Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

KORELASI SOSIAL DAN PERTANIAN Berita

Lotim. SK_Sosial dan bisnis, saat ini cukup akrab ditelinga kita. Meski kedua kata ini sukar untuk diwujudkan. Namun belakangan sedang diplikasika berbagai organisasi dan kelompok sosial.

Berbeda dengan konsep sosial dan pertanian. Menurut keterangan Herul alias Mamiq Askary yang juga aktif sebagai petani. Dirinya mengulas korelasi konsep sosial dan pertanian.

Dikutip dari pernyataannya di facbook. Dua kata yakni sosial dan pertanian ada perbedaan strategi yang dilakukan.

Menurutnya menjadi petani, lebih megedepankan energi yakni berupa fisik. Berbeda dengan kerja-kerja sosial mendominasi akal dan pikiran.

Berikut ulasan Mamiq Askary dalam akun facebooknya Herul Anwar Anwar pada statusnya Senin, 2/4/2018.

Bertani dan Bersosial. Dua kata yang ditambahkan dengan awalan "Ber" adalah satu kesatuan olah fisik dan olah pikir.

Melakukan tatakelola pertanian mengeluarkan keringat dan mengeluarkan biaya baru menikmati hasil. Sedangkan melakukan kerja-kerja sosial, membutuhkan pikiran,strategi dan managemen yang mumpuni untuk mendapatkan hasil (kebermanfaatan bagi masyarakat-baca).

Kedua profesi tersebut jika disatukan akan melahirkan kesehatan jiwa dan raga. Sisi lain kedua profesi memiliki tantangan, bertani tantangannya gagal panen, pupuk mahal, hama pengganggu dan petani tidak berdaulat terhadap akses pasar. Sedangkan bekerja sosial memiliki tantangan hanya satu yaitu kita jarang ketemu sama anak dan istri serta keluarga. (305)

Poto : Jayengrana

Foto Speaker Kampung.
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08964 seconds.