A | A
628529745XXXX : genta news hari dusun cot seumantok kecamatan babahrot abdya diresmikan menjadi desa persiapan     628136036XXXX : seorg warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : 1 org warga arongan lambalek aceh barat hilang saat mencari kayu dihutan     628136036XXXX : info gempa mag 5 0 sr 11 01 2012 04 00 53 wib lok 2 39 lu 93 18 bt 325 km baratdaya kab simeulue kedlmn 59 km bmkg     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh nad dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga hari gisafm     62812694XXXX : hari ini aceh peringati 7 tahun tsunami aceh tgl 26 des 2011 di seluruh provinsi aceh dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang selama tiga ha     62812694XXXX : komplek perumahan korem lilawangsa tepatnya dibelakang rumah sakit kesrem lg terbakar dan hampir menghanguskan empat rumah gisafm lhokseumawe     628191776XXXX : news ratusan aktivis dan lsm yg trgbng dlm aliansi rkyt menggugat memnta gbrnr ntb membrhntikn bupati dan wabup lombok tengah krn plntknnya dinilai cct hkm     628191776XXXX : news nasip petani tembakau di pulau lombok terancam krn mndpt tntangan phk asing yg mengkampanyekan anti rokok intrnasional dn krng diprhtikn pemda stmpt     
29 Aug 2010

Incest Dalam Suku Batak 1

Hotline Tapanuli FM - Hotline Tapanuli FM
oleh E.Zoelverdi

Di tempat asal induk marga Tambunan, orang kawin semarga. Adat kendur justru di daerah akarnya. Kawin dengan orang bertali darah, atau incest, dianggap sebagai perilaku sempalan alias menyimpang.

Di masyarakat Batak Toba,pengertian incest bahkan lebih luas dari sekadar skandal antara orang tua dan anak, atau sesama saudara kandung, melainkan meliputi kawin dengan orang semarga.

Menurut keyakinan masyarakat, meski sudah turun-temurun dalam beberapa generasi, orang semarga tetap merupakan bertali darah bagai kakak dan adik.

Ini dikukuhkan dalam ketentuan adat sehingga orang semarga tabu kawin. Jadi, andainya terjadi incest, itu berarti arang bukan hanya mencoreng kening keluarga, tapi juga di wajah masyarakatnya. Sikap hormat pada warisan leluhur itu membuat hukum adat yang bicara, yaitu pasangan pelaku dijatuhi sanksi berat.

Caranya, ya, dibuang atau dikucilkan dari lingkungan asal, sebelum mereka mengadakan pesta adat dengan menyembelih beberapa kerbau sebagai tanda minta maaf kepada masyarakat. Bahkan, sempat pula jatuh korban jiwa, misalnya, pelaku incest kemudian terbunuh.

Jika orang semarga ditabukan berumah tangga, menurut penalaran, tentu, akan lebih tabu bagi orang dalam satu induk marga. Misalnya, marga Pardede dan Marpaung berasal dari satu induk marga yang tergabung dalam Sonak Malela. Seandainya pasangan dari dua marga tadi ada yang kawin, sanksinya paling banter hanya sekadar digunjingkan.

Kenyataan ini merupakan hasil penelitian Risma A. Simanjuntak, Mahasiswi Antropologi FISIP Universitas Sumatera Utara di Medan itu menuangkannya dalam skripsi berjudul "Sikap Masyarakat Batak Toba terhadap Perkawinan Incest" yang telah diuji akhir September 2010 lalu.

Penelitian sepuluh bulan itu khusus mengangkat kasus perkawinan semarga di Desa Tambunan Lumban Pea, Tapanuli Utara, 250 km dari Medan.

Desa ini berpenduduk sekitar 2.500 jiwa, yang punya mata pencarian sebagai petani dan nelayan danau. "Kebanyakan mereka tak tamat SD," kata Risma. Tingkat pendidikan, menurut cewek hitam manis ini, berpengaruh pada cara berpikir masyarakat setempat.

Dari serangkaian wawancara, Risma beroleh data, mereka yang pernah mengecap SMP atau SMA kebanyakan menolak kebiasaan incest itu.

Di desa yang mayoritas penduduk bermarga Tambunan ini, melalui 40 responden Risma menemukan 16 kasus incest, dan mereka hidup damai dengan jirannya.

Menurut Risma, daerah ini terletak di Bona Pasogit atau negeri asal. "Tapi bisa menyempal dari adat yang seharusnya berakar kuat di sini," katanya.

Dibantu beberapa kawannya, Risma bermukim dua minggu di Tambunan Lumban Pea, salah satu dari tiga desa Tambunan di Tapanuli Utara. Dua lainnya adalah Tambunan Lumban Gaol dan Tambunan Baru Ara. Ketiga desa inilah Desa Tambunan, di tepi Danau Toba.[bersambung ]
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Komentar
Sebenarnya kita tidak lantas menuduh adanya incest diantara marga Tambunan, karena perkawinan diantara mereka adalah antara 3 clan yang berbeda. Yang perlu disikapi adalah mempopulerkan nama dari ke-3 clan tersebut ketimbang menggunakan marga Tambunan. Hal yang sama juga terjadi pada keturunan Naipospos. Kultur Batak sebenarnya mampu menampik tuduhan incest dengan membentuk marga baru (marga sabungan) minimal setelah 7 generasi dari induk. Dokmatika Khatolik mengijinkannya setelah 4 generasi. HORAS
Maridup Hutauruk, 11 Oct 10 17:58
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait

Analisis

Belajar Dari Si Rumput Raksasa

Sleman-Yogyakarta. Rerimbunan si rumput raksasa hampir dapat kita jumpai khususnya dipedesaan bahkan di lingkungan perumahan, hanya jenisnya yang disesuaikan. Bambu yang sering kita sebut dengan pohon,

5 KONTEN TERBARU

12:20
Pengalaman > Sulawesi Utara > JRK SULUT
23:18
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM
23:14
Sesait,(SK), -- Dalam pelaksanaan Maulid adat Wet Sesait Kecamatan Kayangan, ada empat desa yang merupakan satu kesatuan yang terlibat yaitu Desa Sesait, Pendua, Santong dan Kayangan. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:14
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
23:13
Sesait,(SK), -- Wet Sesait meliputi empat desa yang ada wilayah Kecamatan Kayangan yaitu Desa Kayangan, Desa Pendua, Desa Santong (Khusus Dusun Santong Asli) dan Desa Sesait sendiri. Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
18:51
Humbang Hasundutan (Suara Komunitas.Net) Tanpa alasan yang jelas dr Netty br Simanjuntak mangkir (tidak masuk kerja-red) selama empat bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul. Informasi Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
17:05
Sesait,(SK),-- Maulid adat yang dilaksanakan masyarakat adat wet Sesait, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, dihadiri langsung Bupati KLU H.Djohan Sjamsu,SH,Minggu (05/02/2012) Berita > Nusa Tenggara Barat > Suara Genem Merenten FM
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah. Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU
13:19
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang Berita > Sumatera Utara > JARKOMSU

10 Komentar Terbaru

Script timer: 0.335138 seconds.