Pembentukan Provinsi Tapanuli, Adalah Jembatan Emas 1
Hotline Tapanuli FM - Hotline Tapanuli FM
Oleh : LNWGT
Ingul Senter Pedesaan Tapanuli, Jika disimak dengan cermat pernyataan Gubsu Syamsul Arifin, ketika melantik bupati dan wakil Bupati Tobasa baru baru ini bahwa Tapanuli harus dibangun memiliki makna yang bernas dan sangat dalam.
Pertama, Tapanuli saat ini masih membutuhkan sentuhan perubahan yang holistik, berkaitan dengan situasi dan kondisi masyarakat yang masih saja tertinggal. Itu fakta yang tak mungkin dihiraukan. Lebih baik jujur dan terbuka,kemudian bergerak untuk bangkit dan maju.
Kemudian, Tapanuli yang oleh banyak kalangan sering dikatakan sebagai anak tiri, karena dipinggirkan dalam pembangunan, sekalipun memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang luar biasa, tetap saja di ranah kebijakan nasional belum sepenuhnya mendapat perhatian yang serius.
Oleh karena itu, keadilan perlu dibumikan di wilayah Tapanuli, terutama dalam kaitan kesejahteraan masyarakat.
Kedua, pernyataan dari orang nomor satu di Sumatera Utara itu bisa dijadikan sebagai motivasi bagi siapa pun di Tapanuli untuk bekerja keras membangun daerahnya. Bagi para kepala daerah yang ada di kawasan Tapanuli hendaknya berpacu menjadi yang terbaik.
Caranya, melahirkan program yang benar-benar berpihak pada nasib rakyat banyak. Pertumbuhan ekonomi yang bertitik tolak pada keadaan masyarakat semestinya menjadi keutamaan yang tidak boleh dinomorduakan.
Di samping itu, seluruh pejabat daerah di kawasan Tapanuli, mestinya saling bersinergi merumuskan konsep bersama. Dilihat dari kultur masyarakat, daerah-daerah yang ada memiliki kesamaan.
Belum lagi kondisi geografis yang memang sama-sama bercirikan pertanian. Berjalan sendiri-sendiri hanyalah ekspresi keegoisan diri. Sekarang hal semacam itu sudah tidak zamannya lagi.
Pemerintah di semua tingkatan, terutama di daerah Tapanuli haruslah dekat dengan rakyat. Pemimpin harus berada di tengah-tengah rakyat. Tidak boleh jauh.
Kepentingan rakyat harus berada di atas segalanya. Responsivitas rakyat yang sudah ditunjukkan dalam berbagai kesempatan hendaknya dimaknai sebagai sebuah tekad dan motivasi. Rakyat jangan dihianati. Mereka merindukan agar daerahnya maju, sehingga membawa kesejahteraan kepada mereka
.
Di sisi lain, masyarakat luas, terutama yang ada di perantauan, juga harus dengan langkah sigap memulai karya-karya yang bisa disumbangkan bagi kemajuan Tapanuli. Mereka yang memiliki akses terhadap pemilik modal dan pengambil kebijakan harus menunjukkan peran dan kontribusi yang positif bagi kemajuan daerah ini. [Bersambung]
Ingul Senter Pedesaan Tapanuli, Jika disimak dengan cermat pernyataan Gubsu Syamsul Arifin, ketika melantik bupati dan wakil Bupati Tobasa baru baru ini bahwa Tapanuli harus dibangun memiliki makna yang bernas dan sangat dalam.
Pertama, Tapanuli saat ini masih membutuhkan sentuhan perubahan yang holistik, berkaitan dengan situasi dan kondisi masyarakat yang masih saja tertinggal. Itu fakta yang tak mungkin dihiraukan. Lebih baik jujur dan terbuka,kemudian bergerak untuk bangkit dan maju.
Kemudian, Tapanuli yang oleh banyak kalangan sering dikatakan sebagai anak tiri, karena dipinggirkan dalam pembangunan, sekalipun memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang luar biasa, tetap saja di ranah kebijakan nasional belum sepenuhnya mendapat perhatian yang serius.
Oleh karena itu, keadilan perlu dibumikan di wilayah Tapanuli, terutama dalam kaitan kesejahteraan masyarakat.
Kedua, pernyataan dari orang nomor satu di Sumatera Utara itu bisa dijadikan sebagai motivasi bagi siapa pun di Tapanuli untuk bekerja keras membangun daerahnya. Bagi para kepala daerah yang ada di kawasan Tapanuli hendaknya berpacu menjadi yang terbaik.
Caranya, melahirkan program yang benar-benar berpihak pada nasib rakyat banyak. Pertumbuhan ekonomi yang bertitik tolak pada keadaan masyarakat semestinya menjadi keutamaan yang tidak boleh dinomorduakan.
Di samping itu, seluruh pejabat daerah di kawasan Tapanuli, mestinya saling bersinergi merumuskan konsep bersama. Dilihat dari kultur masyarakat, daerah-daerah yang ada memiliki kesamaan.
Belum lagi kondisi geografis yang memang sama-sama bercirikan pertanian. Berjalan sendiri-sendiri hanyalah ekspresi keegoisan diri. Sekarang hal semacam itu sudah tidak zamannya lagi.
Pemerintah di semua tingkatan, terutama di daerah Tapanuli haruslah dekat dengan rakyat. Pemimpin harus berada di tengah-tengah rakyat. Tidak boleh jauh.
Kepentingan rakyat harus berada di atas segalanya. Responsivitas rakyat yang sudah ditunjukkan dalam berbagai kesempatan hendaknya dimaknai sebagai sebuah tekad dan motivasi. Rakyat jangan dihianati. Mereka merindukan agar daerahnya maju, sehingga membawa kesejahteraan kepada mereka
.
Di sisi lain, masyarakat luas, terutama yang ada di perantauan, juga harus dengan langkah sigap memulai karya-karya yang bisa disumbangkan bagi kemajuan Tapanuli. Mereka yang memiliki akses terhadap pemilik modal dan pengambil kebijakan harus menunjukkan peran dan kontribusi yang positif bagi kemajuan daerah ini. [Bersambung]
- Hotline Tapanuli FM
- Pendapat
- dibaca 1623x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


