A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
1 Sep 2010

Pulau Saponda Laut Tampat Berkembang Biak Penyu

Bajo Bangkit - Bajo Bangkit

SAPONDA LAUT -  Tidak banyak orang mengetahui tentang keberadaan pulau Saponda Laut. Pulau yang terletak di Kecamatan Soropia itu ini merupakan pulau yang tidak berpenghuni dan secara adminstrasi bukanlah pulau yang menjadi satu kesatuan desa. Pulau ini tidak lah di huni oleh oleh warga secara menetap. Namun pulau yang luasnya lebih  kecil dari pulau Saponda Darat yang di huni oleh warga  hanyalah menjadi tempat peristrahatan para nelayan. Di Pulau ini hanyalah di bangunan pondok kecil yang jumlahnya sekitar dua puluh rumah  untuk di jadikan tempat tinggal oleh nelayan Bajo  yang mencari ikan. Mereka hanyalah PaPongka (nelayan yang mencari ikan dalam beberapa hari) yang berasal dari Desa Mekar, Saponda dan sekitarnya. 

Di Pulau ini ada juga bangunan Pos Polair (Polisi Perairan) Sultra yang di jadikan pos pemantuan laut. Kondisi hutannya masih sangat bagus, dengan di tandai dengan rimbunnya pohon dan banyaknya kicauan burung. Untuk keperluan air minum, air di pulau yang  dapat di tempuh 2,5 jam menggunakan mesin TS dari kota Kendari sama juga seperti pulau yang lain, rasanya payau. Namun tidak untuk kondisi air lautnya, airnya jernih, pasirnya putih dan kondisi terumbu karang yang sebagian kecil masih terawat.

Dengan kondisi pasir yang bersih memungkinkan pulau ini di jadikan tempat bertelurnya penyu dan sisik. Para nelayan yang kebetulan ada di situ kadang melihat adanya penyu yang naik ke pinggir pantai untuk bertelur. Spesies langka ini ini sering menjadi perhatian tersendiri dari para nelayan. Pada waktu tertentu sudah terdeteksi kapan dan di mana penyu tersebut akan bertelur.

Pengetahuan yang mereka miliki dengan mudah mendeteksi keberadaan penyu di mana tempatnya dan kapan  akan bertelur. Dari pengalaman yang mereka alami ada beberapa cara yang di gunakan untuk dapat mengetahui kapan penyu-penyu tersebut akan bertelur. Jika bulan purnama atau bulan terang dan ada lingkaran yang mengelilingi bulan tersebut maka pada malam tersebut di percaya akan naiknya penyu untuk bertelur. Ada juga cara yang di gunakan untuk mendeteksi kapan naiknya penyu untuk bertelur, di lakukan dengan cara mengitung sisa telur penyu, sisa telur yang di hitung adalah sisa dari angka puluhan. Misalnya jumlah telur penyu sebanyak seratus lima butir atau sembilan puluh lima butir, maka para nelayan akan menjaga pada malam ke lima bulan di langit itu merupakan malam naiknya penyu untuk bertelur kembali pada bulan berikutnya. Ada juga cara dengan menggunakan perasaan dan tanda tanda alam.  Seperti adanya hembusan angin yang sepoi-sepoi yang tiba-tiba muncul pada saat cuaca tenang. Pada kondisi tersebut di yakini merupakan waktu naiknya penyu untuk bertelur.

Untuk mencari keberadaan telur-telur penyu yang ada di dalam pasir, para pemburu telur tersebut menggunakan media kayu untuk mendeteksi keberadaan telur. Sepotong kayu yang telah di runcing di masukkan ke dalam pasir. Jika di temukan adanya cairan atau ujung kayu tersebut basah, maka di lakukanlah penggalian karena yang basah tersebut merupakan butiran telur yang tertusuk oleh kayu yang telah di buat.

Namun warga mengaku, bahwa keberadaan penyu sudah mulai berkurang yang bertelur. Itu di sebabkan karena jika waktu bertelurnya di ketahui, nelayan menjaga pada saat setelah bertelur penyu tersebut dengan mudah di tangkap karena masih berada di daratan pasir yang kering. Di samping menjadi semacam rejeki menurut mereka, karena harga yang di tawarkan oleh pembeli lumayan tinggi. Dan jika telur tersebut yang sudah di keluarkan oleh induknya yang tertangkap di temukan makan telur tersebut akan menjadi santapan bagi para nelayan Papongka  tersebut .

Mereka tidak sadar, bahwa bintang yang ada sejak zaman purba tersebut sudah langka. Yang ada dalam benak nelayan hanyalah apa yang di dapat itu merupakan bagian dari rejeki yang di berikan oleh Tuhan yang Maha kuasa yang tidak boleh di tolak.  (Parman Bajo Bangkit)

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait

Analisis

Tidak Sekedar Bersuara, Berbuat

Wow pengembangan biogas oleh pengelolan radio komunitas. Hmm itu keren, cool. Karena radio komunitas jadi tidak NATO ya, No Action Talk Only, tetapi terus berbuat atau merespon lingkungan dengan segala

5 KONTEN TERBARU

12:15
KLU, Suarakomunitas.net - Kerusakan jalan penghubung beberapa dusun di Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum juga diperbaiki. Salah satu dusun yang jalannya Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
11:25
KLU, Suarakomunitas.net - Dari jauh tampak bangunan ini tidak terawat. Karena disamping atap bangunannya terbuat dari terpal robek, bertiang bambu lapuk dengan pagar bedeg, juga lantai Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
10:43
Manado, SK - Pengembangan Bio Gas sebagai sumber energy alternatif masyarakat menjadi cikal bakal Berita > Sulawesi Utara > JRK SULUT | Jaringan Radio Komunitas Sulawesi Utara
03:22
Medan (Suara Komunitas.Net)- Warga Kecamatan Medan Perjuangan meminta lokasi langganan banjir di kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Pelita II dan Jalan Letda Sujono Medan diatasi sesegera mungkin agar masyarakat Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
03:22
Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar, SE,MM saat melakukan reses Sabtu (2/6) di lokasi posko Warga Jalan Ngumban Surbakti memuji semangat juang 33 warga Jalan Ngumban Surbakti Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
03:21
Medan (Suara Komunitas.Net) Terkait kasus tanah Jalan Ngumban Surbakti yang sudah bertahun-tahun tidak diselesaikan pembayaran ganti rugi oleh Pemerintah Kota Medan kepada 36 warga pemilik lahan, baru-baru Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
03:16
Medan (Suara Komunitas.Net)-Perjuangan warga Jalan Ngumban Surbakti Medan memperjuangkan pembayaran ganti rugi tanahnya yang sudah dijadikan ruas jalan lingkar selatan Kota Medan cukup melelahkan. Sudah Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
03:16
Medan (Suara Komunitas.Net )- Tri Hardoyo, SE, diangkat sebagai Manajer PT.Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Cabang Medan menggantikan Manajer lama, Admi P.Sembiring yang ditarik ke kantor Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
03:15
Medan (Suara Komunitas.Net)-Minat masyarakat mengkosumsi kuliner semakin meningkat. Ini ditandai munculnya berbagai usaha kuliner di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia, terutama Medan.  Suasana Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
03:15
Medan (Suara Komunitas.Net) Puluhan pesepeda dikomandoi lembaga Pusaka Indonesia, AJI Medan dan Forum Sadar, Minggu pagi (3/6) memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan berkeliling kota Medan Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.387175 seconds.