Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pemda KLU, Apresiasi Milad Desa Pendua ke 15 Berita

Tanjung,(SK),-- Peringatan hari ulang tahun ke 15 Desa Pendua, Sabtu malam, (01/04), bertempat di Gedung Serba Guna Desa Pendua, di hadiri Wakil Bupati Sarifudin,SH.MH.

Selain dihadiri Wakil Bupati Sarifudin, wakil ketua DPRD Djekat, Plt. Kadis Dikpora KLU, Camat Kayangan, Kapolsek Kayangan, Ketua AKAD KLU, para Kepala Desa, Ketua BPD, LPM, se-Kecamatan Kayangan, Para Kepala Dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat,tokoh pemuda,tokoh wanita se- Desa Pendua dan undangan lainnya.

Ketua Panitia, Mistawan dalam laporannya mengatakan, HUT Desa pendua yang diperingati saat ini merupakan peringatan yang kedua kali sejak berdirinya tahun 2003 silam.

Dikatakan, dalam peringatan kali ini digelar berbagai lomba dan hiburan, diantaranya lomba Posyandu, jalan sehat, lari maraton tingkat SD,SMP,SMA dan umum. Selain itu, digelar pula pasar malam dan hiburan selama satu minggu baik kesenian tradisional dan kesenian yang bernuansa Islami serta puncak hiburan dengan menampilkan kesenian tradisional Cupak Gurantang, yang kesemuanya itu adalah untuk masyarakat desa pendua. "Alhamdulillah, berkat kerja sama dan dukungan seluruh warga masyarakat dan pemerintah desa pendua, kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan rencana, "katanya.

Sejarah terbentuknya Desa Pendua ini tidak terlepas dari peran para tokoh dan sesepuh desa Sesait Djekat, yang juga Wakil Ketua DPRD KLU saat ini, yang secara kebetulan saat itu menjabat Kepala Desa Sesait. Selain itu, peran para tokoh seperti mendiang Algas,AR, Jadun, Lemasim, turut pula menghantarkan Desa Pendua ini menjadi sebuah desa yang mandiri, seperti saat ini. "Atas jasa-jasa dan perjuangan beliaulah Desa Pendua ini terbentuk,"katanya.

Kepala Desa Pendua M. Abu Agus Salim Tohirudin dalam sambutannya mengatakan, sangat berkesan dengan perayaan hari ulang tahun desa Pendua yang kedua kalinya di gelar sejak berdirinya 15 tahun silam ini. Berbagai rangkaian kegiatan lomba dan inovasi yang di gelar pihak panitia, ini menandakan bahwa masyarakat Desa Pendua sangat bersuka cita terhadap keberadaan desanya yang sudah 15 tahun merdeka dari Desa Induk Sesait.

Oleh karenanya, Kades yang termuda di Kecamatan Kayangan ini pun mengajak seluruh elemen masyarakatnya untuk mengenang kembali peristiwa sakral detik detik terbentuknya Desa Pendua ini 15 tahun silam. Perjuangan para tokoh dan sesepuh, untuk bisa berdiri menjadi sebuah desa baru di Kecamatan Kayangan ini, tidaklah mudah. Sehingga momen perayaan 15 tahun berdirinya Desa Pendua ini, patut di kenang.

Dikatakan, Peringatan Desa Pendua ke 15 ini mengambil tema "Kami Cinta Desa Pendua." Dengan semangat desa Pendua kita tingkatkan inovasi dan kreativitas dalam memgelola potensi sumber daya lokal desa, guna terwujudnya desa Pendua yang sejahtera.

Oleh karena itu, melalui peringatan Hut Desa Pendua ke 15 yang kedua kali di rayakan ini, Kades mengajak seluruh warga masyarakatnya bercermin dari sejarah masa lalu, untuk terus berjuang pantang menyerah dalam mendukung terwujudnya berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. "Saya sangat berkesan dan bersuka cita atas kebersamaan dukungan dan peran masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT Desa Pendua ke 15 yang jatuh pada tanggal 1 April 2018 ini,"tandasnya.

Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Desa Pendua ke 15 ini, Wakil Ketua DPRD KLU Djekat dalam testimoninya menjelaskan secara global bagaimana terbentuknya desa-desa di wilayah Kecamatan Kayangan, termasuk Desa Pendua ini, yang dulunya pada jaman Belanda maupun jaman Jepang masih menjadi satu dengan Desa Sesait. Dimana dulu katanya, seluruh desa mulai dari Desa Selengen hingga desa Santong (10 Desa) awalnya adalah menjadi satu dengan Desa Sesait. Kantor Desa Sesait dulupun berada di Amor Amor. Keadaan ini terus berlangsung hingga jaman Belanda dan jaman Jepang berakhir. Setelah itu, mulailah Desa Selengen berdiri sendiri tahun 1929 dan Desa Sesait pun bergeser ke Lokok Rangan hingga pada tahun 1966, Desa Kayangan pun berdiri dan terpisah dari Desa Sesait. Sejak itulah Desa Sesait pindah ke Santong.

Pada tahun 1997, Desa Santong pun berdiri. Sebagai Desa Induk, maka Desa Sesait pun lagi-lagi bergeser ke Sumur Pande hingga sekarang. Berdasarkan perkembangan selanjutnya, kembali Desa Sesait di mekarkan pada tahun 2003 dan berdirilah Desa Pendua ini. Pada tahun 2015 lalu, Desa Sesait kembali melahirkan dua desa baru, yakni Desa Persiapan Pansor dan Desa Persiapan Santong Mulia. Dua desa ini pun baru mengantongi nomor register dan sudah di verivikasi oleh Tim dari Provinsi NTB, tinggal menunggu detk-detik menuju Devinitf.

Selain menyinggung sejarah panjang perjalanan terbentuknya desa-desa di wilayah Kecamatan Kayangan tersebut, Djekat juga menjelaskan terkait dengan fungsinya selaku wakil rakyat di DPRD. Dimana, katanya, bahwa sebagai wakil rakyat, tentu dirinya harus selalu bersama rakyat berjuang mewujudkan berbagai aspirasi yang di usulkan masyarakat. "Mudah mudahan, semangat kebersamaan kita teruskan menuju desa mandiri,"tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KBPMD Drs H.Kholidi yang mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kepada jajaran Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Pendua atas suka citanya dalam merayakan Hari Ulang Tahun Desa Pendua ini dengan beragam mata lomba yang digelar. Ini menunjukkan betapa suka citanya menyambut kegembiraan menyongsong dan membangun Desa Pendua ini menjadi desa yang mandiri.

Atas nama Pemerintah Daerah, mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Desa yang ke 15, semoga apa yang telah di lakukan oleh jajaran Pemerintah Desa dan masyarakat dalam menapak tilas perjalanan panjang proses terbentuknya Desa Pendua ini, bisa dimaknai dengan wujud syukur. Wabup juga mengingatkan bahwa perjalanan panjang proses terbentuknya Desa Pendua ini sangatlah tidak gampang. Sehingga para sesepuh yang berada di garis depan saat itu, seperti mendiang almarhum Algas,AR, Lemasim, Jadun dan Darmasih, tidak tinggal diam. Mereka terus berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan pihak legislatif maupun dengan eksekutif saat itu, bagaimana agar proses pemekaran desa pendua saat itu bisa di wujudkan.

Wabup juga mengatakan, dirinya turut andil dalam proses perjuangan terbentuknya Desa Pendua ini. Dimana dulu katanya, masyarakat Desa Pendua ini dalam sejarah pernah melakukan demo di Kantor Bupati Lombok Barat saat itu. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai kritis, sehingga saatnyalah sekarang ini untuk islah. Hal ini perlu dilakukan, mengingat betapa rumitnya proses berdirinya desa baru saat itu,”tandasnya.

Di akhir sambutannya, H.Kholidi mengajak seluruh elemen untuk trus saling bahu membahu mendukung dan membangun Desa Pendua ini menuju Desa Pendua yang mandiri badlatun Thayyibatun Warabbun Gafur.(eko)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.11791 seconds.