Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kades se-Lombok Tengah Terkesan Selalu Belajar Aturan Karena Hal Ini Berita

TALENTA FM Lombok Tengah,SK - Kades terkesan selalu belajar, karena aturan yang ada inkonsisten. Demikian disampaikan Ketua Forum Kades, Sahim ,S.Pd dalam sesi dialog pada sebuah acara sosialiasasi tentang Dana Desa di Pendopo Bupati Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

Sahim lebih lanjut menyampaikan, aturan yang selalu berubah-ubah itu membuat kades-pun selalu dalam kondisi seolah olah belajar dalam setiap proses pembangunan yang dilakukan didesa. " Bahkan kami sampai pernah study banding ke DPR dan meminta agar aturan itu oleh tiga menteri terkait menjadi satu bagian,"katanya.

Inskonsisten itu lanjut sahim, masih saja terjadi hingga saat ini. Dan itulah yang membuat sebagian desa terlambat dan sebagainya dalam menyelesaikan APBDEs-nya. Untuk mengurangi atau bahkan menghapus berbagai kekurangan itu, maka acara sosialisasi seperti hari itu kata sahim merupakan hal yang sangat baik. "Maka mari melakukan kegiatan seperti ini setiap bulan dan kekurangan-kekurangan itu kita buka,"tandasnya.

Yang perlu diketahui lanjut Sahim, hanya sebagian kecil saja desa yang mengalami kesalahan, namun terkadang didramatisir seolah olah semua desa. Yang diibaratkan Sahim "Satu makan nangka semua kena getah," Pada kesempatan itu, Kades se-Lombok Tengah juga meminta agar persentase anggaran Dana Desa untuk kegiatan Pemberdayaan/Kepemudaan dikurangi. Karena persentase--nya saat ini dianggap terlalu tinggi.

Karena tingginya persentase anggaran untuk pemberdayaan itu lanjut Sahim, membuat kades kebingungan karena anggaran untuk kegiatan fisik menjadi hanya 40 persen saja."Ini membuat apa yang kita serap dari tingkat Musyawarah Dusun atau musdus menjadi tidak terdanai. Sehingga pembangunan berjalan tak sesuai rencana,"katanya. Untuk itu, Sahim menitipkan pesan agar aturan soal persentase anggaran untuk Pemberdayan/Kepemudaan yang dinilai sangat tinggi tersebut diturunkan. (ding)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09833 seconds.