Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Gas melon tetep kosong meski operasi pasar digelar di Kota Santri Berita

Pekalongan, Suara Komunitas. - Kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram atau sering disebut dengan gas melon di Kecamatan Kedungwuni, Tirto, Wiradesa, Buaran dan Wonopringgo masih terjadi, kendati PT Pertamina beberapa kali menggelar operasi pasar di wilayah Kota Santri.

Harto, warga Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. "Sudah nyari-nyari ke Pekajangan, Tangkiltengah, Ngalian dan desa-desa sekitar tidak dapat juga, ya ... terpaksa harus bawa tabung kosong," tuturnya Selasa (12/12).

Hal senada diungkapkan oleh Nurul Khotimah, warga Pekajangan, beberapa agen gas elpiji tiga kilogram yang dia datangi, tak satupun agen yang menyisakan tabung gas berisi. "Semua tertulis gas habis, mas ..." Tuturnya.

Penelusuran Wartadesa di lapangan, kelangkaan gas melon masih terjadi di lima kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan. Di Wonopringgo, Hidayah, pedagang sego megono di jalan raya Wonopringgo mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas tersebut.

Pun diungkapkan oleh Khotimah, warga Rowokembu, Wonopringgo, mengungkapkan bahwa kelangkaan tabung gas ukuran tiga kilogram masih terjadi. "Kalaupun ada, lokasinya jauh dari desa setempat, itupun setelah tanya tetangga yang sudah mendapatkan gas elpiji tiga kilogram," ujarnya.

Sebelumnya, operasi pasar dilakukan oleh PT Pertamina di depan Islamic Centre Kedungwuni, Sabtu (9/12). Gas melon dijual Rp. 15.500 pertabung dengan ketentuan tiap kepala keluarga hanya bisa membeli satu tabung.

"Syaratnya harus bawa fotokopi KK mas, itupun hanya bisa beli satu tabung," ujar Rohimah, warga Capgawen.

Saripah (38) salah seorang warga yang sedang mengantri mengaku berterima kasih dengan adanya operasi pasar ini, sudah beberapa hari warung yang biasa menjual LPG selalu kehabisan selain itu harganya jadi lebih mahal dari biasanya, “Sayangnya cuma boleh satu tabung, tapi sudah bersyukur yang penting kebagian,” ujarnya. (Eva Abdullah, Wartadesa)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08945 seconds.