"Pasipupukang" Beasiswa Pendidikan Ala Suku Bajo
MEKAR - Suku Bajo dikenal sebagai pelaut yang tangguh. Laut adalah kehidupan mereka. Segala aktivitas mereka lakukan di laut. Tak heran jika Suku Bajo mendapat julukan sebagai manusia perahu. Tak hanya itu, suku ini juga diidentikkan dengan kemiskinan dan ketertinggalan. Pendidikan belum dipandang sebagai prioritas hidup. Hal ini disebabkan karena tidak adanya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya.
Akan tetapi seiring dengan bergulirnya waktu, wajah masyarakat Bajo kini mulai berubah. Mereka telah sadar akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka. Para orang tua ini tidak ingin anak-anak mereka menjadi nelayan seperti mereka, bertarung dengan ombak, terombang-ambing di tengah lautan dan terkadang pulang tanpa membawa hasil.
Semangat anak-anak Bajo untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi patut kita acungi jempol. Mereka tidak pernah mengenal kata menyerah, meskipun orang tua mereka tidak mampu membiayai pendidikan mereka hingga sarjana. Karena itu, dalam Suku Bajo dikenal istilah pasipupukang. Pasipupukang yang dalam bahasa indonesia disebut kerjasama/gotong royong ini merupakan bentuk apresiasi Suku Bajo yang ada di Kecamatan Soropia terhadap pentingnya pendidikan.
Pasipupukang ini diperuntukkan bagi anak Bajo yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Universitas, akan tetapi terhalang faktor biaya. Seluruh keluarga besar akan bermusyawarah untuk menanggung biaya kuliah si anak hingga selesai. Hal ini memang tergolong sederhana, akan tetapi membawa dampak yang sangat besar terhadap perkembangan pendidikan masyarakat Bajo. Sudah banyak anak-anak Suku Bajo yang berhasil menjadi “orang” dengan adanya pasipupukang ini.
Rustam misalnya, dia adalah salah satu anak Bajo yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikannya, akan tetapi orang tuanya yang hanya seorang nelayan tradisional tidak mampu membiayainya. Untunglah adalah program pasipupukang ini yang membantunya mengenyam pendidikan yang lebih baik.
Saya sangat senang bisa kuliah. Saya akan belajar dengan baik dan tidak akan mengecawakan keluarga yang telah membantu saya,” ungkap mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Haluoleo ini ketika ditemui di tempat tinggalnya di Desa Bajoe kamis (19/8). Seluruh masyarakat Suku Bajo berharap, dengan adanya pasipupukang ini mereka tidak lagi dipandang sebelah mata oleh suku-suku lainnya. ( Jum Bajo Bangkit)
- Bajo Bangkit
- Berita
- dibaca 1623x
- [1] komentar
Script timer: 0.336627 seconds.




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
