Obyek Wisata, Legenda Liang Boru Situmandi di Hutabarat Tarutung [1]
Hotline Tapanuli FM - Hotline Tapanuli FM
Oleh: P.J.Manalu
Salah satu objek wisata yang memiliki legenda cukup terkenal dikalangan orang Batak adalah Liang (GOA) Boru Natumandi di Desa Hutabarat, Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.
Alkisah, seorang perempuan cantik putri seorang raja yang kawin dengan seekor ular dan akhirnya hidup di dalam liang tersebut.
Konon ceritanya, dahulu kala ada seorang raja tinggal di tepian Sungai Situmandi. Raja tersebut memiliki kekayaan yang cukup sehingga sangat dikenal banyak orang waktu itu. Tidak hanya harta berlimpah, tetapi raja tersebut memiliki putri yang nan cantik jelita yaitu Siboru Natumandi.
Karena kecantikan dan kepintarannya melebihi wanita lain, maka disebut Natumandi (punya kelebihan dibanding dengan yang lain). Selain itu, ia juga selalu sopan, hormat kepada orangtua dan pandai bergaul dengan yang lain.
.
Karena kecantikan Siboru Natumandi melebihi wanita waktu itu, membuat banyak putra raja ingin meminangnya untuk jadi istri. Pemuda dari berbagai desa datang bermaksud untuk meminangnya. Akan tetapi, walaupun berbagai cara dilakukan pemuda yang mendekati dirinya, tak satupun berhasil meluluhkan cinta Siboru Natumandi.
Seluruh pemuda yang datang adalah pemuda tampan dan memiliki kedudukan yang tidak sembarangan karena mereka juga anak-anak raja. Namun Siboru Natumandi menjawab tawaran seluruh pemuda itu dengan sopan bahkan mereka diberikan makan dan minum. Jawaban Siboru natumandi hanya “mauliatema nunga ro hamu, alai mulakma hamuna, ndang lomo dope rohangku marhamulian” (terimakasih, kalian sudah datang menjumpai saya, tetapi saya belum kepingin berumahtangga).
Ketidak-berhasilan putra-putra raja tersebut untuk merayu Siboru Natumandi membuat raja-raja yang menyuruh anaknya tersebut mendatangi rumah Siboru Natumandi untuk berbicara dengan orangtua Siboru Natumandi.
“Kurang apa lagi kami ini, harta cukup banyak, kekuasaan ada, tapi kenapa Siboru Natumandi tidak mau menerima pinangan anakku.”kata salah seorang Raja yang datang menjumpai orangtua Siboru Natumandi [bersambung]
Salah satu objek wisata yang memiliki legenda cukup terkenal dikalangan orang Batak adalah Liang (GOA) Boru Natumandi di Desa Hutabarat, Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.
Alkisah, seorang perempuan cantik putri seorang raja yang kawin dengan seekor ular dan akhirnya hidup di dalam liang tersebut.
Konon ceritanya, dahulu kala ada seorang raja tinggal di tepian Sungai Situmandi. Raja tersebut memiliki kekayaan yang cukup sehingga sangat dikenal banyak orang waktu itu. Tidak hanya harta berlimpah, tetapi raja tersebut memiliki putri yang nan cantik jelita yaitu Siboru Natumandi.
Karena kecantikan dan kepintarannya melebihi wanita lain, maka disebut Natumandi (punya kelebihan dibanding dengan yang lain). Selain itu, ia juga selalu sopan, hormat kepada orangtua dan pandai bergaul dengan yang lain.
.
Karena kecantikan Siboru Natumandi melebihi wanita waktu itu, membuat banyak putra raja ingin meminangnya untuk jadi istri. Pemuda dari berbagai desa datang bermaksud untuk meminangnya. Akan tetapi, walaupun berbagai cara dilakukan pemuda yang mendekati dirinya, tak satupun berhasil meluluhkan cinta Siboru Natumandi.
Seluruh pemuda yang datang adalah pemuda tampan dan memiliki kedudukan yang tidak sembarangan karena mereka juga anak-anak raja. Namun Siboru Natumandi menjawab tawaran seluruh pemuda itu dengan sopan bahkan mereka diberikan makan dan minum. Jawaban Siboru natumandi hanya “mauliatema nunga ro hamu, alai mulakma hamuna, ndang lomo dope rohangku marhamulian” (terimakasih, kalian sudah datang menjumpai saya, tetapi saya belum kepingin berumahtangga).
Ketidak-berhasilan putra-putra raja tersebut untuk merayu Siboru Natumandi membuat raja-raja yang menyuruh anaknya tersebut mendatangi rumah Siboru Natumandi untuk berbicara dengan orangtua Siboru Natumandi.
“Kurang apa lagi kami ini, harta cukup banyak, kekuasaan ada, tapi kenapa Siboru Natumandi tidak mau menerima pinangan anakku.”kata salah seorang Raja yang datang menjumpai orangtua Siboru Natumandi [bersambung]
- Hotline Tapanuli FM
- Artikel
- dibaca 2642x
- [0] komentar




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
