dan jaring. Jika ingin melintasi hutan mangrove dan perkampungan tersebut, kita harus menggunakan alat kendaraan jongson atau kapal.
Di kawasan ini pula terdapat sungai yang diberi nama sungai Mondu-mondula, yang uniknya sungai tersebut bercabang tiga dan sungai mondu-mondula tidak pernah kering walaupun itu di musim kemarau dan airnya begitu jernih, suku bugis yang berada di
kawasan itu sering mengadakan ritual dan masih mempercayai ajaran nenek moyangnya dulu, Mata air sungai tersebut berada di tengah-tengah savanna. Pak Tami adalah salah satu penduduk nelayan yang bermukim di kawasan ini sekaligus ketua lembaga komunitas mangrove LKM dan ketua kelompok nelayan ” kami suku bugis yang berada di kawasan TNRAW maupun yang berada di Kec. Tinanggea Kab. Konawe Selatan (konsel) sering berkunjung ke sungai mondu-mondula untuk menunaikan ikrar kami, dan kami paling
percaya bahwa sungai mondu-mondula dapat menyembuhkan penyakit dan saya sendiri setiap tahun berkunjung ke sungai tersebut, ” ujarnya… (Yusma Tridharma Fm)
- n/a
- Berita
- dibaca 1823x
- [1] komentar




Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPD RI, DR.H.Rahmat Shah berharap pelaksanaan E-KTP, sebagai salah satu pelaksanaan Undang-undang dapat dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, khususnya ketelitian
Medan (Suara Komunitas.Net)- Anggota DPD RI DR. H. Rahmat Shah menilai pelaksanaan Elektronik-KTP (E-KTP) yang ada hendaknya disempurnakan, baik dari jumlah peralatan maupun kesiapan sumber daya manusia
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada 



