Joken Purba Dapat Penghargaan Wana Lestari 2010
Hotline Tapanuli FM - Hotline Tapanuli FM
Tapanuli Utara - Joken Purba menerima Penghargaan Wana Lestari dari Menteri kehutanan atas prestasi memanfaatkan lahan kritis seluas 25 hektar di Juma Tidahan desa banuaji Kecamatan Adian Koting Tapanuli Utara.
Joken mengatakan, rehabilitasi dan konservasi sumber daya hutan merupakan salah satu kebijakan prioritas Kementerian Kehutanan RI untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan upaya mencegah pemanasan global.
.
Kegiatan yang telah dilakukannya selama ini memanfaatkan lahan kritis seluas 25 Ha di Juma Tidahan, Desa Banuaji II Kecamatan Adiankoting Tapanuli Utara dengan menanami pohon pinus, mahoni, kayu manis, tanaman ketapang, asam gelugur, melinjo, dll.
Joken juga melakukan pelestarian sumber daya alam melalui konservasi tanah, budidaya holtikultura dan budidaya perikanan darat.
Karya Joken yang cukup tinggi ini pernah dikunjungi RE Nainggolan MM tahun 2001 semasa menjabat Bupati Taput dan sampai sekarang menjadi tempat praktek siswa SMK Pertanian se-Wilayah Taput.
Dia juga melakukan pembuatan dan pengendali serta pembibitan kopi dan kayu-kayuan sejak tahun 2001, di antaranya pembibitan ketapang swadaya serta penyuluhan kepada masyarakat sekitar.
Tingginya kepedulian Joken Purba terhadap masa depan hutan di Taput menghantar dirinya meraih penghargaan Wana Lestari 2010.
.
Kepada generasi muda, Joken berpesan agar mencintai lingkungan hidup. Dia mempedomani falsafah Gandhi yang menyebutkan: ”Pada dasarnya bumi mampu memberikan kesejahteraan pada semua umat manusia, tetapi bumi tidak akan cukup kuat menghadapi seorang yang serakah”
St. Joken Purba (70) warga Jalan Sisingamangaraja Tarutung Taput mendapat penghargaan Wana Lestari dari Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan, di Hotel Orcharcz Jakarta baru-baru ini. Penghargaan tersebut atas keikutsertaannya mengikuti lomba penghijauan dan konversi alam mewakili Tapanuli Utara 14-19 Agustus di Jakarta. [tu-lnwgt]
Joken mengatakan, rehabilitasi dan konservasi sumber daya hutan merupakan salah satu kebijakan prioritas Kementerian Kehutanan RI untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan upaya mencegah pemanasan global.
.
Kegiatan yang telah dilakukannya selama ini memanfaatkan lahan kritis seluas 25 Ha di Juma Tidahan, Desa Banuaji II Kecamatan Adiankoting Tapanuli Utara dengan menanami pohon pinus, mahoni, kayu manis, tanaman ketapang, asam gelugur, melinjo, dll.
Joken juga melakukan pelestarian sumber daya alam melalui konservasi tanah, budidaya holtikultura dan budidaya perikanan darat.
Karya Joken yang cukup tinggi ini pernah dikunjungi RE Nainggolan MM tahun 2001 semasa menjabat Bupati Taput dan sampai sekarang menjadi tempat praktek siswa SMK Pertanian se-Wilayah Taput.
Dia juga melakukan pembuatan dan pengendali serta pembibitan kopi dan kayu-kayuan sejak tahun 2001, di antaranya pembibitan ketapang swadaya serta penyuluhan kepada masyarakat sekitar.
Tingginya kepedulian Joken Purba terhadap masa depan hutan di Taput menghantar dirinya meraih penghargaan Wana Lestari 2010.
.
Kepada generasi muda, Joken berpesan agar mencintai lingkungan hidup. Dia mempedomani falsafah Gandhi yang menyebutkan: ”Pada dasarnya bumi mampu memberikan kesejahteraan pada semua umat manusia, tetapi bumi tidak akan cukup kuat menghadapi seorang yang serakah”
St. Joken Purba (70) warga Jalan Sisingamangaraja Tarutung Taput mendapat penghargaan Wana Lestari dari Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan, di Hotel Orcharcz Jakarta baru-baru ini. Penghargaan tersebut atas keikutsertaannya mengikuti lomba penghijauan dan konversi alam mewakili Tapanuli Utara 14-19 Agustus di Jakarta. [tu-lnwgt]
- Hotline Tapanuli FM
- Berita
- dibaca 1180x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


