A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
3 Sep 2010

Mengangkat Kembali Budaya Banyumasan

Shakti FM - Shakti FM

Banyumas, pada masa lalu merupakan wilayah administratif Karesidenan, yang terdiri dari Kabupaten Banyumas,  Cilacap,  Purbalingga, dan  Banjarnegara. Pada empat Kabupaten ini, tampil dalam sebuah komunitas budaya yang cukup ekstrem bila dibandingkan dengan eks karesidenan-karesidenan lain di Jawa Tengah.

Pertama, dari segi bahasa, Banyumas memiliki bahasa indie Banyumasan. Orang “wetanan” sering mengolok-olok sebagai bahasa ngapak-ngapak. Karakter Banyumas yang didominasi dengan huruf a dengan bacaan a (berbeda dengan Jawa keraton yang penulisannya a tetapi dibaca o, misalnya sega, saka, tela, lara, dsb).

Kecuali ucapan, juga kosa kata yang memang khas milik Banyumas seperti kata nyong (saya), rika (kamu), kencot (lapar), reheng (haus), maning (lagi), egun (masih), mbokan (barangkali), ngempos (istirahat), jidhor (biarkan), jodong (mati), kerah (bertengkar),  dan sebagainya yang puluhan ribu jumlahnya (terima kasih kang Ahmad Tohari yang telah bersusah payah membuat kamus Banyumasan).

Krama ngoko

Kedua, akibat pengaruh bahasa yang cekak aos, pengucapan sama dengan penulisan, berarti apa adanya, maka berpengaruh terhadap attitude (sikap), behavior  (perilaku) serta habitus (kebiasaan). Komunikasi antar teman lebih terasa akrab, dan dengan orang yang perlu penghormatan tidak harus dengan krama inggil (bahasa halus) tetapi cukup dengan krama ngoko (penggunaan krama hanya untuk kata kerja dan atau menyebut organ tubuh  lawan bicara, misalnya; uwis rampung nggone dhahar? Jam pitu deneng egun sare? Astane si abuh kenang apa?).

Secara estetika mungkin  tampak kasar dibanding Kedu, Semarang, apalagi Surakarta dan Yogyakarta, tetapi sesungguhnya itu menujukkan orang Banyumas lebih terbuka, lebih demokratis, transparan dan tidak banyak basa basi.

Ketiga, dalam bidang kesenian, Banyumas memiliki kekayaan yang tiada tara dalam hal jenis dan jumlahnya. Mulai dari angklung, calung, paksimoi, rodad, kuntulan, ebeg/embeg (kuda kepang),  sampai wayang kulit pun  Banyumas memiliki gagrak tersendiri, baik dari musik pengiring (gending), antawacana, suluk, bahkan juga cerita dan karakter penokohan.

Keempat, pakaian identitas Banyumas memiliki corak tersendiri sendiri, baik beskap, kain, blangkon, maupun asesoris lainnya. Demikian juga untuk batik, model-model yang berkembang di Banyumas sangat menonjol perbedaannya dengan daerah lain. Secara filosofis, dari pakaian yang ditampilkan, orang Banyumas lebih egaliter, lebih merakyat, jauh dari tradisi feodal. Secara geografis barangkali karena Banyumas jauh dengan keraton Surakarta maupun Jogjakarta sehingga lebih banyak membangun budaya sendiri yang lebih massif.

Kelima, perbedaan dengan daerah lain juga terdapat dalam bentuk bangunan (arsitektur) asli  Banyumas yang sering disebut gaya limasan. Di masa kini, ketika rumah-rumah Spanyolan banyak dibangun sampai ke desa-desa, tentu saja bangunan asli Banyumas semakin berkurang. Tetapi sesungguhnya, Banyumas memiliki bentuk arsitektur tersendiri.

Keenam, dari aspek  kuliner, di Banyumas memiliki aneka makanan yang bukan saja lezat tetapi juga khas. Tempe kripikik, mendhoan, gethuk goreng Sokaraja, dan dhawet ayu Banjarnegara adalah nama-nama makanan/minuman yang tidak asing lagi bagi kebanyakan orang bukan saja Jawa Tengah, tetapi juga Indonesia.

Daftar keistimewaan Banyumas masih bisa diperpanjang, dengan mengangkat aspek historis misalnya, Banyumas telah memberikan sumbangan yang cukup signifikan dalam perjuangan kemerdekan Republik Indonesia. Panglima Besar Jendral Soedirman adalah kelahiran Banyumas. Sedangkan dari aspek sumber daya alam, Banyumas memiliki pelabuhan  bebas Cilacap yang menjadi penghubung  Jawa Tengah Selatan dengan daerah-daerah dan  Negara lain. Dari pariwisata Banyumas memiliki Dieng, Baturaden,  Benteng Pendem Cilacap, pantai Teluk Penyu, serta obyek wisata artifisual seperti Taman Rekreasi Seruling Mas di Banjarnegara dan Owabong di Purbalingga.

Kongres Banyumas

Sayangnya, akhir-akhir ini dirasakan sekali betapa rendahnya apresiasi warga Banyumas terhadap kekayaan yang dimiliki. Sebagian minder menggunakan bahasa Banyumas tatkala bertemu dengan komunitas lain. Lebih-lebih dalam penggunaan pakaian, benar-benar hampir punah.

Menyadari akan kekayaan budaya yang amat berharga itu, kiranya perlu menjaga dan mengangkat kembali kebudayaan secara massal dan sistematis. Kongres Banyumas adalah salah satu alternatif  untuk  mengangkat kembali pamor kebudayaan yang ada. Kongres mengagendakan pembahasan tentang penjagaan dan perawatan (konservasi) serta pengembangan (inovasi) dari semua aspek atau anatomi budaya.

Siapa penyelenggaranya? Siapapun yang peduli pada kekayaan Banyumas. Bisa pemerintah daerah, bisa Dewan Kesenian, bisa individu-individu penggiat budaya, bisa ornop/LSM, perguruan tinggi, bisa pula lembaga lain seperti media massa. Tetapi paling ideal Kongres diselenggarakan secara sinergi dari semua stakeholder dalam masyarakat.

Dalam forum ini, diundang para pakar dan budayawan untuk membahas topik-topik utama, sementara peserta diupayakan melibatkan semua penggiat, pemerhati, peminat, peneliti dan pelaku budaya Banyumas. Akhir Kongres diharapkan melahirkan sejumlah rekomendasi dan agenda aksi untuk dilaksanakan.

Inilah bagian dari langkah konkret untuk mengangangkat kembali kebudayaan Banyumas. Budaya Banyumas adalah kekayaan. Tanpa langkah konkret, kelak kekayaan Banyumas akan tergilas oleh arus globalisasi. Kita tidak ingin kebudayaan Banyumas menjadi fosil sejarah yang hanya ditemukan dalam museum yang sepi pengunjung. (Oleh Hadi Supeno, Budayawan, Mantan Wakil Bupati Banjarnegara)

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait

Analisis

Belajar Dari Si Rumput Raksasa

Sleman-Yogyakarta. Rerimbunan si rumput raksasa hampir dapat kita jumpai khususnya dipedesaan bahkan di lingkungan perumahan, hanya jenisnya yang disesuaikan. Bambu yang sering kita sebut dengan pohon,

5 KONTEN TERBARU

12:20
Pengalaman > Sulawesi Utara > JRK SULUT
23:18
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
23:14
Sesait,(SK), -- Dalam pelaksanaan Maulid adat Wet Sesait Kecamatan Kayangan, ada empat desa yang merupakan satu kesatuan yang terlibat yaitu Desa Sesait, Pendua, Santong dan Kayangan. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:14
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK), -- Wet Sesait meliputi empat desa yang ada wilayah Kecamatan Kayangan yaitu Desa Kayangan, Desa Pendua, Desa Santong (Khusus Dusun Santong Asli) dan Desa Sesait sendiri. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
18:51
Humbang Hasundutan (Suara Komunitas.Net) Tanpa alasan yang jelas dr Netty br Simanjuntak mangkir (tidak masuk kerja-red) selama empat bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul. Informasi Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
17:05
Sesait,(SK),-- Maulid adat yang dilaksanakan masyarakat adat wet Sesait, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, dihadiri langsung Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH,Minggu (05/02/2012) Berita > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah. Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.308740 seconds.