Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Warga Minta Bongkar Tower Radio Mutiara Berita

Medan (Suara Komunitas.Net) - Sejumlah warga di Perumahan Djohor Indah Permai II mengakui tindakan oknum LR, seorang pengusaha radio kerap mengandalkan becking diduga sudah tidak bisa ditolelir lagi. Bahkan cenderung memicu munculnya unsur SARA di lingkungan mereka.

Oknum LR disebut-sebut pernah memaki-maki warga terkait pelarangan bermain musik keras saat azan berkumandang. Aksi arogansi LR ini menjadi berkembang luas sehingga Front Pembela Islam (FPI) turun ke kawasan masjid yang berada di Komplek Perumahan Djohor Indah Permai II.
Beberapa warga setempat menyebutkan, FPI telah mendampingi para korban. Karena sebelumnya LR kerap menganggarkan menantunya yang bertugas di TNI. Bahkan saat terjadi penganiayaan, LR diduga dibantu menantunya berinisial AB.
Pada kesempatan itu, H.Raden Muhammad Syafi’i, SH, Mhum alias Romo meminta kepada Kapolrestabes Medan agar melakukan penegakan hukum yang benar dan adil. Karena ada isu yang melakukan pengaduan akan ditangkap pihak aparat atas pengaduan LR.
“Kami tidak mau hal itu, “tandas Romo yang diamini pengurus FPI Sumut, GIP NKRI, Front Umat Islam (FUI) Sumut dan lainnya seraya meneriakkan takbir ‘Allah Hu Akbar’.
Romo juga menyatakan Rumah Aspirasi Romo Center siap menerima pengaduan warga yang dizolomi pengusaha, penguasa maupun lainnya. Tidak saja dari kalangan agama Islam, tapi juga non Islam. Tanpa dipungut bayaran sepeserpun.
Sementara itu sejumlah pengurus ormas Islam dan warga Perumahan Djohor Indah Permai II akan menindaklanjuti arahan Romo untuk membuat petisi dan meminta Walikota Medan membongkar tower Radio M yang diduga tidak memiliki SIMB dan lainnya.
“Ya kami akan buat secepatnya,” tambah warga. (lubis)

Editor : Tohap P.Simamora

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.10516 seconds.