Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Peduli Perempuan, Pemerintah Gelar Bimbingan Manajemen Usaha Berita

Aikmel, SK- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN)(20-11-17) menggelar bimbingan manajemen bagi perempuan dalam mengelola usaha produktif, berlangsung di Kantor Camat Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada (20/11). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kadis P3AKB, Kabid Pemberdayaan Perempuan serta camat Aikmel. Acara itu juga dihadiri sekitar 40 peserta pelaku usaha produktif dikuti oleh empat kecamatan diantaranya, Kecamatan Aikmel, Masbagik, Pringgasela dan juga Pringgabaya.

Kepala Dinas P3AKB dalam sambutannya mengatakan, kiat sukses usaha harus bisa memenuhi kebutuhan pasar, agar tercapai tujuan yang diharapkan. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada harus dikelola dengan baik menjadi alat kontrol, bisa mengevaluasi segala bentuk kebijakan serta mampu membuat perencanaan dengan sebai-baiknya. Perempuan harus bisa berkembang maju selayaknya laki-laki. Perempuan punya hak yang sama dengan laki-laki dalam menentukan arah kebijakan dan mengambil keputusan.

Kabid Pemberdayaan Perempuan Hj.Baiq Rohaini,S.Sos mengatakan, setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah, tidak hanya dinikmati oleh Laki-Laki tetapi, juga perempuan. Sebagaimana diketahui, Kabupaten Lombok Timur salah satu daerah yg heterogen dimana penduduknya beragam etnis dan keyakinan.

Keberagaman itu merupakan kekuatan yang luar biasa untuk membangun daerah. Motivasi seperti ini dianggap penting untuk mendorong semangat kerja, menciptakan suasana dan hubungan kerja yang Baik antara perempuan dan laki-laki. Perempuan harus bisa mencari peluang untuk membuka komunikasi Dengan Pemerintah Desa (Pemdes) agar tercipta transparansi dalam pengelolaan anggaran agar diketahui publik.

Untuk menumbuhkan Motivasi diri menurutnya, harus mampu menciptakan sesuatu yang dapat membangkitkan semangat kewirausahaan agar tercapai tujuan mensejahterakan perempuan. Dalam kesempatan yang sama Camat Aikmel H.Hadi Fathurrahman mengkritisi kebijakan pemdes yang tidak berpihak pada perempuan. Dia mengatakan kaum perempuan harus diberdayakan dengan menyusun program yang berpihak pada perempuan.

“Keberadaan perempuan merupakan faktor pendukung suksesnya pembangunan fisik maupun non fisik yang ada di desa, perempuan harus diberdayakan,” katanya, didepan peserta. Dia menambahkan, dengan program pemberdayaan dan melakukan pelatihan pada kaum perempuan maka, perempuan bisa meningkatkan kesejaheraan hidupnya tidak melulu bergantung pada laki-laki.

“Perempuan Aikmel harus cerdas,” terangnya. Dengan mengikuti bimbingan usaha, maka perempuan akan semakin cerdas dan trampil bagaimana cara membaca peluang usaha dan tekhnis pengelolaannya agar kelak mendapatkan hasil yang maksimal.

JW Toya : Nistiawati Laeli

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.18656 seconds.