Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Talkshow sebagai Sarana Penyampai Informasi Publik Berita

Lombok Timur, SK - Undang-Undang Nomor 14 tahun 2014 tentang Keterbukaan Informasi Publik membuka hak warga akan informasi. Dalam UU tersebut setiap warga negara berhak memperoleh, mendapatkan, menyebarluaskan informasi yang akurat dan terpercaya, jauh dari kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Keberadaan media komunitas Speaker Kampung sebagai media independen sangat diharapkan untuk menyuarakan aspirasi warga.

Menindaklanjuti wacana tersebut, pada (29/11) lalu, Speaker Kampung sebagai media akar rumput bekerja sama dengan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) menggelar talkshow yang mengangkat isu tentang hak-hak dasar warga.
 
Narasumber yang hadir di antaranya, Kadis Dikbud Kecamatan Aikmel Drs. Nasir, Mpd, Kepala Puskesmas Lenek yang diwakili stafnya Heri, S.kep,Nes, tokoh perempuan Desa Aikmel Utara Sufiatul Arni dan perwakilan kaum disabilitas, Mujip.
 
Keempat narasumber yang hadir membawa isu yang berbeda, tapi punya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Pemerintah sebagai pemberi layanan dan masyarakat rentan sebagai penerima layanan.
 
Menurut Kadis Dikbud Kecamatan Aikmel yang sekaligus dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Lombok Timur, Nasir, mengatakan, keberadaan media komunitas Speaker Kampung sebagai genderang suara akar rumput sangat membantu pemerintah terutama dinas pendidikan dalam menyampaikan program-program pemerintah berkaitan dengan dunia pendidikan.
 
"Kami dari Dinas Kebudayaan merasa sangat terbantu, dan bangga atas keberadaan media ini. Tanpa Speaker Kampung kami tidak akan tahu masalah yang terjadi di bawah," kata Nasir.
 
"Suara akar rumput adalah suara Tuhan," lanjut Nasir, saat ditemui seusai talkshow di sekertariat Speaker Kampung, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, NTB.
 
Nasir mengapresiasi Speaker Kampung karena banyak menyoroti tentang anak-anak buruh migran yang putus sekolah lantaran kurang mendapat perhatian dari orang tuanya. Tidak sedikit pula ditemukan anak putus sekolah akibat kawin cerai, akhirnya anaklah yang jadi korban.
 
"Talkshow Speaker TV adalah salah satu cara yang untuk mengedukasi para orang tua agar memotivasi anaknya untuk terus bersekolah. Bila perlu membina kerjasama dengan tv swasta lainnya, agar apa yang menjadi harapan dan cita-cita warga terutama korban (anak buruh migran) bisa didengar pemerintah," pesannya.
 
Hal senada juga disampaikan Heri, dari Dinas Kesehatan. Dia berharap, agar pelayanan prima yang digaungkan Dinas Kesehatan menjadi opini publik. "Speaker Kampung adalah media independen sebagai wadah menyampaikan informasi dan promosi berkaitan dengan motto kami "pelayanan prima" kepada masyarakat tanpa pilih kasih," ungkap Heri.
 
Peran serta tokoh perempuan juga merupakan salah satu cara mendorong masyarakat rentan dan kaum disabilitas untuk menyampaikan apa yang menjadi keluhan warga yang ada di bawahnya. Speaker Kampung tidak henti-hentinya menyuarakan masalah sosial ekonomi yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat. (Fikri MS)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08874 seconds.