Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Program KB, Bentuk Keluarga Kecil Berkualitas Berita

Jurnalis Warga: Tiafania
Editor: Anggar

Toya, SK- Program Keluarga Berencana (KB) adalah program pemerintah yang sudah berjalan sejak era pemerintahan orde baru (ORBA). Dan kini, program itu masih terus berjalan hingga era pemerintahan sekarang.

Karena KB itu merupakan program nasional maka, pemerintah Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, NTB, menyelenggarakan sosialisasi program, pada 23 Januari 2018.

Pada acara sosialisasi tersebut, pemdes Toya menghadirkan lembaga pemerintah yang khusus menangani masalah kesehatan keluarga. Dua diantaranya adalah Bidan desa Baiq.Sartika Prihati Ningsih dan dari Pengawas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Aikmel, Lalu.Zaenal Abidin, S.sos, serta semua kader se-Desa Toya.

Kepala Desa Toya, Musyayyad, S.sos (Pjs) dalam Kesempatan itu menyampaikan kepada peserta bahwa, program KB itu merupakan program yang penting untuk dijalankan mengingat Angka Kematian Ibu dan Anak (AKIA) semakin meningkat. Penyebabnya menurut Musayyad salah satunya adalah, karena warga terutama para ibu - ibu rumah tangga tidak bisa mengatur jarak kehamilannya. Jika jarak kehamilanya bisa diatur maka, anak yang dilahirkan tumbuh kembangnya akan jauh lebih baik. Dan, pada akhirnya kelak dewasanya, anak tersebut akan menjadi generasi yang berkualitas.

Musayyad bepesan kepada para kader agar bisa memberikan pemahaman tentang program KB yang dilaksanakan pemerintah, karena ini penting untuk mengurangi AKIA.

"Kader harus lebih paham akan program KB ini, jika tidak bagaimana bisa menjelaskan kepada masyarakat," jelas Musayyad.

Dikatakan Musayyad, mengatur jarak kehamilan bisa berpengaruh pada tingkat kesehatan ibu dan juga anak yang dikandung serta lingkungan tempat tinggalnya. Hal positipnya juga, jika bisa mengatur jarak kehamilan maka, pendidikan anak dan juga ekonomi keluarga akan jauh lebih setabil dan terarah.

Pada kesempatan yang sama Bidan desa Baiq, Sartika menjelaskan, paska persalinan, metode KB yang cocok digunakan adalah metode KB jangka panjang. Menurutnya, metode itu sangat bagus karena, setiap alat Kontrasepsi itu ada kekurangan dan ada kelebihannya. "Ingat dua anak cukup," tegas Bidan desa yang akrab di sapa ibu Ning ini.

Dikatakan Ibu Ning, pemerintah tidak pernah melarang masyarakat memiliki anak lebih dari dua akan tetapi, masyarakat harus mampu menjaga jarak kehamilan agar tidak terjadi resiko di kemudian hari, terutama untuk organ reproduksi.

Masyarakat diingatkan untuk terus mengamalkan 4 T. Empat (T) yang dimaksud itu adalah, Terlalu dekat, Terlalu Banyak, Terlalu Tua dan Terlalu muda. Hal ini jika diamalkan katanya, maka bisa membantu mengurangi resiko pada saat melahirkan.

Pada kesempatan yang sama, petugas PLKB Kecamatan Aikmel Lalu. Zaenal Abidin mengatakan, semua jenis alat kontrasepsi sudah tersedia di Polindes. Ia menghimbau kepada semua kader agar program KB harus terus disosialisasikan secara berkesinambungan kepada masyarakat, karena lanjutnya, ini merupakan program dari pemerintah pusat.

"Jangan pernah ada alasan masyarakat untuk tidak ikut KB, ini gratis alias tanpa biaya," tegasnya.

Menggunakan inplant, spiral, tubektomi, pasektomi menurutnya juga baik. Selain itu katanya, Pil juga sangat baik digunakan tapi dengan catatan, harus dikonsumsi secara teratur.

Dia mengajak kepada seluruh masyarakat terutama kaum hawa agar mengatur jarak kehamilan mereka. Mengatur jarak kehamilan bisa mencegah atau meminimalisir angka kematian bagi Ibu yang melahirkan dan juga anak yang akan dilahirkan. (Tiafania)

Foto Speaker Kampung.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08869 seconds.