Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

UMKM Asal Lombok Tengah Bagian Utara Ingin Ambil Bagian di The Bazaar Mandalika Berita

Talentafm LOMBOK TENGAH,SK - Warga Lombok Tengah bagian utara, berharap diberikan tempat di The Bazaar Mandalika Kute Pujut Lombok Tengah. Akses informasi soal Kawasan Pariwisata The Mandalika juga dinilai warga setempat sangat minims. Demikian disampaikan salah seorang Aktifis Pemberdayaan Masyarakat, Herman, Minggu 8/7/2018 kepada Talentafm.

Herman mengaku, baru mengetahui soal The Bazaar Mandalika itu setelah beberapa kali diberiatakan Radio Komunitas Talenta FM. "Apalagi kemarin kita dengar pernyataan Pak Menteri Pariwisata kalau UMKM akan diberikan bantuan untuk berjualan di kawasan Wisata The Mandalika, maka kami ingin ambil bagian,"katanya.

Hal itu lanjut Herman, bagian dari kurangnya sosialisasi pemerintah dan terjadi ketimpangan antara utara dan selatan. "Galian C saja pemerintah tidak serius ngurusnya. Apalagi tentang kawasan utara yang didorong menjadi kawasan wisata alam. Potensi yang cukup banyak namun pengelolaan masih setenga hati,"ujarnya.

Hasil alam dan hasil kerajinan warga bagian utara sangat melimpah. Namun menurut Herman, persoalannya ada pada pembinaan dan pemasaran. Begitu juga dengan dampingan Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) binaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah, yang sedang ia dampingi di desa kopang dusun ngorok. "Mereka sudah mampu membuat dalam jumlah yang cukup besar. Namun pemasarannya masih diseputaran pasar tradisional dan warung-warung kecil di seputaran lombok tengah bagian utara,"ungkapnya.

Stol atau kios lapak UMKM di The Bazaar Mandalika lanjut Herman, bisa menjadi solusi yang saat ini dicari-cari masyarakat utara. "Apalagi dapat mengisi lapak-lapak yang sudah disediakan Itdc itu, sepertinya menarik dan akan dapat mengangkat perekonomian warga kami di utara,"ucapnya.

Adapun warga binaan yang ia dampingi lanjut Herman, berupa usaha pembuatan jajanan kering seperti emping jagung, pisang sale, kripik pisang dan kripik ubi. "Warga saat ini menjalankan usaha itu secara berkelompok. Ada kerajinan tangan dari bambu di desa karang sidemen dan desa mas-mas. Sementara untuk usaha jajanan kering itu ada di desa Aik Bukak , Desa Lantan, Desa Aik Berik, Desa Teratak dan banyak di Desa Kopang,"tuturnya.

Untuk menindak lanjuti informasi soal The Bazaar Mandalika tersebut, pihaknya bersama warga dalam waktu dekat akan berkunjung ke Itdc agar nanti tidak ketinggalan peluang menempati lapak UMKM yang dimaksud.

Sementara itu, Kepala Genaral Affair The Mandalika, I Gusti Lanang Bratatusta menanggapi hal tersebut menyatakan, ITDC mensuport  industri kerajinan yang dapat mendukung destinasy Pariwisata The Mandalika. Namun demikian untuk pemasaran produk hasil kerajinan masyarakat tersebut memang harus mendapatkan sentuhan dari leading secktor."Ini tentu leading sektor yang berhubungan dengan indutsri dan perdagangan agar hasil kerajinan itu mempunyai nilai kompetitip dipasaran,"katanya via WA kepada Talentafm.

Pihaknya lanjut I Gusti Lanang Bratatusta, akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait dengan berbagai masukan positif yang berasal dari masyarakat pengrajin untuk bisa berperan dan diberikan kesempatan untuk mendukung peningkatan jumlah kunungan wisatawan  ke Lombok tengah dan NTB pada umumnya. (Litha)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.0931 seconds.