Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

STQ Ajang Baca Al-qur’an Pada Anak Berita

Sambelia – Untuk mendorong minat baca Al -qur’an pada anak dan dewasa, pemerintah Kecamatan Sambelia menggelar Seleksi Tilawatil Al- Qur’an (STQ) yang ke 25, tingkat Kecamatan Sambelia, pada (26/3) di halaman kantor camat Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

STQ ini digelar untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang akan menggelar Musabbaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang rencananya akan berlangsung pada 16 April 2018 di lapangan umum Aikmel, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur.

Pada MTQ itu nanti, pemda meminta kepada semua camat se- Kabupaten Lombok Timur, mengirim utusannya masing-masing untuk mengikuti lomba MTQ tersebut.

Atas dasar itulah sehingga, pemerintah kecamatan Sambelia mengawali perlombaan STQ tingkat kecamatan Sambelia, dimulai sejak 26 – 30 Maret 2018, bertujuan untuk menjaring para hafidz/hafidzah yang akan ikut bertanding ke tingkat kabupaten nantinya.

Mengawali sambutannya pada acara pembukaan lomba STQ tersebut, camat Sambelia, Drs. Zaetul Akmal, mengingatkan kepada semua unsur tenaga pendidik, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pembina TPQ di semua desa, agar sama – sama memiliki kepedulian untuk mengembangkan minat baca Al-qur’an sejak dini pada anak – anak.

“Siapapun yang menjadi camat nanti harus melanjutkan kegiatan ini. Tuntut dia untuk melanjutkan, jangan berhenti sampai disini,” pesannya.

Camat juga meminta kepada penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Ustadz Muhammad Zaini, sekaligus ketua Dewan Hakam agar sama-sama mengawal STQ ini hingga akhir.

Disamping itu, camat berjanji untuk mempasilitasi terbentuknya Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Sambelia. Hal ini katanya, penting dilakukan sebagai wadah atau tempat anak – anak belajar membaca ataupun menghafal Al-qur’an.

“Ini menjadi PR kita kedepan untuk membentuk LPTQ, jangan tertindih oleh hiburan semata,” katanya.

Sebelumnya, ketua panitia lomba Sapri, Spd dalam sambutannya mengatakan, lomba STQ yang dilaksanakan kali ini merupakan program pembinaan yang bersifat spiritual. Kegiatan Ini katanya, perlu digerakkan oleh pemerintah kecamatan agar membudaya dan rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Kedepan kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk meningkatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada anak-anak,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Sapri melaporkan jumlah dana kegiatan yang berhasil dikumpulkan dari para guru, instansi pemerintah dan juga swasta sejumlah Rp 10.850.000. Dimana menurutnya, anggaran yang seharusnya disiapkan sekisar 25 juta.

Meskipun dengan anggaran yang minim lanjutnya, panitia tetap optimis kegiatan lomba ini bisa berjalan sesuai harapan dan tujuan bersama. (Fikri)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08901 seconds.