Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Program Kemitraan Australia- Indonesia INOVASI Perkuat Kapasitas SDM Lokal Melalui Pelatihan untuk Ratusan Fasilitator Daerah Provinsi NTB Berita

TALENTA FM Lombok Tengah,SK – Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) menyelenggarakan berbagai rangkaian pelatihan bagi fasilitator daerah (Fasda) sebagai salah satu bentuk dukungannya mengembangkan kapasitas sumber daya setempat di provinsi mitranya, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Para Fasda yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program dan kegiatan INOVASI tersebut berasal dari enam kabupaten mitra INOVASI di NTB, yaitu Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Utara dan Lombok Tengah.

Ada lebih dari 150 orang Fasda NTB yang mengikuti rangkaian pelatihan INOVASI sesuai peran mereka yang berbeda-beda: Fasda bidang komunikasi, bidang monitoring dan riset, serta bidang implementasi program-program rintisan. Berbagai macam pelatihan tersebut berlangsung selama bulan Februari di Mataram, NTB dengan turut melibatkan perwakilan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, serta institusi pendidikan seperti Universitas Mataram, dan UIN Mataram.

Dalam melaksanakan program rintisannya, INOVASI – program kemitraan pemerintah Indonesia dan Australia di bidang peningkatan mutu pendidikan, bekerja dengan tim Fasda yang ada di masing-masing kabupaten dalam merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan program rintisan. Beragam jenis kegiatan pelatihan pun dilakukan INOVASI guna memfasilitasi para Fasda yang akan terjun dan terlibat langsung dengan guru-guru peserta program yang merupakan guru jenjang pendidikan dasar (SD/MI).

Terkait bidang implementasi program rintisan, pelatihan selama tiga hari pada 28 Februari hingga 2 Maret 2018 pun diberikan kepada kurang lebih 80 orang Fasda yang menangani salah satu program rintisan INOVASI, yaitu Guru BAIK. Pelatihan untuk Fasda program rintisan Guru BAIK ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, H. Muhammad Suruji. “Di dunia ini, kemajuan, perbaikan, dan keberhasilan, hanyalah milik orang-orang yang mau berubah. Orang yang tidak mau berubah tidak akan memperoleh kemajuan. Perubahan adalah satu-satunya pintu meraih keberhasilan demi keberhasilan,” kata H. Muhammad Suruji, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB.

Ia pun menyatakan keyakinannya terhadap manfaat dari Program INOVASI dan menaruh harapannya pada para Fasda Guru BAIK untuk turut mengantar nasib pendidikan di Provinsi NTB ke pintu kemajuan. Suruji pun tak henti-hentinya memotivasi para Fasda peserta pelatihan. “Pesan utama saya kepada kepala sekolah adalah bahwa syarat menjadi berhasil adalah aspiratif. Mau dan mampu mendengar, membaca potensi dan menempatkan semua pihak baik sumber daya manusia maupun di luar itu sebagai bagian yang akan bermanfaat bagi semuanya,” ujar Suruji.

Program rintisan Guru BAIK bertujuan untuk mendukung guru agar mampu mengidentifikasi, mengembangkan, dan menguji berbagai solusi terhadap tantangan-tantangan pembelajaran yang dihadapi di dalam kelas. Education Advisor INOVASI NTB, Sri Karna menjelaskan, “Guru BAIK adalah program rintisan INOVASI yang berupaya untuk meningkatkan kapasitas guru SD dan MI agar mampu menjadi guru yang selalu B – Belajar, selalu mendengar aspirasi, sehingga bersifat A – Aspiratif, selalu melibatkan seluruh siswanya sehingga bersifat I – Inklusif, serta memperhatikan konteks sehingga bersifat K – Kontekstual.”

Sri pun berharap para Fasda tidak hanya membawa pulang bekal untuk memfasilitasi para guru dari pelatihan selama tiga hari ini, tetapi juga untuk pengembangan diri. “Semoga bapak dan ibu menjadi aset tidak hanya bagi kabupaten masing-masing tetapi juga provinsi. Sehingga ke depannya program rintisan ‘Guru BAIK’ ini pun juga dapat disebarkan dan dipraktikkan di daerah lain,” tambah Sri.

Dengan menitikberatkan pendekatan solusi lokal untuk masalah lokal, lebih dari 150 orang Fasda NTB tersebut dipilih melalui proses seleksi oleh INOVASI dan Dinas Pendidikan Kabupaten yang tentunya sangat memahami kriteria Fasda yang dapat mewakili daerahnya. Melalui rangkaian pelatihan tersebut, para Fasda pun diberikan pemahaman yang menyeluruh tentang pendekatan solusi lokal atau PDIA yang diterapkan INOVASI. Selain itu, juga diberikan pembekalan yang akan memperkuat kompetensi mereka sebagai fasilitator dalam mengimplementasikan berbagai program dan kegiatan INOVASI. (kholis)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09321 seconds.