Virus dan Kutu Kebul Ancam Petani Cabai
Hotline Tapanuli FM - Hotline Tapanuli FM
Tapanuli Utara, Kepala Badan P4K Taput, Ir Bloner Nainggolan mengatakan, penyakit daun keriting merupakan salah satu jenis penyakit tanaman yang sering menimbulkan kerusakan berat pada tanaman cabai dan tomat.
Gejala atau tanda-tanda serangan penyakit ini, katanya, dimulai dengan munculnya bercak-bercak mengerut pada daun muda dan pucuk tanaman.
Beberapa hari kemudian, daun-daun muda berubah warna menjadi kuning dan berkerut, pada akhirnya daun menjadi kaku dan keriting.
Pemkab Taput melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (P4K) berupaya meneliti jenis apa yang menyerang serta mencari pengendaliannya
Bloner mengatakan, penyebab penyakit ini adalah kutu daun atau disebut kutu kebul (Bemisia tabacci) yakni sejenis serangga kecil berukuran 0,5-1 mm yang sering terbang secara bergerombol seperti serbuk putih pada sore hari menjelang malam.
"Kutu-kutu ini memperoleh makanannya dengan cara menghisap cairan pada daun muda dari berbagai jenis tanaman atau tumbuhan liar lainnya, termasuk pada tanaman cabai dan tomat. Yang mengakibatkan kerusakan langsung pada sel-sel dan jaringan daun,"terangnya.
Sejak beberapa bulan terakhir ini Petani cabai dan tomat di Tapanuli Utara mengeluh karena penyakit daun keriting kerap menyerang tanaman mereka.
Bahkan penyakit yang disebabkan kutu kebul atau disebut Pemkab Taput Gemini Virus (virus kuning) ini mengancam petani gagal panen karena belum mengetahui jenis obat-obatan yang akan digunakan. [tp>lnwgt]
Gejala atau tanda-tanda serangan penyakit ini, katanya, dimulai dengan munculnya bercak-bercak mengerut pada daun muda dan pucuk tanaman.
Beberapa hari kemudian, daun-daun muda berubah warna menjadi kuning dan berkerut, pada akhirnya daun menjadi kaku dan keriting.
Pemkab Taput melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (P4K) berupaya meneliti jenis apa yang menyerang serta mencari pengendaliannya
Bloner mengatakan, penyebab penyakit ini adalah kutu daun atau disebut kutu kebul (Bemisia tabacci) yakni sejenis serangga kecil berukuran 0,5-1 mm yang sering terbang secara bergerombol seperti serbuk putih pada sore hari menjelang malam.
"Kutu-kutu ini memperoleh makanannya dengan cara menghisap cairan pada daun muda dari berbagai jenis tanaman atau tumbuhan liar lainnya, termasuk pada tanaman cabai dan tomat. Yang mengakibatkan kerusakan langsung pada sel-sel dan jaringan daun,"terangnya.
Sejak beberapa bulan terakhir ini Petani cabai dan tomat di Tapanuli Utara mengeluh karena penyakit daun keriting kerap menyerang tanaman mereka.
Bahkan penyakit yang disebabkan kutu kebul atau disebut Pemkab Taput Gemini Virus (virus kuning) ini mengancam petani gagal panen karena belum mengetahui jenis obat-obatan yang akan digunakan. [tp>lnwgt]
- Hotline Tapanuli FM
- Berita
- dibaca 1589x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


