Mengheningkan Cipta Untuk Mimi Rasinah
JARiK Cirebon - JARiK Cirebon
Cirebon - Mimi Rasinah merupakan Salah satu maestro tari topeng yang paling dikenal . Nenek asal Indramayu Jawa Barat ini sangat berjasa dalam mengenalkan Tari Topeng hingg level internasional. Beberapa Negara seperti perancis, jepang dan Negara eropa lainnya sudah pernah menyaksikan kekuatan magic mimi rasinah ketika sedang mementaskan tari topeng.
Suasana meriah pementasan Maestro Topeng Cirebon di depan Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang senin (9/8) berubah menjadi hening, bahkan tidak sedikit pula terdengar isakan penonton yang menjadi irama baru pada malam itu. Film documenter menjelang pementasan tari Topeng yang akan dilakukan oleh Cucu kesayangan mimi rasinah,Aerly (26) menjadi penyebabnya.
Film documenter mengenang kegigihan Mimi Rasinah dalam mengembangkan tari topeng, terekam dalam tampilan dua layar lebar yang terpampang disamping panggung utama. Ketika wajah mimi rasinah tampil menghiasi layar, tarikan nafas penonton seakan berirama bergerak untuk menahan kesedihan yang sedang di alami oleh pecinta seni Tari Topeng Cirebon.
Terlihat, sosok mimi rasinah dengan segala kekurangan masih semangat untuk bisa menampilkan dan melestarikan tari topeng dengan baik. Beberapa gambar mimi rasinah sedang menari bersama cucu dan para anggota sanggarnya, begitu juga ketika mimi rasinah berada dibelakang panggung sebelum pentas.
Yang lebih mengharukan, ketika salah seorang putri mimi rasinah dengan berurai air mata, menceritakan bagaimana kegigihan mimi rasinah dalam melestarikan tari topeng “mimi tidak pernah mengeluh, bahkan mimi selalu semangat ketika menari. Bahkan sampai sekarang, ketika kondisi mimi sangat tidak sehat. Mimi masih menginginkan untuk tetap bisa menari” ujarnya
Pembuatan film documenter tersebut memang dibuat beberapa hari sebelum Mimi rasinah meninggal dunia. Sehingga ucapan putri Mimi Rasinah tadi, membuat para penonton menitikkan air mata haru setelah mengetahui apa yang terjadi sekarang “hebat, perjuangan yang sangat sulit tergantikan” ujar salah satu penonton.
Bahkan dalam sambutannya, Toto Asmar salah satu Dosen STSI Bandung dan juga salah satu motivaror bangkitnya Mimi Rasinah dalam menari mengatakan, bukan hanya Indonesia yang kehilangan Mimi Rasinah, tapi Dunia “tadi saya dapat telpon dari penggemar mimi rasinah yang ada di jepang, Australia dan perancis. Mereka menanyakan kebenaran meninggalnya mimi rasinah. Ketika saya benarkan, mereka langsung menangis tersedu-sedu” ujar toto
Pertemuan maestro tari topeng pada senin (9/8), sejatinya memang akan dihadiri juga oleh mimi rasinah. Namun ternyata tuhan berkehendak lain. Pada sabtu (7/8) sekitar tiga hari setelah beliau melaksanakan pementasan di Jakarta, mimi rasinah dipanggil yang kuasa pada umur 80 tahun. Sebuah akhir yang sarat pesan penting untuk penerusnya. Pada saat pementasan di Jakarta, meskipun dalam kondisi setengah badan yang hanya bisa bergerak (karena terkena stroke), mimi rasinah tidak menyerah untuk bisa menari topeng, walaupun untuk naik ke panggung, maestro topeng tersebut harus digendong oleh menantunya. Suasanya yang begitu mengharukan, sebagai pesan akhir bagi penerus tari topeng Cirebon.
Kesemangatan mimi rasinah dalam mengembangkan tari topeng, memang bisa dilihat dari gerakan tubuh dan liukan tangan mimi rasinah dalam menjaga tradisi budaya Indonesia. Namun pementasan di Jakarta tersebut menjadi sebuah kenangan akhir untuk kebesaran sang maestro.
Selamat Jalan Mimi Rasinah, dengan gemulaimu Indonesia bisa diakui Dunia…..
Suasana meriah pementasan Maestro Topeng Cirebon di depan Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang senin (9/8) berubah menjadi hening, bahkan tidak sedikit pula terdengar isakan penonton yang menjadi irama baru pada malam itu. Film documenter menjelang pementasan tari Topeng yang akan dilakukan oleh Cucu kesayangan mimi rasinah,Aerly (26) menjadi penyebabnya.
Film documenter mengenang kegigihan Mimi Rasinah dalam mengembangkan tari topeng, terekam dalam tampilan dua layar lebar yang terpampang disamping panggung utama. Ketika wajah mimi rasinah tampil menghiasi layar, tarikan nafas penonton seakan berirama bergerak untuk menahan kesedihan yang sedang di alami oleh pecinta seni Tari Topeng Cirebon.
Terlihat, sosok mimi rasinah dengan segala kekurangan masih semangat untuk bisa menampilkan dan melestarikan tari topeng dengan baik. Beberapa gambar mimi rasinah sedang menari bersama cucu dan para anggota sanggarnya, begitu juga ketika mimi rasinah berada dibelakang panggung sebelum pentas.
Yang lebih mengharukan, ketika salah seorang putri mimi rasinah dengan berurai air mata, menceritakan bagaimana kegigihan mimi rasinah dalam melestarikan tari topeng “mimi tidak pernah mengeluh, bahkan mimi selalu semangat ketika menari. Bahkan sampai sekarang, ketika kondisi mimi sangat tidak sehat. Mimi masih menginginkan untuk tetap bisa menari” ujarnya
Pembuatan film documenter tersebut memang dibuat beberapa hari sebelum Mimi rasinah meninggal dunia. Sehingga ucapan putri Mimi Rasinah tadi, membuat para penonton menitikkan air mata haru setelah mengetahui apa yang terjadi sekarang “hebat, perjuangan yang sangat sulit tergantikan” ujar salah satu penonton.
Bahkan dalam sambutannya, Toto Asmar salah satu Dosen STSI Bandung dan juga salah satu motivaror bangkitnya Mimi Rasinah dalam menari mengatakan, bukan hanya Indonesia yang kehilangan Mimi Rasinah, tapi Dunia “tadi saya dapat telpon dari penggemar mimi rasinah yang ada di jepang, Australia dan perancis. Mereka menanyakan kebenaran meninggalnya mimi rasinah. Ketika saya benarkan, mereka langsung menangis tersedu-sedu” ujar toto
Pertemuan maestro tari topeng pada senin (9/8), sejatinya memang akan dihadiri juga oleh mimi rasinah. Namun ternyata tuhan berkehendak lain. Pada sabtu (7/8) sekitar tiga hari setelah beliau melaksanakan pementasan di Jakarta, mimi rasinah dipanggil yang kuasa pada umur 80 tahun. Sebuah akhir yang sarat pesan penting untuk penerusnya. Pada saat pementasan di Jakarta, meskipun dalam kondisi setengah badan yang hanya bisa bergerak (karena terkena stroke), mimi rasinah tidak menyerah untuk bisa menari topeng, walaupun untuk naik ke panggung, maestro topeng tersebut harus digendong oleh menantunya. Suasanya yang begitu mengharukan, sebagai pesan akhir bagi penerus tari topeng Cirebon.
Kesemangatan mimi rasinah dalam mengembangkan tari topeng, memang bisa dilihat dari gerakan tubuh dan liukan tangan mimi rasinah dalam menjaga tradisi budaya Indonesia. Namun pementasan di Jakarta tersebut menjadi sebuah kenangan akhir untuk kebesaran sang maestro.
Selamat Jalan Mimi Rasinah, dengan gemulaimu Indonesia bisa diakui Dunia…..
- JARiK Cirebon
- Liputan Khusus
- dibaca 960x
- [0] komentar




JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada
Sesait,(SK),--Menjelang sore hari akan dilakukan persiapan Memajang atau Ngengelat yang akan dilaksanakan setelah sholat Asyar berjamaah sampai menjelang waktu sholat Magrib dan Isya
Sesait,(SK),--Kegiatan bisok menik (cuci beras) bukan sekadar membersihkan beras sebelum dimasak, namun memiliki makna sejarah.Lokasi bisok menik ini tidak pernah diubah sejak zaman
Medan (Suara Komunitas.Net) Keberadaan KPID Sumut ke depan tidak hanya berkutat kepada persoalan perizinan. Tapi harus direvitalisasi termasuk keberadaannya guna menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Medan (Suara Komunitas.Net) KPID adalah polisi moral dalam bidang penyiaran, karena itu kehadiran KPID diharapkan mampu mengawasi isi siaran lembaga penyiaran sehingga dapat meminimalisir dampak yang 

-t.jpg)
