Prabowo Lantik DPD HKTI NTB
MATARAM-Selaku Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Jimpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), H. Prabowo Subianto melantikan kepengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI NTB periode 2010-1015. Pelantikan pengurus DPD HKTI NTB ini mendapat kesempatan pertama dilantik oleh DPN HKTI dibanding dengan DPD HKTI lainnya di 33 provinsi. Pelantikan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H. Abdul Malik mewakili Gubernur NTB, dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTB.
Pelantikan tersebut berlangsung Minggu (22/8) di Lombok Raya Hotel Mataram. Sementara pengurus yang dilantik teridiri dari Turut hadi H.M. Syamsul Luthfi selaku Ketua Umum DPD HKTI NTB, dan H. Hairul Warisin selaku ketua harian serta Kuspraptiwi Saptarita Agrawati selaku wakil ketua. Sedanghkan Lalu Moh. Taufik Hasan dilantik sebagai Sekretaris DPD HKTI dan Hairuna sebagai bendara. Syamsul Luthfi sendiri merupakan Wakil Bupati Lombok Timur. Prabowo saat itu juga
Pada kesempatan itu, Prabomelantik Pengurus Badan Penasihat Organisasi (BPO) HKTI NTB yang diketuai K.H. M. Zainul Majdi yang kesehariannya sebagai Gubernur NTB periode 2008-2013, Rosiady Sayuti (Kepala Bappeda NTB) sebagai Sekretaris. Prabowo menyatakan, organisasi HKTI yang telah memasuki tiga dekade itu telah sarat pengalaman sehingga kepengurusannya di semua tingkatan diharapkan semakin dewasa dan berperan aktif dalam mengisi pembangunan nasional.
Selain itu pengurus HKTI dapat berperan sebagai solusi atas berbagai permasalahan pertanian, terutama yang tengah dihadapi petani. "Himpunan Kerukunan Tani Indonesia harus bisa mencari jalan keluar jika petani dalam kondisi sulit. Karena itu, harus bisa menerapkan teknologi tepat guna dan bersama-sama petani membangun sektor pertanian menuju kesejahteraan pada masa mendatang," jelasnya.
Bagi HKTI di daerah, Prabowo mengingatkan, harus terus melakukan uji coba teknologi tepat guna kemudian memformulasikannya dalam bahasa sederhana lalu mengajarkan kepada para petani. Dikatakannya, pertanian adalah masa depan bangsa karena Indonesia negara agraris, dan jika petani sejahtera ketersediaan pangan mencukupi kebutuhan dan pada gilirannya ekonomi negara kuat."Petani kita harus diberi
kesehteraan dengan cara memotivasinya menghasilkan produk-produk pertanian sebab kalau tidak demikian, maka akan ada banyak petani yang meninggalkan lahan pertaniannya untuk mencari penghidupan di Jakarta," ucapnya. (her)
- Bragi FM
- Berita
- dibaca 1416x
- [0] komentar




Lombok Utara (Suarakomunitas)-Pansus terawangan DPRD KLU menolak kedatangan pihak PT WAH dalam agenda pertemuan yang rencananya akan mendegarkan ketererangan-keteraangan
Coba kita tarik pandangan ke dunia luar sebentar.. Lompatan besar yang sangat cepat (lompatan quantum) selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif. Lihat beda Cina sekarang
MATARAM – Ratusan warga peserta Kongres Sukma (Sunda Kecil : Bali, NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara), meluncurkan website Talasukma (Tata Kelola Sukma), Rabu (23/5) di lokasi 
-t.jpg)


