Menara Antena Rakom Ramanea Ditebang Pengusaha
Wanayasa, Jawa Barat. Sejumlah kalangan menyayangkan sikap seorang pengusaha yang merobohkan tiang antena milik Ramanea FM di Desa Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Ketua Dewan Penyiaran Komunitas Ramanea FM, Khoiruddin WM baru mengetahui
hal tersebut pada Selasa (31/8) dan langsung menemui pemilik
perusahaan. Wawan pengusaha asal Kota Lembang, mengaku tidak tahu
menahu atas penebangan menara setinggi 15 meter tersebut. Menurutnya hal
itu dilakukan oleh ayahnya H. Amuk, yang saat ini berada di Kota
Lembang, Kabupaten Bandung.
Ketika diminta untuk memberi keterangan di bawah sorotan kamera
video, Wawan menolak berkomentar bahkan dirinya mengaku sangat terganggu
oleh kehadiran Ketua DPK yang juga merupakan kontributor SK. Wawan
bahkan melontarkan larangan untuk meliputnya karena hal ini dianggap
mengganggu privasi. Ketika Khoirudin mengaku sebagai wartawan, dengan nada marah Wawan melarang menayangkan dirinya tanpa ijin, "Wartawan tidak boleh seenaknya begitu, kalau tanpa ijin itu pelanggaran terhadap privasi saya!" Ungkapnya
Sempat terjadi adu mulut antara Wawan dan Khoiruddin, sehingga mengundang perhatian banyak orang. Namun demikian tidak sempat terjadi adu jotos karena pertengkaran dilerai oleh Kang Herman dan warga lainnya. Kang Herman adalah salah seorang sesepuh Ramanea FM.
Sebagian besar orang yang hadir di lokasi menyatakan prihatin atas tindakan Wawan yang dinilainya tidak bersahabat. “Sebagai orang baru di sini, mereka tidak menampakkan persahabatan dan kurang bergaul dengan kami,” ujar seorang pemilik toko yang bertetangga dengan Wawan.
Ketika diancam akan dilaporkan kepada pihak berwajib karena telah menghalang-halangi tugas juru warta, Wawan dengan lantang mempersilahkan, “Sebagai warga negara yang baik tidak ada alasan saya menolak panggilan polisi!” Tantangnya.
Menara milik Ramanea berdiri di antara bangunan toko milik Usman dan milik Hj. Nina, kemudian kedua pemilik menjual tokonya kepada pihak lain. Oleh pemilik baru menara dianggap menghalangi pembangunan hingga kemudian ditebang tanpa kompromi dengan pihak Ramanea. Semula rakom mendapat izin menanam menara dari pemilik lama. Akibat ditebang dengan cara digergaji, antena jatuh, bengkok-bengkok dan rusak, pipa besi bagian atas menara tidak nampak lagi wujudnya, sementara tower self supporting segi empat bagian bawah sepanjang kira-kira 6 meter dibiarkan teronggok di pinggir jalan.
Haji Amuk dan anaknya Wawan sebagai pengusaha yang akan membuka showroom kendaraan bermotor, mengaku sudah mendapat izin merobohkan menara dari H. Rizal Selamat, warga setempat yang sebenarnya tidak ada kaitan dengan Lembaga Penyiaran Komunitas Ramanea FM. Sedangkan Ramanea tengah off air saat kejadian penebangan. “Kami sedang melakukan pemindahan ruangan studio ke Balai Desa Wanayasa, sehingga saat itu memang sedang off air,” ujar Mulyana, teknisi Ramanea.
Menyikapi hal ini pihak Ramanea akan bermusyawarah untuk menentukan
langkah selanjutnya, apakah diselesaikan secara hukum atau melalui
musyawarah kekeluargaan.(Tim SK)
- Ramanea FM
- Berita
- dibaca 1850x
- [0] komentar
Script timer: 0.305533 seconds.




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
