Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

BALAI ADAT DESA GUMANTAR “Keaslian Rumah Tetap Terjaga, Kebiasaan Menenun Punah” Sastra

Tanjung,(SK),-- Lombok Utara memiliki beberapa kampung yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Kampung-kampung ini tersebar di beberapa Kecamatan. Di Kecamatan Kayangan, ada beberapa kampung adat yang masih bisa ditemukan hingga sekarang. Salah satunya berada di Dusun Desa Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan.

Sejumlah kampong adat yang masih memegang keasliannya banyak ditemukan di Lombok Utara. Di Kecamatan Kayangan misalnya, yang kini menjadi daya obyek wisata budaya adalah terdapat di Dusun Desa Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan.

Di dalam areal kampung yang di huni sekitar puluhan Kepala Keluarga tersebut, memang masih terdapat beberapa bangunan tradisional yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Seperti bale Beleq, lumbung, hingga berugak. Di kampung ini, beberapa bangunan tradisional masih tertata rapi. “Kemarin sempat diganti atapnya saja dengan jerami, sedang yang lainnya tetap utuh,”kata salah seorang tokoh masyarakat Dusun Desa Beleq, Radim.

Menurut Radim, dirinya sudah tinggal di rumah adat tersebut selama 50 tahun lebih. Untuk menjaga keaslian sejumlah rumah adat yang ada di kampong tersebut, pihak dusun hanya merenovasi bagian atap yang terbuat dari jerami atau alang-alang itu saja. Warga yang tinggal di Kampung Adat, juga masih belum menikmati listrik. Karena keaslian kampong adat masih dijaga, untuk penerangan rumah-rumah warga hanya mengandalkan lilin yang terbuat dari buah jarak pagar yang dibalut kapas atau lampu minyak.

 Selama tinggal di rumah adat tersebut, ada beberapa perubahan yang sudah terjadi. Diantaranya, beberapa warga yang dulu tinggal di kampong adat tersebut sudah banyak yang pindah keluar areal kampong adat tersebut. “Mereka pindah ke rumah yang permanen. Kalau di dalam areal kampong adat kan tidak boleh di renovasi. Jadi mereka bangun rumah permanen di luar areal kampong adat,”jelasnya.

Radim menambahkan, ada beberapa aktivitas warga yang kini sudah hilang. Misalnya, sebelumnya di kampong tersebut ada warga yang membuat kain tenun, namun sekarang hal itu sudah tidak ada lagi karena tidak ada yang meneruskan. Dulu, katanya, tiap hari ada aktivitas membuat kain tenun di teras rumah.Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Padahal ini bisa jadi salah satu yang dijual ke wisatawan yang adatang ke daerah tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, H.Muhamad mengungkapkan, Kampung Adat Dusun Dasan Beleq Desa Gumantar saat ini sedang dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya. Ada tiga paket wisata yang dikembangkan di kampong adat ini. Tiga paket wisata yang ditawarkan antara lain, mengunjungi situs rumah adat di Desa Adat, mengunjungi air terjun Tiu Ngumbak dan Hutan Adat. Untuk menunjang Desa Adat Gumantar ini, pihaknya telah mengalokasikan anggaran yang digunakan untuk memperbaiki rumah adat. “Disini tidak boleh ada bangunan yang di ubah. Jadi warga yang ingin tinggal di rumah permanen, biasanya membangun rumah di luar kampong adat. Sehingga keaslian rumah-rumah adat ini masih terjaga hingga saat ini,”tandasnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.10152 seconds.