Pulau Saponda Laut Tampat Berkembang Biak Penyu
SAPONDA LAUT - Tidak banyak orang mengetahui tentang keberadaan pulau Saponda Laut. Pulau yang terletak di Kecamatan Soropia itu ini merupakan pulau yang tidak berpenghuni dan secara adminstrasi bukanlah pulau yang menjadi satu kesatuan desa. Pulau ini tidak lah di huni oleh oleh warga secara menetap. Namun pulau yang luasnya lebih kecil dari pulau Saponda Darat yang di huni oleh warga hanyalah menjadi tempat peristrahatan para nelayan. Di Pulau ini hanyalah di bangunan pondok kecil yang jumlahnya sekitar dua puluh rumah untuk di jadikan tempat tinggal oleh nelayan Bajo yang mencari ikan. Mereka hanyalah PaPongka (nelayan yang mencari ikan dalam beberapa hari) yang berasal dari Desa Mekar, Saponda dan sekitarnya.
Di Pulau ini ada juga bangunan Pos Polair (Polisi Perairan) Sultra yang di jadikan pos pemantuan laut. Kondisi hutannya masih sangat bagus, dengan di tandai dengan rimbunnya pohon dan banyaknya kicauan burung. Untuk keperluan air minum, air di pulau yang dapat di tempuh 2,5 jam menggunakan mesin TS dari kota Kendari sama juga seperti pulau yang lain, rasanya payau. Namun tidak untuk kondisi air lautnya, airnya jernih, pasirnya putih dan kondisi terumbu karang yang sebagian kecil masih terawat.
Dengan kondisi pasir yang bersih memungkinkan pulau ini di jadikan tempat bertelurnya penyu dan sisik. Para nelayan yang kebetulan ada di situ kadang melihat adanya penyu yang naik ke pinggir pantai untuk bertelur. Spesies langka ini ini sering menjadi perhatian tersendiri dari para nelayan. Pada waktu tertentu sudah terdeteksi kapan dan di mana penyu tersebut akan bertelur.
Pengetahuan yang mereka miliki dengan mudah mendeteksi keberadaan penyu di mana tempatnya dan kapan akan bertelur. Dari pengalaman yang mereka alami ada beberapa cara yang di gunakan untuk dapat mengetahui kapan penyu-penyu tersebut akan bertelur. Jika bulan purnama atau bulan terang dan ada lingkaran yang mengelilingi bulan tersebut maka pada malam tersebut di percaya akan naiknya penyu untuk bertelur. Ada juga cara yang di gunakan untuk mendeteksi kapan naiknya penyu untuk bertelur, di lakukan dengan cara mengitung sisa telur penyu, sisa telur yang di hitung adalah sisa dari angka puluhan. Misalnya jumlah telur penyu sebanyak seratus lima butir atau sembilan puluh lima butir, maka para nelayan akan menjaga pada malam ke lima bulan di langit itu merupakan malam naiknya penyu untuk bertelur kembali pada bulan berikutnya. Ada juga cara dengan menggunakan perasaan dan tanda tanda alam. Seperti adanya hembusan angin yang sepoi-sepoi yang tiba-tiba muncul pada saat cuaca tenang. Pada kondisi tersebut di yakini merupakan waktu naiknya penyu untuk bertelur.
Untuk mencari keberadaan telur-telur penyu yang ada di dalam pasir, para pemburu telur tersebut menggunakan media kayu untuk mendeteksi keberadaan telur. Sepotong kayu yang telah di runcing di masukkan ke dalam pasir. Jika di temukan adanya cairan atau ujung kayu tersebut basah, maka di lakukanlah penggalian karena yang basah tersebut merupakan butiran telur yang tertusuk oleh kayu yang telah di buat.
Namun warga mengaku, bahwa keberadaan penyu sudah mulai berkurang yang bertelur. Itu di sebabkan karena jika waktu bertelurnya di ketahui, nelayan menjaga pada saat setelah bertelur penyu tersebut dengan mudah di tangkap karena masih berada di daratan pasir yang kering. Di samping menjadi semacam rejeki menurut mereka, karena harga yang di tawarkan oleh pembeli lumayan tinggi. Dan jika telur tersebut yang sudah di keluarkan oleh induknya yang tertangkap di temukan makan telur tersebut akan menjadi santapan bagi para nelayan Papongka tersebut .
Mereka tidak sadar, bahwa bintang yang ada sejak zaman purba tersebut sudah langka. Yang ada dalam benak nelayan hanyalah apa yang di dapat itu merupakan bagian dari rejeki yang di berikan oleh Tuhan yang Maha kuasa yang tidak boleh di tolak. (Parman Bajo Bangkit)
- Bajo Bangkit
- Berita
- dibaca 1307x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


