Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Inilah Asal Muasal Lombok Jadi Pulau 1000 Masjid Berita

TALENTA FM Lombok Tengah - Berawal dari searching di google, tertarik dengan hunian di Lombok yang berupa kantong-kantong. Dan hunian itu berpusat di masjid-masjid, sehingga ia mendapat kesimpulan bahwa dulunya, rumah-rumah yang ada di Lombok bermunculan setelah masjid lebih dahulu dibangun. Demikian disampaikan, Touhan Hijaz yang merupakan dosen ITN Bandung Jawa Barat, selasa (20/2) 2018 di Pantai Kuta dalam acara Ngobrol Kreatif festival Pesona Bau Nyale 2018.

Hunian dibanyak daerah lanjut Tuhan Hijaz, linear mengikuti jalan raya. Sedangkan di Lombok berbentuk kantong-kantong yang bahkan menjauhi jalan raya. Untuk itulah ia tertarik melakukan penelitian, dengan tanda tanya besar pasti ada sesuatu menjelaskan tentang hal tersebut. Dari hasil penelitianya, ia telah mengumpulkan gambar-gambar sebanyak 8600 gambar yang memperlihatkan tentang hunian tersebut.

Sistem penelitian yang dilakukanya lanjut Touhan Hijaz, dengan menggunakan system koalitatif yang sebenarnya kekuatanya terletak pada gambar dan analisis.

Sebutan Lombok Pulau 1000 Masjid, menggambarkan kalau di Lombok begitu banyak masjid sehingga membedakan ciri khasnya dengan daerah-daerah yang lain. Padahal agama lain lebih dahulu ada daripada islam di Lombok, dibanding dengan daerah jawa, tetapi kenapa lebih banyak masjid di Lombok. “Saya searching di Lombok pada 15 desa saja ada 3757 masjid besar. 5184 masjid kecil sehingga ada 8941 masjid di 518 desa yang ada,”katanya.

Dan orang yang pertama kali menyebut Lombok sebagai pulau seribu Masjid adalah Efendi Zarkasi pada tahun 1970 yang waktu itu menjabat sebagai Ditjen Binmas Islam yang meresmikan pembangunan Masjid Jamiq di Cakra Negara NTB. Fenomena lainya lanjut Tauhan Hijaz, setiap orang sasak pasti beragama islam. Hal ini setelah diteliti ternyata terlihat pada adat dan budaya serta nama pulau Lombok yang sebenarnya artinya adalah lurus atau dalam bahasa sasak yakni Lombok dan sak sa yang merupakan asal muasal kata sasak artinya yang satu.”Ini berasal dari orang yang dahulu datang ke Lombok yang senantiasa beridiologi Lombok atau lurus yang senantiasa mencari kebenaran untuk pedoman kehidupan mereka,”jelasnya.

Dimana saat orang-orang yang beridiologi lurus itu datang ke Lombok belum mengenal islam yang mengaktualisasi sebuah kebenaran dan keyakinanya dalam bentuk yang lain. Dimana saat itu, Lombok masih terkenal dengan sebutan “sasak lebung”. Ketika terlihat orang masih pakai baju tradisional lambung dengan pusar yang terlihat maka disebut sebagai sasak lebung. “Sasak lebung itu ternyata ketika itu sebutan bagi orang sasak yang saat itu belum islam,”ungkapnya.

Selain itu, ada dikenal tentang kisah adanya seorang putri yang hebat yakni Dewi Anjani yang bersemayam digunung rinjani sebegai personifikasi keuatan besar yang ada di Lombok dan sangat dimitoskan oleh sasak lebung atau orang-orang sasak yang belum islam tadi. Dan hal itu dibenarkan, bahwa system untuk interprestasikan dirinya dan manusia adalah hal-hal yang religius. Dan bentuk-bentuk ide-ide dan budaya serta mental yang dilahirnkan dari dasar religi tadi menghasilkan bentuk mental tertentu terbukti dengan adanya element-lement sosial yang berada pad agama-agama primitive dan sangat terkenal. “Sebelum jadi islam, pada masa sasak lebung ini orang percaya bahwa kehidupan ini dipengaruhi oleh kekuatan alam yang dipersonifikasikan oleh Dewi Anjani yang bersemayam di gunung rinjani,”terangnya.

Dimana Gunung Rinjani dianggap sebagai ruang lingkugan yang harus diagung-agungkan sebagai sumber kehidupan yang dianggap sebagai ruang pemberi kehidupan yang dipersonifikasikan sebagai Dewu Anjani yang secara terus menerus mengalirkan air untuk kehidupan.”Saat itu sasak lebung percaya, bila air dari Gunung Rinjani habis maka, akan habislah pula kehidupan dialam semesta ini. Seperti itulah kepercayaan primitive Lombok dahulu kala,”ujarnya.

Selanjuitnya ada istilah dalam bahasa sasak yakni “Inen Tetaok”. Dimana Inen Tetaok ini berarti Ibu Tempat yang digambarkan dengan pohon-pohon besar atau batu-batu besar dan atau sumber-sumber mata air besar yang disebut sebagai Ibu dari sebuah tempat atau Inen Tetaok. Dimana personifikasi kekuatan Dewi Anjani yang berada di Gunung Rinjani, maka Inen Tetaok atau Ibu dari ruang atau tempat ini selalu mengikuti arah lokasi Gunung Rinjani.

Nah Masjid-masjid yang ada di Lombok ini pada akhirnya merupakan transformasi dari Inen Tetaok tersebut yang kemudian terus berkembang hingga saat ini. Dimana sebuah perkampungan tidak bisa disebut perkamppungan bila tidak memiliki Inen Tetaok. Seperti saat ini disetiap dusun yang selalu memiliki Masjid.”Itulah sebabnya Masjid saat ini sebagai orintasi pusat ruang dalam sebuah dusun atau kampung, pasti dibangun oleh masyarakatnya,”terangnya. Dan itulah gambaran asal muasal kenapa pulau Lombok saat ini disebut sebagai pulau seribu Masjid hingga saat ini. Semakin banyak dusun semakin banyak masjid yang dibangun. Dan jumlah masjid itu kedepan diperkirakan akan terus bertambah. (ding)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09514 seconds.