Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

IPNU-IPPNU boleh masuk ke sekolah negeri Berita

Pekalongan, Suarakomunitas. - Diperbolehkannya IPNU-IPPNU masuk ke sekolah-sekolah negeri dibawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) merupakan tantangan yang besar bagaimana melakukan transformasi organisasi terhadap organisasi yang ada di sekolah negeri. Demikian disampaikan saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan di MANU Karangdadap, Jum'at (02/03).

"Karena hal yang memang sudah terjadi di sekolah negeri, mereka sudah terbiasa dengan organisasi yang didirikan oleh pemerintah yaitu OSIS. Hal yang paling penting untuk menjadi bekal kita sebagai kader adalah disamping menguasai khasanah keilmuan keagamaan yang memadai, juga bagaimana kalian meyakinkan mereka bila ada distorsi pemahaman keagamaan yang diluar mainstream kita. Jadi tidak mudah karena era sekarang ini mengenal budaya yang tidak mengenal batas!,” ujar Asip.

Bupati  juga mengajak kader IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan untuk membumikan gerakan dengan memepertahankan kegiatan yang sudah baik dan selalu melakukan eksplorasi kegiatan yang lebih baik.

“Kita tidak boleh berhenti karena salah satu misi terbesar kita adalah menjawab dinamika yang terjadi di tingkat pelajar di era sekarang ini,” ujar Asip.

Menurut Asip IPNU-IPPNU mempunyai strata yang strategis dan tugas yang luar biasa   melakukan transformasi keilmuan dan keagamaan yang benar yang sesuai dengan kaidah. “Cara ini adalah langkah yang mulia karena disamping untuk melaksanakan pemahaman keagamaan yang benar juga untuk menangkal isu radikal. Mudah-mudahan kader ini kelak akan menjadi orang yang bermanfaat baik ilmu maupun tenaganya. Semoga kita kuat, doakan saja!,” lanjutnya.

Sementara itu Pimpinan Wilayah IPNU/IPPNU Jawa Tengah Satria Farhan mengatakan bahwa IPNU/IPPNU adalah organisasi keterpelajaran dibawah jam’iyah Nahdlatul Ulama yang mempunyai tanggungjawab yang besar sebagai pintu gerbang kaderisasi jam’iyah NU. “Kabupaten Pekalongan ini sebagai salah satu barometer IPNU/IPPNU di Jawa Tengah yang kaderisasinya aktif. Alhamdulillah,” tambahnya.

Ketua NU Kabupaten Pekalongan, Muslih Khudori menyampaikan dukungannya untuk IPNU-IPPNU bisa masuk ke sekolah-sekolah negeri di kabupaten Pekalongan. “Ini yang sedang kita dorong agar NU bisa masuk ke pendidikan-pendidikan di Jawa tengah. IPNU-IPPNU sebagai organisasi dan kader yang bagus, kalian jangan segan-segan untuk berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Pengurus Cabang NU,” pesannya.

Ketua Pimpinan cabang IPNU Kab. Pekalongan Murtadho menyampaikan rasa terimakasihnya atas sumbangsih pemikiran, motivasi dan nasehat dari Pengurus Cabang pada organisasinya. “Tanggungjawab yang kami emban tidak mudah, tetapi adalah sebuah tantangan, pembelajaran dan proses bagi kami sebagai penerus jamiyah NU untuk mewujudkan cita-cita organisasi oleh para pendahulu kami,” katanya.

Wasilatul Fadhilah, Ketua Pimpinan cabang IPPNU Kab. Pekalongan mengajak   pelajar anggota IPPNU  untuk mewujudkan misi dan visi IPPNU yaitu terbentuknya kesempurnaan pelajar putri Indonesia yang bertanggungjawab atas terlaksananya syariat islam ahli sunah wal jamaah serta memiliki komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kami pelajar putri, bukan berarti tidak dapat berbicara dan berbuat apa-apa, tetapi kami senantiasa belajar bersama sama menuju organisasi yang diharapkan,” ujarnya.  (Eva Abdullah)

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09006 seconds.