Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

SMJ dinilai Dewan langgar komitmen perbaiki jalan rusak imbas tol Berita

Kajen, Suarakomunitas. - PT SMJ, pelaksana pembangunan jalan tol dinilai oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah II Kab. Pekalongan telah melanggar komitmen untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol. Demikian diungkapkan oleh Munir, Sekretaris Komisi C DPRD beberapa waktu lalu.

Dewan berencana akan memanggil pengelola dan instansi terkait terkait darurat jalan rusak akibat pembangunan jalan tol. Diperoleh informasi sebelumnya, pada Senin (14/05) lalu, dewan memanggil Pemkab dan perwakilan kontraktor tol, namun sampai saat ini belum terlaksana.

“Untuk itu dalam waktu dekat ini komitmen kami dari Komisi C akan memanggil kembali rekanan proyek tol dalam rangka menghadapi lebaran ini jalan yang rusak akibat pembangunan proyek tol harus diperbaiki. Jangan sampai terus beralasan karena proyek nasional namun imbasnya masyarakat yang dirugikan,” kata Munir.

Menurut Munir,  DPRD Kabupaten Pekalongam  sudah berulang kali mengadakan rapat bersama Waskita, SMJ, Kepolisian, Kejaksaan dan Dinas Pekerjaan Umum. Dalam setiap rapat, pihak Waskita dan SMJ menyatakan berkomitmen untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat dilalui truk bermuatan material proyek pembangunan Tol.

“Kami sudah menuntut supaya jalan yang rusak segera diperbaiki jangan sampai menunggu selesai. Minimal yang berlubang ditutup sehingga tidak membahayakan pengguna jalan namun dalam kenyataannya komitmen kesepakatan malah dilanggar sehingga menimbulkan banyak korban kecelakaan,” ujar Munir beberapa waktu lalu.

Komitmen lain yang harus disepakati, lanjut Munir, menyiram jalan sehingga tak berdebu dan licin. Kemudian muatan truk juga harus ditutup menggunakan terpal sehingga tidak jatuh berceceran yang berimbas membahayakan pengguna jalan, dan yang terakhir sopir dilarang ugal- ugalan.

Munir menegaskan bahwa Pemkab dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum harus segera menginventarisir jalan yang rusak imbas dari pembangunan jalan tol. Sehingga sebelum lebaran sudah diperbaiki.  “Kita pantau bareng- bareng supaya jalan segera diperbaiki,” imbuhnya.

Surat Terbuka Untuk Presiden

Tidak ada kejelasan dan komitmen dari kontraktor tol untuk memperbaiki jalan yang rusak juga menggerakkan warga menulis surat terbuka untuk Presiden RI.

Surat terbuka yang ditulis oleh Didiek Harahap, Ketua Yayasan Gema Desa Nusantara, Bojong Kabupaten Pekalongan ini diunggah di laman media sosial Wartadesa pada Rabu (16/05). Hingga saat ini tulisan tersebut sudah dibagikan oleh warganet Pekalongan sebanyak 723 kali, dikomentari oleh 1,5 ribu orang dan menjangkau 183.465 orang.

Beragam komentar disampaikan oleh warganet, rata-rata mereka mendukung surat terbuka tersebut agar Pemerintah segera menegur pelaksana proyek tol untuk segera memperbaiki jalan yang rusak imbas dari tol.

Berikut surat terbuka untuk Presiden RI Joko Widodo tersebut.

#SuratTerbukaWargaUntukPresidenRI
Assalamualaikum Wr.Wb.
Selamat malam, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT

Kpd Bpk Presiden RI Joko Widodo Presiden Joko Widodo @jokowi
Kpd Bpk Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Asip Kholbihi Asip Kholbihi@asipkhobihi

Semoga Bapak beserta keluarga dalam keadaan sehat dan diberkahi dalam menjalankan amanah yang diemban.

Sudilah kiranya Bapak berkenan membaca uneg-uneg yang ada dalam hati ini, semoga uneg-uneg ini bisa mewakili suara warga Pekalongan secara umum.

Bapak ynng terhormat, kami tidak menolak proyek jalan tol, kami juga tidak anti proyek jalan tol. Kami menyadari ini proyek nasional yang wajib bagi kami mendukungnya. Tetapi kami mohon kepada Bapak untuk juga memikirkan dampak yang terjadi dari pembangunan jalan tol ini, setiap hari kami harus menghirup debu jalanan dampak dari proyek ini. Bagaimana nasib anak-anak kami kelak jikalau setiap hari harus menghirup udara yang sudah tidak sehat lagi?.

Kami tidak akan menuntut apa-apa, cukup bagi kami apabila Bapak berkenan memperbaiki jalan-jalan yang rusak karena dampak dari proyek tol ini.

Kami tahu dan sadar jikalau jalan ini diperbaiki pun akan tetap rusak karena proyek yang masih lama, tetapi apakah karena kesadaran kami ini harus banyak korban yang berjatuhan?.

Sudah beberapa kali kecelakaan terjadi karena kondisi jalan penuh lubang dan berdebu, bukan hanya disiram air agar tidak berdebu menjadi solusinya, karena dengan disiram, justru jalan menjadi licin dan bnyak mengakibatkan kecelakaan.

Bapak Presiden RI dan Bapak Bupati yang terhormat, perlu bapak ketahui, dampak proyek tol ini tidak hanya sekedar jalnan rusak dan berdebu, disamping masalah kesehatan tapi dari sisi ekonomi juga besar dampaknya, para pedagang keliling entah yang menggunakan gerobak dorong, sepeda kayuh, atau pun sepeda motor tentunya akan merasakan dampak yang palig berat. warung-warung makan yang berada dipinggir jalan tidak luput dari debu jalanan. pengusaha angkutan transportasi pastinya juga merasakan dampaknya. Masih banyak jika diuraikan dampak merugikan dari proyek tol ini.

Memang kematian adalah takdir, kecelakaan juga garis hidup, tapi kita sebagai manusia tentunya harus berusaha, sama halnya dengan rejeki yang juga takdir, tetapi kita wajib untuk berihtiar agar rejeki itu datang.

Sekali lagi kami sampaikan, kami tidak menolak proyek tol dan kami tidak anti proyek tol, tapi tolong jangan karena tol, jalan jadi bodol. Jangan karena tol kendaraan jadi ambrol, jangan karena tol kesehatan jadi jebol.

Semoga Bapak berkenan membaca tulisan ini dan dapat menindak lanjuti agar kami bisa menghirup udara segar lagi, agar anak-anak kami bisa tersenyum berseri merayakan idul fitri sebentar lagi.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

ttd

Didiek Harahab, S.A.P., M.Si.
ketua Yayasan Gema Desa Nusantara
Jl. Rogopenepi Desa Ketitanglor No. 58 Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan 51156 Phone: 0285-7830303

Keterangan Foto: Korban kecelakan di ruas jalan Bojong-Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Selasa (15/05)

(Eva Abdullah)

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08896 seconds.