Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

500 balita di Kabupaten Pekalongan kekurangan gizi Berita

Kajen, Suarakomunitas. - Sekitar 500 balita di 19 kecamatan se Kabupaten Pekalongan mengalami kekurangan gizi. Hal tersebut mendorong pemerintah setempat mencanangkan program pengentasan balita gizi kurang. Program dilakukan dengan cara penyuluhan 'Pola Asuh dan Nutrisi untuk Anak Sehat dan Cerdas' dengan melibatkan 300 relawan kesehatan di Kabupaten Pekalongan.

"Data Dinas Kesehatan menunjukkan dari 500 anak yang mendapatkan Nutrilite Little Bits. Alhamdulillah, terdapat 436 anak yang mengalami peningkatan perbaikan gizi." terang  Munafah, Ketua Gema Setia sekaligus Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Pekalongan, Senin (07/05).

Munafah menambahkan bahwa pihaknya menggandeng sebuah yayasan untuk melakukan monitoring, evaluasi dan penyuluhan gizi.

Menurut Munafah, pencegahan dan penanganan gizi buruk pada balita tidak bisa dilakukan Pemerintah atau PKK sendirian, namun, memerlukan keterlibatan semua pihak, oleh karena itu, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, relawan dan seluruh stakeholder terkait untuk keroyok bersama-sama agar gizi kurang menjadi 0%.

Sementara itu, ahli gizi, Rita Ramayulis DCN MKes mengatakan, kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya gizi seimbang untuk anak diawal pertumbuhan mereka bisa mengakibatkan anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhannya bahkan menjadi obesitas.

"Gizi ibu yang tidak optimal juga menjadi salah satu penyebab masalah kurang gizi pada balita. Oleh karena itu, setiap ibu harus selalu mengonsumsi makanan yang seimbang," jelas Rita.

Rita merasa terharu bertemu langsung dengan ibu-ibu yang mempunyai anak balita gizi kurang. "Semangat ya bu, Anak itu rezeki yang tidak terhingga dari Maha Pencipta. Berilah dia cinta," ucap Rita.

Rita mengajak para ibu untuk mengasuh anak dengan pola yang baik,  "Asuh anak dengan pola yang baik, beri anak makanan yang sesuai dengan umurnya, terapkan hidup bersih dikeluarga ibu, beri anak stimulasi dengan selalu mengajaknya berbicara dan bermain melibatkan gerak dan pikirannya, serta beri anak cinta. Jadikan anak selalu nyaman ketika berada di dekat ibu," jelas Rita. (Eva Abdullah)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09052 seconds.