Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

PKSS Lembaga Pendidikan Berbasis Wisata Rohani Berita

TALENTA FM Lombok Tengah,SK - Berkata Ibnu Qoyyim Rohimahulloh , seorang mukmin yang ihklas lillah adalah yang paling tentram hidupnya, paling nikmat pikiranya, lapang dada dan paling gembira hatinya. Ini adalah syurga yang disegerakan sebelum syurga akhirat. Demikian dikutip, Ir.HL.Moh.Amin,MM dari Ad Daa`wad dawa 281, Minggu (25/2) 2018, dalam pidatonya pada lounching Pusat Keunggulan Sang Surya (PKSS) di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah.

Suasana Lounching PKSS di Labulia Jonggat

Dihadapan puluhan orang yang mengahdiri acara tersebut, lebih lanjut HL.Moh.Amin, selaku Ketua Dewan Pembina PKSS menyampaikan, pandangan Islam Berkemajuan yang diusung pada Muktamar ke 46 tahun 2010 silam di Yokyakarta, bukan sekedar tema retorika dan bersifat isu belaka, tetapi pemikiran yang ensensial dan sistematik mencandra Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan atau tajdid. “Ini bentuk kiprah kita secara terus menerus dalam memajukan kehiudpan ummat, bangsa dan dunia kemanusiaan universal secara terorganisasi,”katanya.

Selanjutnya pada Muktamar ke 47 tahun 2015 di Makassar Muhammadyah menegaskan jati dirinya sebagai gerakan pencerah atau al-harakah al-tanwiriyyah. Lebih lanjut HL.Moh.Amin menyampaikan, ada beberapa pilar islami berkemajuan antara lain, tauhid murni yang merupakan doktrin central islam dan pintu gerbang islam. Dengan tauhid menurutnya, manusia mendapatkan kekuatan dan kemerdekaan dalam hidup. “Seperti dalam QS An-Nahl 99 sampai dengan 100.Awalnya syetan tidak mempunyai daya untuk menguasai manusia, namun manusia sendiri yang telah membimbing syetan untuk menguasai diri mereka. Kemurnian tauhid-lah sumber kekuatan untuk melawan semua bentuk penindasan dan ketidak adilan,”jelasnya.

Yang berikutnya lanjut HL.Moh.Amin, pendalaman tentang Al-Quran dan sunnah. Menurut Faozan Amar kata Amin, beragama dan hal ini Aqidah, ibadah, ahklaq dan muamallah harus berdasarkan Al-Quran dan sunnah. Dimana pemahaman terhadap Quran dan Sunjnah ini harus terbuka . Puluhan ribu Amal Usaha Muhammadiyah lahir karena tuntutan dan isnpirasi Al-Quran dan sunnah Nabi.

Selanjutnya imbuh HL.Moh.Amin, amal soleh fungsional dan solutif. Iman tidak sempurna tanpa amal saleh. Amal saleh bukan hanya ibadah, tetapi semua karya yang bermamfaat dan mereflesikan kerahmatan islam dan kasih sayang Allah SWT serta solutif. “Tajdid tidak hanya bersifat intelektual tetapi gerakan amal. Kisah Ahmad Dahlan mengajarkan surah al-Ma`un. Kisah Ahmad Dahlan dan manajemen perjalanan haji,”ungkapnya.

Pilar islami berkemajuan berikutnya lanjut HL.Moh.Amin, berorientasi kekinian dan masa depan. Amin mengajak semua untuk melihat islam sebagai realitas kekinian dan kedisinian. Menjadikan realitas konteks situasi dan kondisi untuk merancang masa depan yang lebih baik. “Nah yang terakhir yakni, toleran, moderat, terbuka dan suka bekerjasama. Tidak memaksakankehendak dan pikiran. Seperti kisah Ahmad Dahlan meluruskan arah kiblat. Menjaga keseimbangan purifikasi dan modernisasi, tidak berpikiran atau bersikap ekstrim kiri ataupun kanan ,”tandasnya.

Menjelaskan kenapa lembaga yang saat ini sedang dikelolanya disebut sebagai wisata rohani, HL.Moh.Amin menyampaikan, didalam islam ada beberapa kata yang mewakili kata wisata, salah satunya kata safar. Safar dalam bahasa arab berarti perjalanan yang akan memiliki banyak makna jika dikaitkan dengan islam. “Dalam suatu hadist diriwayatkan bahwa wisatanya seorang muslim adalah berjihad dijalan Allah. Adapula yang menyatakan wisata itu dihubungkan dengan ilmu penmgetahuan , sehingga perjalan yang dilakukan itu untuk mencari ilmu pengetahuan,”terangnya.

Disisi lain, pemahaman wisata dalam islam adalah safar untuk merenungi ciptaan Allah, menikmati indahnya alam nana gung sebagai pendorong jiwa manusia untuk menguatkan keimanan terhadap keesaan Allah dan memotivasi menunaikan kewajiban hidup.”Jadi saat mengikuti proses belajar mengajar atau semua kegiatan di PKSS ini setidaknya harus dalam keadaan menyenangkan seperti saat kita senang dalam berwisata pada umumnya,”pungkas HL.Moh.Amin yang juga Asisten I Setda Lombok Tengah ini. (ding)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09789 seconds.