Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pemerintah Harus Bangun Akses Internet di Lapas Berita

Medan (Suara Komunitas.Net) - Jika saat ini ada upaya melakukan pemberdayaan terhadap anak-anak putus sekolah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun rumah tahanan (Rutan) untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka (UT), itu sangat positif dan harus didukung.


“Hanya saja pemerintah mesti membuat akses internet, Wifi maupun lainnya yang terkait untuk pembelajaran kuliah di Lapas maupun Rutan Kelas I-A Tanjung Gusta Medan.Jika sarana informasi digital itu tidak disediakan, maka peningkatan SDM anak-anak Lapas yang berkeinginan melanjutkan kuliahnya akan terkendala,” kata Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar (foto) di Medan baru-baru ini.
Ia mengakui adanya pemberdayaan SDM seperti keterampilan terhadap anak-anak dan remaja di Lapas potensinya memang besar, namun sayang belum tergali.
Agar mereka yang bermasalah hukum itu bisa berdaya guna, maka diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan berbagai pengusaha. Misalnya, diantaranya dapat mensortir biji kopi berkualitas. Jadi jika mereka sudah keluar dari Lapas, maka sudah mengetahui seluk beluk mana kopi yang berkualitas dan mana yang tidak.
“Ini merupakan tantangan bagi Kepala Lapas untuk menggali berbagai terobosan yang intinya begitu anak-anak, remaja dan dewasa keluar dari Lapas mereka sudah memiliki kemampuan untuk bekerja, diantaranya bengkel dan asesoris. Yah, pokoknya begitu bebas, mereka tidak mau lagi kembali ke hotel prodeo itu,” kata Brilian Moktar seraya berjanji akan memberikan bantuan buku-buku yang bermanfaat bagi anak-anak, remaja dan dewasa yang berada di Lapas maupun Rutan.
Menurut dia, selama menjadi wakil rakyat ia sudah sering berkunjung ke Lapas maupun Rutan baik di Sumut maupun luar provinsi. Kendala yang paling krusial adalah kapasitas daya tampung yang terbatas.
“Dalam beberapa tahun ini semua lapas maupun Rutan di Indonesia penyakitnya sama, yakni over kapasitas. Untuk mengantisipasinya, pemerintah harus membangun lapas dan rutan beberapa lantai. Sehingga dapat menampung dalam jumlah besar,” katanya seraya mengakui saat ini lahan untuk pendirian lapas dan rutan di kota-kota besar sudah tidak ada lagi.(okta)

Editor : Tohap P.Simamora

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.10472 seconds.