PROTAP Harus Bisa Terwujud dengan Inovasi dan Kreativitas (Bag. I)
Oleh: Togap S
Ingul Senter Pedesaan Tapanuli 21/8- Dengan Inovasi Dan Kreatifitas Provinsi Tapanuli Harus Bisa Terwujud “ Untuk Memperoleh Hasil Yang Berbeda Harus Dilakukan Dengan Cara Yang Berbeda” (Albert Einstein).
Kehadiran Provinsi Tapanuli (Protap) pasti akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, meningkatkan pelayanan publik dan daya saing daerah serta didukung posisi tawar politik (political bargaining position) warga tapanuli di tingkat nasional. Inilah merupakan tujuan hakiki dari otonomi daerah.
Yang menjadi pertanyaan semua yang concern dengan Protap adalah “Apakah masih ada harapan Provinsi Tapanuli akan terwujud”?. Pertanyaan ini harus dijawab tuntas oleh penulis agar masyarakat mendapatkan kepastian akan hal ini. Secara umum ada tujuh dampak positif dari pembentukan Protap ini, antara lain
1). Demokratisasi, 2). Timbulnya pusat-pusat pertumbuhan baru (pole growth), 3). Pendekatan pelayanan kepada masyarakat, 4). Kemudahan membangun dan memelihara sarana dan prasarana, 5). Tumbuhnya lapangan kerja baru, 6). Tersedianya wadah penyaluran dana (DAU/DAK/dekonsentrasi/tugas pembantuan dan PHLN) dan bantuan informal lainnya dan 7). Adanya motivasi pengembangan inovasi dan kreatifitas untuk percepatan pembangunan.
Pemikiran sebagian pihak yang menyimpulkan dari sisi ekonomi seakan-akan Tapanuli kurang layak menjadi provinsi tidak sepenuhnya dapat dibenarkan. Memang kalau potensi ekonomi Tapanuli dinilai secara konvensional seperti sumberdaya alam misalnya pertambangan, hutan dan kesuburan tanah, pemikiran tersebut dapat dibenarkan.
Tetapi, menilai kelayakan ekonomi calon Provinsi Tapanuli [Protap] tidak cukup hanya dari sudut pandang potensi ekonomi konvensional, tetapi juga harus dinilai berdasarkan di luar kebiasaan (think outside of the box) atau dengan inovasi dan kreatifitas. Penulis akan fokus menguraikan terkait dengan inovasi dan kreatifitas yang dimiliki oleh calon Provinsi Tapanuli.
Potensi sumber energi listrik (Hydro Power) sekitar 1600 megawatt yang akan dihasilkan di sepanjang Sungai Asahan, merupakan sumberdaya alam yang akan mendukung perekonomian Provinsi Tapanuli. Dengan adanya potensi ini diperkirakan akan menimbulkan multiplier effect kepada sektor lainnya, antara lain perhotelan, industri manufaktur, home industry, industri menengah, perdagangan, mal/supermarketl dll di wilayah ini.
Sesuai dengan tujuan otonomi daerah, masyarakat yang berada disekitar Sungai Asahan dan Danau Toba harus mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan Hydro Power ini. Disisi lain, Pemda di sekitar Danau Toba dan pemda yang dilintasi Sungai Asahan juga juga harus mendapatkan manfaat langsung dengan kehadiran Hydropower melalui kepemilikan saham di perusahaan yang akan mengelola Hydropower ini.
Selama ini masyarakat dan pemda yang berada disekitar Danau Toba dan sepanjang Sungai Asahan tidak merasakan manfaat dan paling ironisnya hanya penonton saja. Diharapkan kelestarian Danau Toba sebagai sumber air akan terjaga karena telah melibatkan masyarakat dan Pemda dan mereka telah merasa memiliki.
Ada sepuluh kabupaten yang diperkirakan akan mendapat manfaat langsung dengan kehadiran Hydro Power ini adalah Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Samosir, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tanah Karo dan Kota Tanjung Balai. Setiap kabupaten/kota akan menerima dividen sebagai pendapatan asli daerah (PAD) yang merupakan sumber pendapatan baru.
Mengingat wilayah Danau Toba dan Sungai Asahan melintasi sepuluh kabupaten, maka sesuai UU 32/2004 Tentang Pemerintahan Daerah, yang akan memfasilitasi ini adalah pemerintah provinsi yaitu Sumut dan Protap (calon). Angka pasti pendapatan yang akan diperoleh provinsi dan kabupaten masih dalam perhitungan para ahli. Diperkirakan setiap kabupaten/kota akan menerima sepuluh kali lipat dari annual fee yang telah diterima sekarang (Rp. 1.2 M per tahun dari annual fee Pt. Inalum),
kata Bupati Taput Torang Lumbantobing (Sindo 3 Juni 2010). Inilah salah satu ide kreatif yang dilontarkan Putra Tapanuli Bapak Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan. Tim yang dipimpin oleh Pak Panjaitan sedang bekerja dan telah dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara PT Toba Sejahtera dengan sepuluh Pemda di sepanjang Sungai Asahan dan Wilayah Danau Toba.
Penandatangan MOU ini dilakukan pada tanggal 2 Juni 2010 yang disaksikan oleh Gubernur Sumatera Utara dan Presiden Komisaris PT. Toba Sejahtera. Nilai proyek Hydro Power yang ditandatangani tersebut sebesar USD 1,4 Milyar. Pendanaan proyek ini mayoritas akan didukung oleh BNP Paribas, sebuah Bank berskala Global yang bermarkas di Paris. Masyarakat dan sepuluh kabupaten/kota akan setuju dengan inovasi ini dan diharapkan dapat berperan mengentaskan kemiskinan, khususnya di wilayah Tapanuli. [berlanjut Kebahagian 2 selesai]
- Hotline Tapanuli FM
- Pendapat
- dibaca 1517x
- [0] komentar




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
