Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Mandalika World Musik Jazz Kuta Lombok Diharap Bukan Yang Pertama dan Terakhir Berita

TALENTA FM Lombok Tengah,SK - Salah satu rangkaian acara Festival Pesona Bau Nyale 2018 adalah Mandalika World Music Festival yang digelar Senin Malam (5/3) 2018 di Pantai Kuta Lombok Tengah. Ratusan penonton yang pada umumnya wisatawan mancanegara memadati arena pertunjukan. Salah satu musisi Jakarta, Ary Juliant Berharap acara itu, bukan yang pertama dan terakhir.

Pada pertunjukan Mandalika World Music ini menghadirkan berbabagi macam alat musuik tradisional yang tampak klasik namun unik yang mengahdirkan nada-nada kontemporer dan abstrak. Dengan konsep yang berbeda pada tema sasak etnic, membuat perpaduan nada tradisional dan modern menghasilkan warna music yang baru dan indah.

Apalagi dilakoni oleh musisi-musisi terkenal seperti Candra Irawan and Friends, Suradipa, Ary Juliant dan musisi lokal yang baru memulai tapaknya dalam dunia music jazz yang bernaung dibawa Ruerase Projet yaitu Jerry Etnica. “kami sengaja tekankan kepada masing-masing musisi yang akan tampil untuk wajib memainkan music bernuansa tradisional sasak. Dan seperti yang kita saksikan bersama, semuanya ada yang menampilkan music dan lagu khas tradisional sasak,”Ungkap Ferdy salah seorang panitia.

Melihat antusias wisatawan yang hadir, ini salah satu indicator kalau konten baru di Festival Pesona Bau Nyale ini cukup menjanjikan dan menarik wisatawan kedepan. Maka diharapkan agar konten itu bisa terus digelar setiap tahunya. Karena musisi Jazz nasional apalagi lokal sangat mendukung acara tersebut.”Semoga ini awal yang baik dan kedepan kita usahakan agar lebih wah lagi dalam pelaksanaanya. Saat ini hanya sebagai gebrakan pertama saja dulu,”jelasnya.

Sementara itu, musisi Ary Juliant menyampaikan, biasanya dia selalu membawa gitar dalam setiap pertunjukanya. Namun pada performance-nya di Mandalika World Music hanya membawa sejumlah peralatan music sederhana yang hasilkan nada-nada alam.”Agar bisa eksplor music tradisonal sasak yang cenderung terdiri dari Gendang, kulintang dan suling, maka kami membawa alat music ini dengan sentuhan Bass Gitas,”ungkapnya.

Ary Juliant berharap agar Mandalika Wolrd Music dengan sentuhan Jazz tersebut, bukan pertama dan yang terkahir, namun terus diadakan setiap tahunya. Sehingga Indonesia memiliki lagi sati icon perntunjukan Jazz ditanah air yakni Mandalika World Musik Jazz di Kuta Lombok. Untuk diketahui, masing-masing musisi yang diundang untuk tampil pada Mandalika World Music ini, memainkan setidaknya 3 lagu secara bergiliran.

Namun demikian, bagi sebagian warga yang hadir, tampaknya jenis music jazz merupakan jenis music yang asing bagi mereka. Seperti yang disampaikan sejumlah penonton yang hadir, mengatakan kalau music yang di mainkan itu tidak begitu manarik.”Mungkin karena kita tidak pernah mendengar ya, makanya tidak begitu suka,”kata Pardi asal Desa Rembitan Pujut.

Namun saat para musisi memainkan lagu khas sasak, maka telinga warga baru merasakan keindahan dan keunikan permainan music jazz yang dari para musisi tersebut.”Saat lagu Amaq Tegining Teganang, Kadal Nongak dan lagu sasak lainya dimainkan, baru kami faham, bahwa ini tampaknya hanya instrumentalia saja tanpa ada syair lagunya. Mungkin ini upaya perkenalkan music jazz kepada masyarakat Lombok, ini saya rasa bagus juga,”ujarnya. (ding)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09257 seconds.