Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Dinilai Rendah Kinerja, AKAD Lombok Utara Minta Ganti Dua Camat  Berita

Dinilai Rendah Kinerja, AKAD Lombok Utara Minta Ganti Dua Camat 

Lombok Utara, (Suara Komunitas) - Kalangan Kepala Desa  (AKAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat  mengeluhkan kinerja Camat yang merupakan mitra terdekat di level pemerintahan desa.  Dinilai kinerja minor, sejumlah pimpinan AKAD Dayan Gunung (Lombok Utara, Red) meminta Pemda setempat segera mengevaluasi jabatan camat di beberapa kecamatan, diantaranya Camat Tanjung, Syamsuddin dan Camat Kayangan, Albayani. 

Evaluasi diminta dilakukan bahkan diminta di ganti lantaran kedua camat tersebut dinilai tidak mampu bekerja mengimbangi berbagai kegiatan dan proses pemerintahan di tingkat desa sebagaimana tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yakni menjadi pembimbing dan pengayom bagi masyarakat desa. 

Sekretaris AKAD Lombok Utara, Budiawan, SH., Selasa, (30/1) menyebutkan, camat yang dimaksud diketahui tidak pernah turun lapangan melihat kondisi masyarakat di desa, sehingga tidak banyak tahu persoalan di desa. Keduanya bahkan tidaapat koordinasi dan pernah melakukan rapat koordinasi atau silaturrahmi intens dengan jajaran kepala desa. “padahal banyak sekali permasalahan yang di terjadi di masyarakat yang perlu di atensi camat,” Ujar Budiawan. 

Terkait keluhan dan aspirasi jajaran AKAD itu, Kades Tanjung itu mengaku telah menghadap dan meminta bupati untuk mengganti kedua camat tersebut. Sebab dalam perspektif hierarki pemerintahan, seorang camat mestinya mampu membina kepala desa termasuk juga turut membantu pengawasan dan pemanfaatan dana dan anggaran yang bergulir didesa. ” Kita berharap aspirasi ke bupati itu segera direspon agar proses pemerintahan didesa berjalan dengan baik sesuai harapan,” pungkasnya. 

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Sesait, Airman. Kades di kecamatan Kayangan itu juga mengaku, camat jarang turun ke lapangan. Bahkan nyaris tidak pernah dikoordinasi terkait program pembangunan desa.  Kurangnya koordinasi dan turlap itu ditegaskan menjadi sumber miskomunikasi terkait pengelolaan ADD/DD hingga soal pertanggungjaaban APBDes. 

Terlepas dari keluhan para Kades itu, sebaliknya kepala Bagian Pemerintahan Sekdakab Lombok Utara, Tresnahadi yang dikonfirmasi terpisah justeru mengklaim kinerja para kades yang disebut sudah bagus. “sejauh ini mereka sering koordinasi ke kami terkait pemerintahan desa, dan sejauh ini berjalan dengan baik”, ungkap Tresna.  Akan tetapi bagi Tresna soal permintaan AKAD untuk evaluasi beberapa camat, pihaknya tidak bisa melakukan evaluasi secara lebih dalam sebab merupakan domain kepala daerah. Ia pun berharap jika ada persoalan didesa supaya di musyawarahkan dan koordinasi dengan SKPD terkait termasuk ke pemda. (Ed_Gsfm). 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09557 seconds.