Radio Komunitas Pasituruang Fm Ikut Workshop
KENDARI - Dalam dunia informasi sekarang ini yang berkembang , informasi perlu di ketahui dan di sampaikan kepaada masyarakat sebagai dari bagian yang mendengarinformasi tersebut. Begitu pun dengan radio komunitas. Radio Komuintas Pasituruang Fm Desa Mekar dan Radio Suara Marannu Saponda bersama 12 Radio Komunitas ( Rakom ) yang ada di Sulawesi Tenggara mengikuti workshop dan training Pemahaman PNPM mandiri dan jurnalistik bagi Radio Komunitas di Sulawesi Tenggara . kegiatan yang di laksanakan di Hotel Kartika , Kendari pada tanggal 18 – 20 Agustus 2010.
Dalam kegiatan yang bertema Program Diskusi Radio Komunitas yang di adakan oleh CRI ( Combine Resourc e Institution ) bekerjasama dengan PNPM mandiri dan Jaringan Radio Komuitas ( JRK ), mengahadirkan pemateri Arisandi SE, ( PNPM Perkotaan / Pedesaan Sulawesi Tenggara ) , Dian Priatna ( PNPM Kabupaten Konawe ) , sedangkan dari CRI di wakili oleh Ariyana, dan Fasilitator dari CRI Yogyakarta Sarwono. tujuan dari kegiatan membangun pemahaman pengelola radio komunitas tentang siklus produksi program acara radio komunitas sehingga mampu membuat program yang baik dan tepat bagi komunitasnya .
Arisandi yang menjadi pemateri pertama menyampaikan program PNPM secara umum . maksud dan tujuan yang ingin di capai oleh PNPM adalaha secara umum adalah bagaimana dapat meningkatkan partsipasi masyarakat dalam pengelolaan kegiatan dan mengurangi angka kemiskinan sehingga dapat menyejahterakan masyarakat . intinya maasyarakat miskinlah yang menjadi tujuan dari pada PNPM mandiri ini . tambahnya . program PNPM ini di danai oleh Negara melaui bantuan luar negari baik yang bersifat hibah maupun utang luar negeri. Sehingga masyarakat harus mengetahui dan terlibat dalam program pembrdayaan tersebut.
Sementara itu , Dian Priatna , yang merupakan Fasiltator dari Kabupaten Konawe menambahkan bahwa sekarang ini ada desai baru dari PNPM Mandiri yaitu adanya rencana bersama yang di lakukan di desa dalam lima tahun ke depan, dengan membuar Rencana Pembangunan desa Lima tahun Kedepan , jadi nantinya di desa akan semacam Musyawarah perencanaan Pembangunan Desa .
Dalam Workshop tersebut , Ariyana dari CRI menyampaikan bagaimana sehingga program ini bisa terjalin dengan PNPM . menurutnya semua kegiatan yang ada di desa saat ini harus di ketahui oleh masyarakat. Radio komunitas yang merupakan media yang ada di dalam komunitas itu sendiri harus menjadi media informasi untuk menyampaikan apa yang terjadi di dalam komunitas itu sendiri. Kenapa pemerintah mensosialisakan program dengan meenggunakan media nasional maupun lokal , padahal media tersebut tidak semua daerah bisa melihat dan mendengarkannya. Kenapa tidak menggunakan media komunitas saja . inilaah yang menjadi salah satu latar beelakang kenapa rogram ini di laksanakan . ungkapnya. Dia juga menyampaikan bukan hanya PNPM yang harus di bangun kerjasama , tetapi semua program masyarakat harus tahu mengenai transparansi dan akuntabilitas dari kegiatan tersebut. Inilah peran rakom untuk menyampaiakan kepada warga .
Mustakim Darwis , dalam kesempatan tersebut menceritakan bagaimana peran Radio Komunitas dalam pembangunan Sulawesi Tenggara . dia mengakui bahwa peran rakom di sultra belum terlalu Nampak karena masih terkendalanya oleh beberapa factor baik tekhnis maupun non tekhnis . salah satunya adalah sampai sekarang Rakom belum mempunyai legalitas hukum dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sultra ( KPID sultra ) . pengelola Rakom yang ada di kabupaten Kolaka ini menyadari belum bisa berbuat banyak , namun setidaknya rakom telah berbuat untuk komunitas khususnya di di daerah . dengan kegiatan ini akan bisa menambah peran Rakom dalam membangun masyarakat ,
Kegiatan yang di laksanakan selama 3 hari ini juga di isi dengan pelatihan Penyusunan dan pembuatan berita , Desain program buliten,Tekhnik merancang Talkshow ,Tekhnik produksi audio ,Pembuatan dan praktek ILM ,Pengenalan Internet , pembukaan dan kirim email , Praktek Uplauding di Suara Komunitas .untuk pelatihan dan praktek tersebut di sampaikan oleh sarwono dari Fasiltator pusat .
Awaludin (24 tahun ) dari Radio Pasituruang FM ( Desa Mekar ) , mengaku dengan mengikuti pelatihan ini banyak mengetahui tentang bagaimana cara membuat berita , mengadakan talkshow dan banyak lagi ilmu yang di dapat. Insya Allah ilmu tersebut akan di manfaatkan untuk membangun radio dan masyarakat. Penyiar Rakom yang mengudara pada frekuensi 97,8 FM ini menambahkan bahwa deengan pelatihan ini ternyata banyak rakom yang ada di Sultra sehingga kami saling kenal, dan mendiskusikan apa yang terjadi pada masing-masing rakom dan juga mengenal bagaimana program PNPM .
Lain pula Rahmat ( 25 ) tahun utusan Radio komunitas Suara Marannu yang ada di Pulau Saponda , menyadari betapa pentingnya pelatihan yang di laksanakan pada bulan puasa tersebut. Walau berpuasa tidak mengurangi semangat untuk mengetahui bagaimana membangun komunitas. Sebenarnya sudah pengalaman sedikit tentang penyiaran yang di dapat dari pelatihan-pelatihan sebelumnya , namun yang baru saya dapatkan adalah tentang PNPM , Ungkapnya . Pengelola rakom yang mengudara pada frekuensi 97,9 Fm baru mengetahui ternyata di desa nya ada program PNPM, selama ini dia tidak mengetahui dan tidak mau terlibat dalam kegiatan tersebut.harapannya stelah kegiatan ini dia akan membangun komunikasi dengan pengelola PNPM untuk melakukan diskusi bersama , bagaimana membangun pulau Saponda yang mengalami abrasi pantai yang sangat hebat. Dia menambahkan, baru saya tahu bahwa dana PNPM itu berasal dari Bank Dunia yang merupakan utang Negara, utang kita semua. Jadi kita harus mengelola dan mengawasi pelaksanaannya. Tutupnya dalam diaolog bersama bajo Bangkit .(Awal Pst)
- Pasituruang FM
- Berita
- dibaca 1069x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


