Cule bukan Guy ????
Oleh: Latifah Ulfa
“Jangan takut tersesat di jalan, masih banyak gang yang bisa kita lewati.” Katanya, sambil memelukku. Cule mahasiswa asal flores bertubuh kurus dengan rambut ikal dan kulit hitam sudah lama jadi sahabat setiaku.
“Banyak jalan menuju romakan?” kataku sambil nyengir.
“Sebenarnya cari bunganya dimana sih?” aku terus bertanya-tanya tapi tak ada jawaban. Cule membuatku penasaran. Cari bunga? Tanyaku dalam hati....
Astaga...,jangan-jangan Cule jatuh cinta . Tapi pada siapa? Bukankah dia tidak sedang dekat dengan seorang gadis? Lalu, untuk apa dia cari bunga? Celotehku dalam hati sambil berpikir menggit jari.
“Culun, ngapain kamu bengong kayak gitu? Mau nggak nemenin cari bunga?” teriaknya di kuping kananku tanpa kusadari ia memperhatikanku dari tadi. Aku tersentak kaget, salah tingkah deh jadinya. Kami lalu melanjutkan menelusuri gang yang sempit. Ku tengok hanphoneku untuk melihat waktu. Astaga, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 00.56, dan ini berarti sudah jadwal tidurku. Warga setempat terlihat sudah terlelap. Cule memaksaKu untuk tidak memejamkan mata sampai bunga yang ia cari bisa ia dapatkan.
“Cul..., besok aja deh kita lanjutkan cari bunganya” ucapku sambil menguap lebar di mukanya.
“nggak bisa fren ....ini sangat penting. Pokoknya malam ini bunga itu harus aku dapatkan.”
“emang bunga apa sih namanya? Kok segitu pentingnya?”
“ah....sudahlah, kau jangan banyak tanya. Kita ke arah sana, siapa tau ada bunga yang aku cari di depan rumah itu.”
Aku menguap sambil mengingat sudah berapa gang yang aku lewati. Satu...dua..tiga...empat...,ya.....sudah empat gang yang aku lewati utuk sampai di tempat ini. Otakku tidak berhenti bepikir dan hatiku terus bertanya, ada apa dengan sahabatku ini? Gadis mana yang membuatnya gila hingga larut malam begini ia mati-matian tidak tidur hanya untuk mencari bunga. Katanya sih, setangkai aja cukup.
“Cul...,gadis mana yang membuat kau gila seperti ini?” pertanyaanku tak dihiraukan. Ia terus berjalan dan sekai-kali menengok ke halaman rumah warga komplek, yang banyak di tumbuhi bunga-bunga. Komplek itu memang memiliki banyak tanaman hias. Cule tidak berhenti menyalakan lampu senternya dan menyelidiki bunga yang ada di komplek itu.
“Cule....kalau sampai gadis itu tidak menerima cintamu, aku yang akan marah, dan akan kuberi dia pelajaran.” Cuapku sambil mengamati Cule yang lagi serius melihat bunga di hadapannya.
“Nah..., ini dia bunganya, sudah ketemu kawan..” seru Cule. Mukanya menggambarkan orang yang lagi jatuh cinta. Mengapa tidak? Gelagaknya yang langsung mencium bunga sampai di pot yang kotor, membuat semua orang tau ia sedang jatuh cinta.
“Jatuh cinta ya jatuh cinta aja, tapi jangan cium bunga sampai di potnya dong. Dasar orang gila...”
“Apa kau bilang...?Aku jatuh cinta? Aku gila?? Hahaha...ha..ha., aku tidak sedang jatuh cinta kawan, dan aku juga tidak gila. Kalau aku gila, kamu juga pasti ikut gila... ha..hahaha..”
Otakku terus berputar. Hati dan pikiranku terus bertanya. Terlintas di pikiranku tentang Cule yang tidak suka dengan perempuan. Bukan tidak suka sih, tapi bisa diartikan, Cule tidak akrab dengan makhluk yang bernama perempuan. Lantas???
“Oh my god” kataku sambil berteriak.
“kenapa?” tanya Cule
Selama aku berteman akrab dengan Cule, aku hanya mendapati ia punya teman cowok. Apakah yang ada dipikiranku ini benar? Apakah Cule seorang gay? Aku terdiam menatap Cule yang lagi memandangiku dengan raut muka heran.
“Nih, pegang bunganya.” Kata Cule dengn nada yang lembut kepadaku. Aku tambah yakin kalau dia gay. Oh Tuhan..., mudah-mudahan ia bukan Rian yang kedua. Prasangkaku dalam hati.
“Besok dosenku pasti senang banget deh.” Katanya sambil memegang tanganku menggiring aku ke gang yang telah kami lewati. Aku terus memperhatikan wajahnya. Raut mukanya menampakkan secercah kegembiraan.
“Cul..., jadi kamu???” tanyaku terhenti.
“Apa? Jadi aku kenapa? Kamu kok bengong gitu?
“Bengong?” Ah...tepisku.
“Besok, pas masuk laboratorium dan membawa bunga ini, dosenku pasti bangga.”
“Bangga kenapa?”tanyaku keheranan.
“Iyalah...., secara bunga ini bunga yang langka dan tidak semua orang punya. Dan sekarang bisa aku peroleh buat dosenku untuk praktek nanti gitu lho....!!!”
“Oh, jadi untuk praktek?”
“Kamu kayak tidak tau aja anak biologi. Ya iyalah, bunga ini untuk bahan percobaan praktek nanti. Memang bunga ini untuk nenekmu?” kata Cule agak kesal.
Aku lupa kalau Cule mahasiswa biologi, yang tidak sama denganku berkutik dengan angka-angka tiap hari. Aku bernapas lega setelah mendapatkan penjelasan dari sahabatku ini. Untung saja aku belum sampai nyinggung perasaannya. Ternya Cule bukan gay. ***
- Washilah FM
- Sastra
- dibaca 1826x
- [0] komentar




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
