Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Akhirnya, pavingisasi SDN 2 Banjarejo dilaksanakan Berita

Pekalongan, Suara Komunitas. - Akhirnya Jajaran komite dan beberapa orangtua murid SDN 02 Banjarejo Upt Dindikbud Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan tetap melaksanakan perbaikan halaman sekolah dengan pavingisasi, kendati sempat dipertanyakan oleh salah seorang orang tua murid, dan menjadi pembicaraan, pelaksanaan pavingisasi dilaksanakan mulai Jum'at ( 08/12) kemarin.

Ketua Komite SDN 2 Banjarejo, Bambang S, mengatakan  pihaknya segera mengerjakan pavingisasi tersebut mengingat saat ini musim hujan, supaya segera di rasakan manfaatnya, dan orang tua yang berswadaya bisa segera melihat hasilnya.

Baca: BSM dipotong seratus ribu, ini tanggapan kepala dan komite sekolah

Orangtua siswa SDN 02 Banjarejo besok dikumpulkan

"Kita mulai pengerjaan pavingisasi dengan segera, kami merencanakanya selesai dalam dua hari, mudah-mudahan dengan adanya pavingisasi ini, halaman sekolah kami akan semakin baik, anak-anak bisa semakin semangat untuk belajar, dengan meningkatnya semangat belajar semoga kualitas pendidikanya juga akan semakin baik pula," harap Bambang.

Bambang menambahkan bahwa bila masih ada orang tua siswa yang masih mempertanyakan penggunaan dana beasiswa siswa miskin (BSM) Program Indonesia Pintar, menurutnya wajar. "Misal, masih ada pihak yang belum satu pemikiran, dan menurut kami itu wajar, mudah-mudahan kedepan bisa sejalan untuk bersama-sama mendukung pendidikan di SDN 2 Banjarejo bersama-sama," imbuhnya.

Terpisah, Ketua LSM Laskar Merah Putih Kabupaten Pekalongan Moch Fajari (09/12) menjelaskan, semua bentuk bantuan harus sesuai dengan peruntukanya, karena jika tidak sesuai itu berarti melangar aturan.

Namun, masih menurut Fajari, di sisi lain, dengan dasar semangat sosial, orangtua murid yang punya niat untuk membuat sekolah lebih baik, sepanjang itu dengan sukarela dan ikhlas tanpa ada unsur paksaan, langsung atau tidak langsung juga bukan hal yang buruk.

"Dalam hal ini pemerintah atau instansi terkait harus mampu hadir dan lebih tanggap lagi, ternyata masih banyak sekolah yang membutuhkan bantuan perbaikan, ini adalah contoh, jangan sampai terjadi satu kebijakan yang menginvestasikan keretakan harmonisasi antara orang tua dengan pihak Sekolah ataupun komite sekolah," pungkas Fajari. (Eva Abdullah/Wartadesa)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08909 seconds.