Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Jika tidak segera diatasi Pekalongan akan alami krisis air bawah Berita

Pekalongan Kota, Suarakomunitas. - Penggunaan sumur air dalam atau sumur bor tentunya membawa berkah bagi masyarakat, namun dibalik itu semua akan muncul kerugian, yakni melemahnya kestabilan lapisan tanah dan penurunan muka air tanah di sekitar sumur dalam tersebut.

Di Kota Pekalongan sumur air dalam dalam banyak dibuat oleh dunia usaha, seperti perhotelan, supermarket dan usaha pencucian mobil. Dampaknya, menurut Bappeda Kota Pekalongan, tiap tahun terjadi penurunan tanah (Wartadesa, 2/5).

Kasus yang sama terjadi di Semarang, pembangunan sumur dalam secara besar besaran menyebabkan penurunan muka tanah hingga 10 cm. Hal tersebut membuat banjir dan rob sulit ditangani (www.kompas.com).

Terkait dengan tingginya penggunaan sumur dalam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan berencana mengajukan moratorium penggunaan air tanah ke Gubernur Jawa Tengah. Menurut Purwanti, Kepala DLH, pengambilan air tanah di Kota Batik telah melebihi ambang batas.

‘’Karena itu, kami berencana mengajukan moratorium pengambilan air bawah tanah ke Gubernur Jawa Tengah. Jika penggunaan air tanah tidak dibatasi, ketersediaan air tanah akan lebih cepat habis. Karena itu yang menyebabkan permukaan tanah turun,’’ terangnya.

Purwanti menambahkan, hingga saat ini data DLH mencatat ada 144 titik air dalam yang digunakan oleh dunia usaha seperti  perhotelan, supermarket dan usaha pencucian mobil.

Untuk membackup kepentingan penggunaan air dunia usaha, pihak DLH akan membuat danau-danau kecil untuk menghentikan penggunaan air tanah.

Purwanti menjelaskan, sebelum mengajukan moraorium penggunaan air tanah, pihaknya memastikan ada back-up ketersediaan air bagi masyarakat dan dunia usaha di Kota Pekalongan. Berdasarkan data DLH Kota Pekalongan, terdapat 144 titik sumur air tanah.

Danau-danau tersebut sebagai pengganti penggunaan air tanah, sehingga nantinya sumur-sumur pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) akan mengambil air dari danau-danau tersebut. Lanjut Purwanti. (Eva Abdullah)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09178 seconds.