Masihkah Rasa Nasionalisme Kita???
”17 Agustus 1945” Bagi rakyat Indonesi siapa yang tidak tahu peristiwa yang paling bersejarah yang terjadi pada tanggal tersebut??? Ya... Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Presiden RI yang pertama yakni Ir. Soekarno. Dan merupakan buah dari hasil perjuangan panjang para pejuang yang mempertaruhkan harta dan nyawa demi kemerdekaan kita.
Beberapa waktu yang lalu tepatnya 17 Agustus 2010, tanpa terasa sudah 65 tahun berlalu. Dan bertepatan dengan ini juga Indonesia, Negara kita tercinta ini sudah 65 tahun merdeka dari tangan penjajah. Namun apakah saat ini kita sudah benar-benar merdeka??? Mari kita tanya kepada diri kita masing-masing. Kemerdekaan yang telah kita rebut seharusnya diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, dan membuat bangsa kita semakin merdeka. Dalam hal ini rakyat kita dapat hidup tentram dan sejahtera. Tapi apakah hal tersebut sudah terjadi di jenjang waktu 65 tahun ini??
Kemiskinan, perpecahan, kelaparan, diskriminasi dan lain-lain ternyata masih mewarnai Indahnya Merha Putih yang berkibar itu. Lebih parahnya lagi kemerosotan moral dari bangsa kita kian menjadi-jadi. Banyak rakyat Indonesia sendiri yang tidak tahu isi dari Pancasila yang merupakan landasan bangsa kita. Banyak pemuda dan pemudi Indonesia yang tidak tahu apa itu sumpah pemuda. Banyak dan masih banyak lagi. Akankah hal ini dibiarkan berlarut-larut??? Mari kita bercermin akan hal ini. ”Kita sudah merdeka,” jangan sia-siakan perjuangan sang pahlawan yang telah tersenyum menanti kita di singgasana surga. Hidup Indonesia!!! (Ryo & Forest Crew).
- Forest Radio
- Artikel
- dibaca 1204x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


